Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Inilah Kisah Perjalanan Kasus Ahok

www.republika.co.id

Siapa tak kenal dengan Gubernur Jakarta yang kini namanya telah hangat diperbincangkan di berbagai media Indonesia, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok, telah arang melintang di kancah perpolitikan Tanah Air. Namanya semakin melambung ketika dia terjerat kasus atas dugaan penistaan agama pasca pidatonya di Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 silam.

Ahok disinyalir telah melakukan penistaan agama dengan menyinggung ayat suci Al’Quran pada Surat Al Maidah ayat 51 tentang pandangan kepemimpinan dalam agama Islam. Akibat dari pidatonya tersebut Ahok diseret ke meja pengadilan karena diduga telah menistakan agama. Dan hasil akhir persidangan pada tanggal 9 Mei 2017 akhirnya menetapkan ahok sebagai tersangka dengan vonis hukuman 2 tahun penjara seperti yang telah dilansir Kompas.com.

Bagaimana kisah Ahok mulai dari awal terjerat kasus penistaan agama hingga akhirnya sidang putusan oleh Hakim Pengadilan Tinggi Negeri? Yuk kita simak langsung, inilah perjalanan Ahok selama kasus ini bergulir hingga akhirnya vonis dua tahun penjara dijatuhkan padanya.

1. 27 September 2016

megapolitan.kompas.com

Pada 27 september 2016 lalu Ahok bersama tim kerjanya menyambangi Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, guna meninjau Program Pembudidayaan Ikan Kerapu, namun di sela-sela pidatonya kepada warga kepulauan seribu, Ahok menyinggung ayat suci Al-Quran surat Al Maidah ayat 51, yang menyebutkan jangan mau dibohongi pakai surat tersebut sehingga tidak memilihnya dalam Pilkada tahun 2017. 

2. 6 Oktober 2016

kahfi.net

Pada 6 Oktober 2016, Buni Yani yakni seorang dosen yang mengajar di kampus London School of Public Relation mengunggah potongan video di akun Facebook-nya terkait dengan pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan judul “Penistaan terhadap Agama”. Dari sinilah muncul berbagai reaksi dari masyarakat yang menginginkan adanya tindakan tegas terhadap aparatur negara agar segera menahan Ahok.

Berbagai ormas seperti FPI, MUI, dan ormas-ormas lainnya melaporkan Ahok ke polisi atas adanya dugaan penistaan agama yang ternyata transkrip video tersebut dipotong beberapa detik oleh Buni Yani, dan kata yang dipotong itu adalah kata “pakai”.

3. 10 Oktober - 4 November

news.okezone.com

Pada 10 Oktober 2016, Ahok meminta maaf kepada masyarakat yang merasa telah tersinggung atas ucapannya di Kepulauan Seribu, pada 24 Oktober 2016 kemudian Ahok mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk mengklarifikasi terkait ucapannya tersebut. Puncaknya pada 4 November 2016 terjadi demo di sekitar bundaran HI, dan menuntut Ahok agar segera dijadikan sebagai tersangka. Sekitar ratusan ribu orang dari berbagai daerah datang ke Ibu kota untuk mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Demonstrasi yang terjadi pada 4 November 2016 ini dinamakan dengan aksi damai 411.

 

4. 16 November 2016

www.antarariau.com

Pada sehari sebelumnya yakni tanggal 15 November 2016, kepolisian melakukan gelar perkara terbuka terbatas guna segera menentukan status Ahok menjadi tersangka. Keesokan harinya, yakni pada 16 November 2016, polisi menetapkan status Ahok sebagai tersangka dan segera menggulirkan perkara ke pengadilan agar dapat segera dipersidangkan. 

5. 13 Desember 2016

poskotanews.com

Pada 13 Desember 2016 sidang pertama digelar di Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Pusat. Sidang digelar sebanyak 23 kali. Selama persidangan berjalan berbagai drama terjadi, animo masyarakat untuk mengikuti sidang Ahok sangat tinggi. Aksi-aksi masa dari berbagai ormas selalu mengiringi selama jalannya persidangan. Bukan hanya itu media-media televisi juga dihiasi dengan sidang Ahok yang ditampilkan secara live

Persidangan sempat dialihkan ke kantor Kementerian Pertanian karena ormas-ormas yang datang ke persidangan Ahok dianggap bisa mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Namun, hal tersebut tidak menyulutkan masyarakat yang pro ataupun kontra terhadap Ahok untuk mengawal langsung proses persidangan.

6. 9 Mei 2017

www.antaranews.com

Setelah melewati 23 kali persidangan dan mengalami berbagai cerita yang panjang, akhirnya sidang vonis pun digelar pada 9 Mei 2017 pagi. Akhirnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dijatuhi hukuman 2 tahun perjara. Majelis Hakim menilai bahwa Ahok terbukti melanggar Pasal 156 KUHP, yakni terbukti dengan sengaja menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan tertentu, dan dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun. Tuntutan tersebut lebih ringan dari tuntutan yang sebelumnya yang menuntutnya dengan hukuman penjara selama 5 tahun.

 

Nah, itulah akhir dari perjalanan kasus yang menimpa Ahok, akankah Ahok melakukan banding karena merasa keberatan terhadap vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim? Atau justru malah Majelis hakim menjatuhkan hukuman lebih berat lagi karena merasa hukuman yang diberikan sebelumnya terlalu ringan? Kita tunggu saja kelanjutan dari kasus Ahok ini.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Demi Menyehatkan Masyarakat, 5 Dokter Ini Rela Hidup di Pedalaman Indonesia

Demi Menyehatkan Masyarakat, 5 Dokter Ini Rela Hidup di Pedalaman Indonesia

Yuk Lihat Wasit Cantik Asal Tasikmalaya yang Viral di Medsos Ini

Yuk Lihat Wasit Cantik Asal Tasikmalaya yang Viral di Medsos Ini

Di Balik Kesuksesan Macron Jadi Presiden Perancis, Ada Hubungan Gelap yang Terkuak

Di Balik Kesuksesan Macron Jadi Presiden Perancis, Ada Hubungan Gelap yang Terkuak

5 Sarana Prasarana yang Memprihatinkan di Perbatasan Indonesia

5 Sarana Prasarana yang Memprihatinkan di Perbatasan Indonesia

Tak Hanya di Balai Kota, Karangan Bunga Juga Penuhi Kantor KPK dan Polri

Tak Hanya di Balai Kota, Karangan Bunga Juga Penuhi Kantor KPK dan Polri

Militer AS Merilis Potret Miris Hasil Fotografi Jurnalistik yang Menewaskan Anggotanya

Militer AS Merilis Potret Miris Hasil Fotografi Jurnalistik yang Menewaskan Anggotanya

loading