Meskipun Cantik, 7 Tentara Wanita Nazi Ini Sadisnya Bukan Main!

02 November 2017
|Meidiana
Eropa
0SHARES

Rasanya sangat mengerikan ya begitu mendengar kata “Nazi”. Bener banget sih memang. Kekejaman rezim Nazi ketika dulu berkuasa memang sangat luar biasa. Nggak bisa bayangin kalau dulu seluruh dunia sampai dikuasai Nazi beneran. Selain punya tentara pria yang sadis terhadap musuh dan tawanan perang, mereka juga punya tentara wanita yang juga nggak kalah sadisnya. Jangan salah, sebagian besar dari para tentara wanita Nazi bahkan diakui sebagai prajurit militer yang terlatih. Sekarang penasaran kan kira-kira siapa aja di antara para tentara wanita Nazi yang sadisnya nggak main-main? Langsung saja, ini dia sontekannya!

1. Irma Grese

Grese sudah menjadi pengikut Nazi sejak usia 18 tahun. Di adalah penjaga Schutzstaffel (SS), yakni sebuah organisasi keamanan dan militer milik Partai Nazi yang bertugas di kamp konsentrasi Ravensbruck dan Auschwitz. “Binatang” buas cantiknya Belsen merupakan julukannya yang sangat populer. Selama di Auschwitz dan Bergen-Belsen, Grese biasa menyiksa tahanan, seperti memukul, mencambuk, dan menembak. Lebih kejamnya lagi, dia suka sengaja tidak memberi makan anjingnya untuk kemudian dilepaskan ke dalam sel para tahanan yang kelaparan. Setelah perang berakhir, dia diadili dan dihukum gantung pada tanggal 13 Desember 1945 untuk mempertanggungjawabkan semua kejahatannya. Di usianya yang baru 22 tahun, Grese menjadi wanita termuda yang eksekusi mati waktu itu.

2. Dorothea Binz

Binz memulai karirmya sebagai penjaga kamp konsentrasi pada tahun 1939 yang tidak lama kemudian naik menjadi wakil kepala bangsal di Ravensbruck, lalu Buchenwald. Para tahanan menyebutnya sebagai Binz yang “pantang mundur” yang juga dikenal suka memukul, menembak, dan mencambuk tahanan perempuan. Bahkan, Binz dilaporkan pernah membunuh tahanan dengan menggunakan sebuah kapak! Pada akhir perang, dia melarikan diri, tapi berhasil ditangkap dan diadili. Binz lalu dieksekusi mati pada tanggal 2 Mei 1947.

3. Rute Closius-Neudeck

Sejak bergabung pada tahun 1944, ranking kedudukan Neudeck meningkat pesat. Dengan cepat dia telah menjadi pemimpin di salah satu kamp di Ravensbruck. Awalnya, Neudeck hanya bertugas untuk menyeleksi tahanan Yahudi yang pantas atau tidaknya untuk dimasukkan ke dalam ruangan berisi gas beracun, tetapi lama-lama dia tertarik untuk melakukan penyiksaan secara langsung. Ketika di pengadilan, salah satu tahanannya bersaksi bahwa banyak di antara para tahanan yang menyaksikan Neudeck menggorok tenggorokan seorang tahanan dengan menggunakan ujung sekop yang tajam. Dia akhirnya dihukum gantung setelah sebelumnya mencoba untuk melarikan diri.

4. Maria Mandel

Mandel memegang posisi di berbagai kamp konsentrasi sebelum ditunjuk menjadi komandan perempuan di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau. Mendel banyak dikatakan saksi sebagai seorang pembunuh-psikopat. Setiap tahanan wanita yang berani menatap matanya akan langsung dieksekusi mati. Dari rentang tahun 1942—1945, dia secara langsung bertanggung jawab atas kematian lebih dari 500.000 tahanan. Tidak lama setelah perang selesai, Mandel tertangkap oleh tentara AD Amerika Serikat pada tanggal 10 Agustus 1945 yang kemudian diserahkan kepada pemerintah Polandia. Setelah diadili, Mandel dieksekusi mati atas kejahatan luar biasanya pada tanggal 24 Januari 1948.

5. Wanda Klaff

Sebelum bertugas di Stutthoff dari tahun 1944 sampai akhir perang pada tahun 1945, Klaff bekerja di pabrik selai. Selama bertugas sebagai pengawas tahanan, Klaff sering melakukan penyiksaan terhadap para tahanan. Klaff akhirnya ditangkap oleh pejabat Polandia untuk kemudian dihukum atas kejahatan yang telah dilakukannya. Menariknya, dengan tanpa rasa bersalah, Klaff selama sidang mengatakan bahwa dirinya sangat cerdas dan sangat mengabdikan diri pada pekerjaannya selama di kamp-kamp dan dia juga mengaku selalu memukul tahanan setidaknya dua kali sehari. Klaff pun akhirnya digantung, seperti pelaku kejahatan Nazi lainnya pada tanggal 4 Juli 1946 di umur 24 tahun.

 

6. Hildegard Lachert

Dimulai pada tahun 1942, kebrutalan masa muda wanita cantik ini selama berada di Ravensbruck, Majdanek, dan Auschwitz benar-benar tidak diragukan lagi. Lachert dikenal sebagai wanita buas yang suka menyiksa dan membunuh tahanan dengan tangannya sendiri. Setelah perang usai, Lachert dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, tetapi kemudian dibebaskan pada tahun 1956 karena korbannya hanya sembilan orang. Hanya? Iya, dibandingkan dengan lainnya yang membunuh lebih banyak, bahkan ada yang sampai puluh ribuan orang, sembilan orang dulu itu dianggap sedikit. Masa kebebasannya pun tidak lama karena pada tahun 1975, dia kembali diadili dan dihukum 12 tahun penjara karena pernah melepaskan anjingnya ke sel tahanan dan melakukan penganiayaan umum.

7. Herta Oberheuser

Oberheuser bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz dan Ravensbruck dari tahun 1940—1943. Dia melakukan eksperimen terhadap para tahanan dengan penekanan pada penemuan metode pengobatan yang lebih baik. Akan tetapi, eksperimen medis yang dilakukannya justru sangat mengerikan. Oberheuser juga membunuh anak-anak sehat dengan suntikan minyak dan evipan, lalu melepaskan anggota badan dan organ vital mereka. Ketika rezim Nazi jatuh, dia didakwa di pengadilan dokter Nuremberg dengan dijatuhi hukuman selama 20 tahun penjara yang kemudian dikurangi menjadi lima tahun karena berkelakuan baik. Pada tahun 1958, izin dokternya dicabut dan dia pun meninggal pada tahun 1978.

Nggak main-main bener kan sadisnya? Wah, saking sadisnya sampai nggak ngerti lagi harus ngomong apa. Wanita memang nggak boleh kalah kuat dari pria, tapi kalau ini mah sudah kelewat keterlaluan, ya. Semoga para korban kejahatan perang Nazi yang telah tiada diberi kemuliaan di alam sana. Bagi korban yang masih hidup juga semoga selalu diberi kelapangan dan kesembuhan akan luka di masa lalunya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES