Nggak Habis Pikir, 6 Kota di Dunia Ini Melarang Warganya Meninggal. Kenapa Ya?

10 Desember 2017
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Di dunia ini, tidak ada yang tahu kapan dirinya akan meninggal karena kematian adalah rahasia Tuhan. Orang juga tidak bisa mengatur kapan, di mana, dan bagaimana ia akan mati. Tapi, beberapa kota di dunia ini ada yang melarang warganya untuk meninggal . Dengan kata lain, warga di kota-kota tersebut tidak boleh mati di kotanya sendiri. Kok bisa ya ada aturan aneh seperti ini? Yuk langsung kita simak bersama.

1. Kepulauan Svalbard, Norwegia

Di Kepulauan Svalbard, Norwegia, warganya dilarang untuk mati. Kuburan di kota Longyearbyen, ibukota Kepulauan Svalbard, telah berhenti menerima jenazah sejak 70 tahun yang lalu. Kebijakan tersebut diterapkan karena mayat tidak bisa membusuk jika dikubur di kota tersebut. Tanah yang dingin di kota ini membuat mayat susah untuk busuk. Pada tahun 1917 hingga 1920, warga kota Longyearbyen banyak yang tewas karena influenza. Setelah dikubur, mayat-mayat tersebut tidak membusuk. Pemerintah pun akhirnya memutuskan untuk membuat undang-undang yang melarang warganya mati.

2. Itsukushima, Jepang

Itsukushima menjadi salah satu tempat suci yang ada di Jepang. Karena dianggap suci, semua warganya diwajibkan untuk memeliharanya. Selain itu, sang pemimpin kuil juga selalu memastikan bahwa tidak ada kematian di tempat itu. Larangan itu sudah berlaku sejak tahun 1878. Selain kematian, kelahiran juga dilarang untuk terjadi di Itsukushima. Jadi di Itsukushima, perempuan hamil tua, orang tua, atau orang yang sakit parah tidak boleh berkunjung.

3. Falciano del Massico, Italia

Falciano del Massico merupakan kota kecil yang berada di Italia bagian selatan. Di kota kecil ini, orang juga dilarang meninggal. Alasannya adalah, sudah tidak ada ruang yang tersisa untuk dijadikan pemakaman. Bahkan, warga kota tersebut pernah bersengketa dengan kota tetangga berkaitan dengan lahan pemakaman. Walikota berusaha membangun pemakaman baru di tahun 2012. Sebelum pemakaman tersebut selesai, warga kota ini dilarang untuk meninggal.

4. Sarpourenx, Perancis

Di negara Perancis, juga ada tempat yang melarang warganya mati. Sarpourenx, sebuah desa yang terletak di barat daya Perancis, melarang warganya untuk meninggal. Larangan tersebut sebagai akibat dari putusan pengadilan yang menolak izin perencanaan untuk memperluas lahan pemakaman. Sang Walikota, Gerard Lalanne, menerapkan larangan ini dengan serius. Ia akan memberikan sanksi bagi warganya yang berani mati, meski tak jelas bentuk sanksinya. Iyalah, mau beri sanksi apa coba sama mayat?

5. Andalusian Town of Lanjaron, Spanyol

Malaikat maut juga dilarang hadir di Andalusian Town of Lanjaron, Spanyol. Sama halnya dengan kota-kota sebelumnya, kota ini juga memiliki masalah kekurangan lahan pemakaman. Sampai saat ini, jumlah penduduk di tempat ini mencapai 4.000 jiwa. Larangan mati ini diakui oleh Walikota sebagai larangan yang aneh. Rencananya, pemerintah di kota ini akan membangun lahan pemakaman baru.

6. Biritiba-Mirim, Brazil

Negara Brazil juga memiliki masalah kekurangan lahan pemakaman. Bahkan kabarnya ada 20 kota yang kekurangan lahan pemakaman. Salah satu kota di Brazil, Biritiba-Mirim, membuat undang-undang yang isinya melarang warganya untuk meninggal. Larangan itu dibuat untuk mengatasi masalah kekurangan lahan pemakaman. Walikota akan mengajukan denda kepada kerabat jenazah untuk mendapatkan tempat pemakaman.

Gawat juga ya kalau urusan maut saja diatur? Masa iya mayat harus dibawa keluar kota untuk dimakamkan? Sebenarnya, aturan aneh ini pertama kali ada dan diterapkan di kota Delos, Yunani, pada abad ke-5. Semoga saja, Indonesia kedepannya nggak perlu membuat larangan untuk meninggal ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES