Pompeii, Hilangnya Peradaban Kuno Italia Akibat Para Penduduknya yang Gila Seks

08 September 2017
|Atik Kencana S.
104SHARES

Siapa sih yang gak kenal dengan Kota Pompeii? Sebuah peradaban kuno di Italia ini menjadi suatu daerah yang paling kaya. Tak hanya karena kekayaan alamnya yang melimpah, namun kota kuno ini sudah memiliki teknologi canggih dan arsitektur yag megah. Menurut catatan sejarah, masyarakat Pompeii hidup di zaman era 70 masehi. Peradaban di sini dibilang luar biasa, sayangnya sekarang sudah menghilang akibat perilaku masyarakatnya.

Kota Pompeii diketahui hilang akibat letusan gunung merapi. Tragedi ini menjadi sejarah kehancurah kota yang paling mengerikan. Lahar akibat letusan gunung tersebut telah membuat penduduknya yang gila seks ini menjadi mati di tempat. Ada yang bilang hal ini merupakan azab dari Tuhan akibat perilaku masyarakat kota ini yang menyimpang.

Kali ini, YuKepo mau bahas mengenai beberapa fakta mengejutkan mengenai Kota Pompeii yang mungkin belum kamu ketahui. Penasaran? Yuk, langsung aja kepoin!

1. Kerap melakukan penyembahan pada sesuatu yang berbau erotis

Mungkin yang kita tahu selama ini adalah dewa dan dewi sebagai pelindung bumi memiliki sifat dan kepribadian yang baik. Namun, berbeda dengan masyarakat Pompeii, mereka malah menyembah Dewa Falus dan Dewa Palic yang merupakan representasi dari kemesuman. Bahkan, simbol para dewa dengan tindakan pornonya tersebut banyak terpampang di muka umum. Masyarakat Pompeii meyakini bahwa dewa-dewa tersebut akan menyelimuti mereka dengan keberuntungan. Jadi, akan ditemukan banyak sekali pemandangan porno di kota ini.

2. Rumah bordil hampir ada di setiap rumah

Masyarakat Pompeii memang terkenal dengan budaya seksualnya yang vulgar. Demi memuaskan hasrat para penduduknya, hampir setiap rumah di kota ini dijadikan sebagai tempat pelacuran. Dahulu kala, Pompeii memang menjadi surganya perzinaan. Sejarah mencatat bahwa di setiap pintu rumah dihiasi organ-organ kemaluan yang mirip sekali dengan aslinya. Masyarakat Pompeii meyakini bahwa apabila perilaku seksual mereka sudah sesuai dengan ajaran dewa, maka kebahagiaan dan keberuntungan akan menyertai.

3. Anak-anak sudah terbiasa menyantap pornografi setiap hari

Berbanding lurus dengan banyaknya rumah pelacuran, jumlah pekerja seks juga menjamur. Rata-rata mereka menjual jasanya dengan harga yang sangat murah. Tempat-tempat rumah bordil tersebut juga letaknya tak tersembunyi. Ironisnya, anak-anak tak terlindung dari serangan pornografi dan pornoaksi. Pornografi memang sudah menjadi santapan sehari-hari bagi kalangan anak. Otomatis, di usia belia mereka juga sudah melakukan hububgan seks seperti yang lainnya.

4. Hubungan seks banyak dilakukan di jalanan

Namanya juga menjadi kota seks dunia, masyarakat Pompeii kerap melakukan hubungan intim tak hanya di rumah bordil, melainkan juga di jalanan. Mereka menganggap bahwa hubungan seks bukan menjadi sesuatu yang harus disembunyikan, bahkan wajar dipertontonkan di depan umum. 

5. Hubungan sesama jenis menjadi hal yang wajar

Saking maniaknya dengan pesta seks, berhubungan dengan lawan jenis rupanya belum tentu bisa memuaskan hasrat mereka. Hubungan seks dengan sesama jenis menjadi hal yang wajar dan juga kerap dipertontonkan di depan khalayak umum. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil-fosil yang diawetkan secara alami oleh lahar.

Nah, itulah tadi beberapa fakta mengejutkan mengenai Kota Pompeii yang diketahui sebagai pusat peradaban paling bejat di seluruh dunia. Peradaban di kota ini hilang akibat letusan gunung merapi dan hanya meninggalkan sejarah dengan berbagai kisah kelamnya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
104SHARES