Desa Giethoorn di Belanda Ini Jalan Rayanya Digantikan dengan Kanal Kecil. Kayak Venesia!

19 Maret 2018
|Galih Wisnu Brata
46SHARES

Jika mengingat Belanda pasti yang muncul di benak kita adalah kincir angin. Nggak salah sih, Negara Oranye ini memang dijuluki Negeri Kincir Angin karena terdapat banyak kincir angin. Selain kincir angin, di Belanda juga ada sebuah desa yang menarik lho. Desa tersebut bernama Giethoorn. Lantas apa ya yang menarik dari desa ini? Daripada penasaran simak nih ulasannya.

Desa Giethoorn, Zwolle terletak di provinsi Overijssel, Belanda. Desa ini berada tidak jauh dari Kota Amsterdam. Meski tak jauh dari kota, di desa ini tidak terdapat jalan raya. Terus gimana ya transportasinya?

Giethoorn dikelilingi oleh sungai-sungai kecil. Warga setempat memanfaatkan whisper boats sebagai alat transportasi. Disebut whisper boats karena perahu tersebut mengeluarkan suara yang halus sehingga kebisingan bisa terhindarkan. Selain memanfaatkan perahu, jembatan lengkung yang terbuat dari kayu juga bisa digunakan untuk berlalu lalang.

Giethoorn didirikan oleh sekelompok orang yang terusir dari Mediterania. Desa ini mulai dibangun sekitar tahun 1230. Dahulu, warga menggali lubang di jalan untuk mendapatkan humus. Namun, cuaca yang buruk membentuk lubang-lubang menjadi genangan air. Secara perlahan, lama kelamaan seluruh jalan di desa ini menjadi kanal seperti sekarang.

Karena Desa Giethoorn tampak seperti kota air, Giethoorn dijuluki Venesia dari Belanda. Di desa ini terdapat kanal utama yang membentang sepanjang 7,5 km. Dari kanal utama tersebut terdapat cabang-cabang yang mengelilingi desa.

Desa ini dilirik oleh dunia semenjak dibuat film oleh Bert Haanstra yang ditayangkan dalam Festival Film Fanfare. Desa ini jadi terkenal sejak tahun 1958.

Unik banget ya desanya? Dunia memang dipenuhi berbagai keunikan dan keajaiban seperti yang ada di desa ini. Meski mungkin kesannya repot karena kemana-mana harus pakai perahu, tapi 'kekurangan' ini justru menjadikan Desa Giethoorn unik dan menarik. Jadi, bagi kamu yang merasa punya 'kekurangan', nggak perlu minder. Kita bisa kok jadikan 'kekurangan' itu sebagai nilai unik yang membedakanmu dari milyaran manusia lain.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
46SHARES