Nggak Hanya Disney, H.C. Andersen Juga Terkenal dengan Dongengnya

09 Juli 2017
|Monica Petra

Mungkin kamu tau beberapa dongeng terkenal seperti The Little Mermaid, Thumbelina, Gadis Penjual Korek Api, dan Si Itik Burung Rupa. Kamu tau siapa orang di balik cerita sukses itu? Yup, dia adalah Hans Christian Andersen. Kebanyakan kita hanya tau Walt Disney sebagai pengarang kelas dunia dengan maha karyanya. Tetapi H.C. Andersen juga ternyata memiliki karya-karya yang mendunia dan sudah banyak difilmkan atau dibuat bukunya.

Lahir di Odense, Denmark pada tahun 1805, Hans Christian Andersen menulis travelogues, drama, novel, puisi, dan banyak dongeng yang paling terkenal di dunia. Andersen telah membuat banyak orang senang, dari yang muda hingga orang tua dan dari generasi ke generasi. Sementara dongeng yang dia ciptakan tidak selalu memiliki akhir cerita yang bahagia seperti kebanyakan versi kontemporer, mereka sering mengandung pelajaran moral, atau terkadang mereka hanya memiliki nilai hiburan murni. Nah, yuk tengok beberapa karyanya yang lain yang pastinya juga menarik dan mungkin belum pernah kamu tau di bawah ini.

1. The Nightingale

Terinspirasi oleh Jenny Lind, seorang penyanyi opera Swedia, yang dengannya Hans Christian Andersen jatuh cinta. The Nightingale menceritakan tentang Kaisar China yang mendengar seekor burung bulbul bernyanyi, mengatakan bahwa itu adalah suara terindah yang pernah dia dengar. Burung bulbul setuju untuk datang ke istana kaisar dan bernyanyi, bahkan tinggal di sana.

Sampai suatu hari, burung mekanis (mainan yang bisa nyanyi) diberikan kepada kaisar yang kemudian menyingkirkan burung bulbul tersebut. Suatu hari burung mekanisnya rusak, dan kaisar menjadi sakit-sakitan sehingga dia sekarat. Burung bulbul pun memaafkan kaisar karena lebih memilih burung mekanis, ia kembali bernyanyi, menyembuhkan kaisar.

2. The Flying Trunk

The Flying Trunk adalah sebuah cerita yang menarik tentang seorang pemuda yang bersenang-senang melalui warisannya dengan menyamar, membuat banyak uang, melemparkan emas ke laut, dan macam-macam. Setelah beberapa saat, dia tidak punya apa-apa lagi kecuali pakaian di tubuhnya dan sebuah koper, yang diberikan oleh salah satu temannya. Koper yang ia miliki bukan barang biasa melainkan bisa terbang.

Dia pergi ke Turki dan bertemu dengan putri raja yang ingin dia nikahi. Untuk menikahi dia, si pemuda harus menceritakan pada orang tua sang putri sebuah cerita, dia pun bercerita. Mereka pun merestui si pemuda untuk menikahi putri mereka, dan si pemuda merayakannya dengan terbang di atas area sambil menyalakan kembang api. Begitu sampai di darat, kopernya terbakar, hangus di tanah dan tidak bisa terbang ke menara untuk melihat sang putri. Sebaliknya, dia lalu berkeliling dunia untuk menceritakan kisah-kisah sepanjang sisa hidupnya.

3. Little Ida's Flowers

Salah satu karya Hans Christian Andersen yang cukup awal, Little Ida's Flowers adalah kisah menawan tentang nama gadis kecil Ida yang bertanya-tanya mengapa bunganya sekarat. Sedih karena fakta bahwa bunganya layu, dia beralih ke seorang murid sekolah untuk mendapatkan jawaban. Agar lebih mudah mengatasi kesedihannya, murid itu menceritakan sebuah kisah bahwa setiap malam bunga-bunga pergi ke sebuah pesta dansa di mana mereka berdansa semalaman.

Malam itu, Ida pun melihat bunganya, beserta bonekanya, menari dan bersenang-senang. Bunga-bunga itu memberi tahu boneka itu bahwa mereka akan meninggal esok harinya dan membiarkan Ida tahu. Ida mengubur bunganya keesokan harinya.

4. The Princess and The Pea

Putri dan Pea adalah dongeng yang sangat pendek tentang seorang pangeran yang mencari putrinya - seorang 'putri sejati' - tapi tidak pernah menemukan gadis yang tepat, karena dia selalu menemukan sesuatu yang salah dengan mereka. Suatu malam, seorang putri tiba di istana raja dan ratu. Tatapannya acak-acakan karena hujan dan badai angin, gadis ini mengatakan bahwa dia adalah 'putri sejati'. Namun, sang ratu tidak mempercayainya.

Sebuah kamar tidur disiapkan untuk sang putri dan termasuk tempat tidur dengan kacang polong yang ditutupi oleh 20 kasur dan 20 tempat tidur bulu. Keesokan paginya sang putri mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur karena dia merasakan kacang itu di bawah tempat tidurnya sepanjang malam. Karena dia peka, dia dianggap 'putri sejati' dan menikahi pangeran. Ini adalah dongeng pendek yang bagus untuk mengingatkan orang agar tidak menghakimi orang lain dengan penampilan mereka.

5. Five Peas in a Pod

Juga dikenal dengan The Pea Blossom, sebuah versi di mana referensi religius telah dibawa keluar. Five Peas in a Pod adalah kisah singkat yang menyenangkan tentang lima kacang polong yang dilepaskan dari polong mereka. Dua dari kacang polong tidak sabar untuk pergi dan menjelajahi dunia, sementara dua lainnya ingin melangkah lebih jauh dari pasangan sebelumnya. Kacang terakhir memiliki respon santai dengan motto: 'Apa yang akan terjadi, terjadilah', tidak memikirkan dirinya sendiri. Dia berakhir di bawah jendela Garret di mana seorang wanita malang tinggal dengan putrinya, yang sakit parah. Kacang kelima mulai tumbuh daun, hidup bersama si anak yang sakit, dan kemudian secara ajaib sembuh.

Jadi, buat kamu para penggemar dongeng tentu sudah tidak asing lagi kan dengan nama H.C. Andersen? Dongeng apa yang menjadi favorit kamu? Gimana pun juga, karya-karya H.C Andersen ini tidak pernah lekang oleh waktu dan selalu dikenang sepanjang masa karena sarat dengan pesan moral. Banyak orang yang mengagumi keindahan karya-karya H.C. Andersen ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
SHARES