Nggak Cuma Festival Bunga, 8 Festival Musim Semi di Dunia Ini Juga Heboh!

26 Februari 2018
|Median

Musim semi adalah musim yang sangat dinanti-nanti di negara-negara empat musim. Selain bunga-bunga yang indah bermekaran, musim semi memberikan keceriaan dan kebebasan berjalan-jalan di luar rumah. Nggak seperti musim dingin yang bikin kita enggan untuk bepergian. Di musim semi, ada banyak festival bunga yang dapat kita jumpai. Selain festival bunga, banyak juga tradisi dan festival musim semi lainnya yang ada di berbagai negara empat musim. Berikut delapan di antaranya. Yuk, simak!

1. Marzanna di Polandia

Marzanna adalah nama boneka yang biasanya terbuat dari jerami yang menyimbolkan musim dingin yang “suram”. Pada hari pertama musim semi, penduduk Polandia akan mengarak boneka-boneka Marzanna lalu melemparkannya ke sungai. Tradisi ini telah ada sejak abad ke-16. Selain di Polandia, tradisi menyambut musim semi seperti ini juga ada di Republik Ceko, Lithuania, dan Slovakia dengan nama yang berbeda.

2. Sechseläuten di Swiss

Di Kota Zurich, penduduk merayakan kedatangan musim semi dengan festival yang disebut Sechseläuten. Penduduk akan berkumpul untuk merayakan kepergian musim dingin dengan menyaksikan berbagai parade musik jalanan. Puncak festival ini adalah membakar boneka berbentuk manusia salju, Böögg, sebagai peresmian bahwa musim dingin telah pergi. Sechseläuten ini setiap tahunnya diadakan setiap hari Minggu ketiga di bulan April.

3. Holi di India

Holi disebut juga sebagai Festival Warna. Festival yang dilakukan umat Hindu di India ini biasanya berlangsung pada bulan Februari atau awal Maret. Pada puncak acara Festival Holi, penduduk akan beramai-ramai di jalanan dan saling melemparkan bubuk atau cairan berwarna-warni. Makna di balik tradisi ini adalah untuk membuang segala perasaan negatif dan kesulitan di masa lalu untuk menuju hari baru yang penuh warna dan harapan.

4. Whuppity Scoorie Day di Skotlandia

Whuppity Scoorie Day adalah perayaan penyambutan musim semi yang sudah lama ada di Lanark, Skotlandia. Setiap tanggal 1 Maret ketika menjelang senja, anak-anak biasanya akan berkumpul di sekitar gereja lalu setelah lonceng berdentang tepat pukul 6 sore, mereka berlarian sambil mengayun-ayunkan bola kertas yang telah digantung di tali. Selain sebagai bentuk ucapan selamat tinggal pada musim dingin, tradisi ini adalah sebagai simbol untuk membunuh kekuatan jahat selama waktu sebelum musim semi tiba.

 

5. Cimburijada di Bosnia

Di Bosnia, terutama di Kota Zenika, setiap menjelang musim semi selalu diadakan festival tahunan yang dikenal dengan Cimburijada atau Festival Telur Dadar. Pada festival ini, ribuan telur dimasak dan dibagikan secara gratis kepada setiap orang yang hadir. Telur adalah simbol kehidupan baru. Jadi, Cimburijada bermakna untuk menyambut musim semi, musim baru yang diharapkan menjadi titik baru juga dalam kehidupan.

6. Barba Marta Day di Bulgaria

Menurut cerita rakyatnya, Baba Marta adalah seorang nenek rewel yang harus diperlakukan dengan baik karena jika tidak, maka sang nenek akan memberi lebih banyak hari musim dingin yang suram. Cerita rakyat tersebut lalu diadopsi sebagai tradisi untuk menyambut musim semi. Di Barba Marta Day, orang-orang Bulgaria mengenakan martenitsa, gelang berwarna merah dan putih yang melambangkan kesehatan dan kesuburan. Mereka juga akan membagikan gelang merah dan putih pada orang-orang terdekat yang dicintainya.

7. La Fallas di Spanyol

La Fallas diadakan di Kota Valencia ketika menjelang musim semi, sekitar tanggal 15—19 Maret setiap tahunnya. Perayaan ini menjadi salah satu festival tahunan di Spanyol yang besar. Festival ini sekaligus sebagai hari peringatan St. Joseph. La Fallas diakhiri dengan membakar fallas (boneka-boneka ukuran raksasa), aneka boneka ukuran kecil, dan patung-patung dari potongan kertas yang diisi petasan.

8. Spring Equinox di Meksiko

Pada ekuinoks musim semi, sekitar tanggal 20 dan 21 Maret, banyak orang Meksiko yang beramai-ramai menuju Piramida Matahari di kota tua suku Aztek, Teotihuacan. Piramida Matahari dianggap banyak orang Meksiko sebagai tempat suci dan energi para dewa. Mereka juga juga percaya bahwa sinar matahari yang bersinar di hari ekuinoks musim semi dapat memurnikan jiwa dan semangat manusia. Oleh karena itu, banyak orang yang berdatangan untuk memperoleh langsung energi matahari di Piramida Matahari.

Nggak melulu identik dengan bunga, banyak bentuk tradisi dan festival musim semi lainnya yang nggak kalah seru dan cerianya. Masing-masing punya caranya sendiri untuk menyampaikan kebahagiaan akan datangnya musim semi. Nggak kalah penting juga, kesadaran bahwa setiap orang juga punya musim seminya sendiri-sendiri, termasuk musim semi yang ada di hatimu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
SHARES