Waduh, Bisnis Membeli Istri Diperbolehkan dan Legal di 5 Negara Ini!

05 November 2017
|Median
213SHARES

Ketika berselancar di internet, pasti selalu ada deh satu dua iklan yang nawarin jodoh. Walaupun biro jodoh, terutama online, memang sudah nggak asing lagi, tapi kalau di negara kita, biro jodoh semacam itu memang selalu dipertanyakan bener nggaknya dan rawan disalahgunakan pula. Jadi harus beneran selektif kalau kamu berminat untuk gabung di suatu biro jodoh, apalagi online demi mencari istri.

Nah, tahu nggak. Ada lho negara-negara yang memperbolehkan layanan yang lebih dari semacam biro jodoh, tepatnya adalah layanan untuk membeli istri. Coba bayangkan. Mungkin buat mereka nggak nyeremin, tapi nyeremin di kitanya itu lho. Ya udah, daripada bertanya-tanya negara mana saja, mending kita kepoin sekarang aja ya.

1. Rusia

Wanita Rusia cukup banyak dicari oleh pria di seluruh dunia. Jadi nggak heran kalau bisnis layanan untuk membeli istri merebak di negara ini. Rusia memiliki lebih dari 500 situs pembelian istri yang menampilkan pilihan lebih dari 60.000 wanita. Nggak cuma terdidik, kelebihan wanita Rusia adalah lebih cenderung mengenal bahasa asing, memahami budaya lain, dan dapat berbicara tentang banyak hal. Banyak wanita Rusia yang bergabung dalam bisnis ini karena krisis kepercayaan kepada para pria di negaranya sendiri.

Selain memiliki tingkat kecanduan alkohol tertinggi di dunia, pria Rusia juga dikenal sangat gampang berselingkuh dan cenderung suka melakukan KDRT. Kok gini banget ya. Angka perceraian sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena hal-hal serem itu, akhirnya banyak deh wanita Rusia di antero negeri yang ingin mencoba peruntungan dengan memilih untuk menikah dengan orang luar negeri.

2. Filipina

Banyak orang Barat yang memilih orang Filipina untuk dijadikan istri dalam beberapa dasawarsa ini. Pria yang berminat bisa memilih istri melalui semacam katalog yang disediakan. Para wanita Filipina yang bergabung memandang bahwa bisnis ini adalah kesempatan untuk bisa mencari kerja di luar negeri, mengingat tingginya tingkat pengangguran di negaranya.

Selain itu, kebanyakan mereka menganggap pria Filipina kejam dan tidak setia. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 70% wanita Filipina percaya bahwa pria Amerika itu bijaksana dan baik hati sehingga hal ini memicu kecintaan wanita Filipina terhadap pria Barat. Angka perceraian di negara ini memang rendah, tetapi angka kemiskinan yang tinggi membuat para wanita berpikir untuk menikahi pria asing karena dipandang sebagai solusi efektif untuk keluar dari kemiskinan.

3. Kolombia

Keikutsertaan para wanita Kolombia dalam bisnis layanan pembelian istri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kolombia berada di puncak daftar negara-negara Amerika Latin di bisnis ini. Banyak wanita memilih untuk mencari suami dari luar negeri karena kekurangpercayaan mereka kapada pria lokal.

Selain itu, sejak perang antar geng narkoba dan perang saudara, banyak pria Kolombia yang tewas dan dipenjara sehingga persaingan untuk mendapatkan suami di negara ini lebih keras dibandingkan dengan negara lainnya di Amerika Latin. Begitu tergabung dalam bisnis layanan pembelian istri, mereka banyak diminati para pria asing yang memerlukan pendamping hidup karena wanita Kolombia memang terkenal akan kecantikan dan keindahan tubuhnya.

4. Vietnam

Setiap tahunnya, melalui bisnis layanan pembelian istri, ribuan wanita Vietnam pergi dan menikah dengan pria yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Global Times menyatakan bahwa bisnis jasa layanan pembelian istri sedang booming di Vietnam. Hal tersebut tentu saja bukan hal baru karena sejak Perang Vietnam, kecantikan wanita Vietnam telah menjadi perhatian pria Barat, terutama para tentara Amerika.

Hal tersebut kemudian menjadi perspektif umum bagi pria Barat dan lainnya bahwa wanita Vietnam identik dengan wanita yang cantik, lembut dan eksotis. Hanya saja, layanan jasa pembelian istri di Vietnam  ini tidak secanggih negara lain yang menawarkan layanan serupa karena kurangnya pengembangan teknologi di Vietnam. Walupun demikian, bisnis masih tetap bisa berjalan.

5. Brasil

Di negara yang memiliki jumlah penduduk wanita lebih dari 78 juta ini, layanan pembelian istri adalah sama lazimnya dengan kencan online. Secara eksplisit mereka mengiklankan diri dan mengatakan sedang mencari suami melalui agen pernikahan internasional yang memublikasikan ketersediaan mereka. Di Brasil, praktik bisnis ini lumrah dan legal. Seperti negaranya, wanita  di sini pun sangat beragam sehingga menjadi salah satu tujuan paling populer bagi pria dari mana pun yang ingin membeli seorang istri.

Memang, wanita Brasil tidak memiliki satu stereotip penampilan. Kulit gelap, kulit putih, rambut hitam, dan rambut pirang semua ada dengan pesona alami bawaannya sendiri-sendiri. Walaupun menyeramkan, bisnis layanan pembelian istri di sini masih hidup dan sehat. Wanita Brasil dari berbagai bentuk, ukuran, dan warna kulit sampai saat ini masih diiklankan ke pelamar potensial melalui berbagai situs yang tersebar di seluruh negeri.

Sebenernya alasan mereka kebanyakan masuk akal juga sih, tapi kok tetep aja agak gimana gitu ya. Risikonya besar sekali tuh. Belum tentu juga mereka nanti setelah menikah bakal terjamin kebahagiannya, apalagi kalau ternyata dapat prianya yang tipe sembrono dan mau main-main doang. Ya pasti ada juga sih yang bahagia dan melalui layanan macam ini jadi saling menemukan cinta sejatinya.  Apa pun itu semoga layanan pembelian istri yang diperbolehkan di lima negara tadi beneran pada digunakan untuk tujuan baik deh ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
213SHARES