Hampir Membuat Eropa Musnah, Inilah 5 Fakta Mengerikan Black Death

08 Oktober 2017
|Pandu Rijal Pasa
0SHARES

Saat ini bisa dibilang Eropa masih menjadi benua yang paling nyaman untuk dijadikan tempat tinggal di mana orang-orang banyak yang memimpikan untuk tinggal di sana. Namun, pada abad ke-13 lalu, benua ini pernah menjadi tempat paling buruk yang pernah ada di mana saat itu ada wabah mengerikan yang melanda bernama Black Death. Ini adalah wabah penyakit yang sangat mematikan di mana sepertiga hingga dua per tiga penduduk Eropa tewas pada saat itu. Selain itu, ada fakta-fakta mencengangkan lain dari wabah mematikan yang pernah menyerang benua biru ini. Apa sajakah itu? Yuk, kita kepoin bareng!

1. Jumlah korban

Sudah sempat disinggung di bagian pembuka di atas bahwa wabah ini membunuh sepertiga penduduk Eropa. Bahkan, ada yang menyebutkan dua per tiganya. Para peneliti menduga jumlah penduduk yang tewas karena penyakit mematikan ini adalah sekitar 75 hingga 200 juta jiwa. Jumlah ini sangat fantastis. Bahkan, jumlah ini jauh lebih besar dari 62 juta jiwa yang menjadi korban perang paling besar dalam sejarah, yaitu perang dunia kedua.

2. Penyebab penyakit

Para peneliti kemudian melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk menemukan apa yang menjadi penyebab atas tragedi kematian puluhan hingga ratusan juta orang tersebut. Akhirnya, para peneliti menyimpulkan bahwa Black Death ini diawali oleh semacam bakteri yang bernama Yersinia Pestis. Diduga, bakteri ini dibawa oleh lalat, lalu disebarkan oleh tikus rumahan. Hal ini sebenarnya sangat masuk akal mengingat sanitasi sebagian besar penduduk Eropa saat itu memang sangat buruk.

3. Gejala penularan

Tahapan awal yang timbul dari serangan penyakit ini adalah kontak langsung manusia dengan tikus ataupun serangga yang biasanya melalui gigitan. Kemudian, korban akan merasa sakit luar biasa dan terjadi pembengkakan parah di seluruh tubuh. Bengkaknya bisa sebesar telur atau apel. Kondisi ini bisa sampai seminggu dan jika tidak ada upaya penyembuhan, maka penderita penyakit ini akan meregang nyawa begitu saja.

4. Pengobatan yang tak masuk akal

Para dokter saat itu sebenarnya sudah mengusahakan apa yang mereka bisa. Hanya saja keterbatasan ilmu medis pada saat itu membuat dokter tidak bisa membantu banyak. Bahkan, ada juga saran pengobatan yang tidak masuk akal di mana para pasien diminta untuk mengenakan topeng khusus. Bentuknya mirip burung yang memiliki paruh dan di bagian dalam paruhnya bisa ditaruh lavender untuk bebauan. Jelas saja tidak ada pengaruh apapun untuk penyembuhan, kan?

5. Black Death adalah kutukan

Saat wabah ini sudah semakin menggila serta orang-orang tidak tahu apa yang harus diperbuatnya, maka mereka membuat asumsi bahwa wabah ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan kutukan dari Tuhan. Terlepas dari apakah mereka memang banyak melakukan dosa, jika ditinjau dari kacamata sains tentu saja tidak ada korelasinya. Meskipun begitu, asumsi tersebut sangat kuat dan kemudian dikaitkan dengan orang-orang Yahudi di sana.

Wabah yang bertahan hampir empat tahun di Eropa ini ternyata juga sempat menyerang India hingga Tiongkok. Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa besar ini adalah tentu kita harus menciptakan lingkungan yang bersih serta nyaman ditinggali sehingga kita tidak perlu lagi mengalami kejadian buruk semacam itu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pandu Rijal Pasa
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES