70 Tahun Menikah, Inilah 7 Fakta Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip. Relationship Goal!

23 November 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Kalau mendengar relationship goal dan yang ada di pikiranmu adalah pasangan remaja yang bermesraan di sosial media, duh buang jauh-jauh deh bayangan seperti itu. Justru ada yang benar-benar relationship goal nih, yaitu Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip yang baru-baru ini merayakan ulang tahun pernikahannya ke-70. Wow, 70 tahun bukan waktu yang sebentar untuk mempertahankan pernikahan. Belum lagi sang istri adalah pimpinan negara selama puluhan tahun. Pasti nggak mudah dong? Simak fakta hubungan mereka berikut ini, yuk!

1. Ternyata mereka ada hubungan kekerabatan

Yap, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip sebenarnya adalah sepupu. Tapi bukan sepupu dekat, melainkan ada sepupu kedua dari Raja Christian IX dari Denmark dan sepupu ketiga dari ibu buyutnya, Ratu Victoria. Menariknya lagi, Ratu Victoria menikahi sepupunya yaitu Pangeran Albert of Saxe-Coburg and Gotha pada tahun 1840. Memang silsilahnya agak membingungkan, tapi yang pasti Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip memiliki ikatan kekerabatan.

2. Mereka bertemu saat Elizabeth masih kecil

Pada tahun 1934, mereka berdua pertama kali dikenalkan pada saat acara pernikahan sepupunya Philip yaitu Putri Marina of Greece and Denmark dengan Pangeran George, adipati kerajaan Kent (pamannya Elizabeth). Saat itu, Elizabeth masih berusia 8 tahun. Kemudian mereka bertemu lagi lima tahun kemudian, pada pertemuan di Royal Naval College, Dartmouth pada Juli 1939. Elizabeth berusia 13 tahun dan Philip berusia 18 tahun. Sejak saat itu, mereka jatuh cinta dan mulai saling berkirim surat. Romantisnya udah dari zaman puber!

3. Pernikahan mereka menuai kontroversi

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1946, Philip meminta restu Raja George VI untuk menikahi putrinya, Elizabeth. Raja pun mengabulkannya dengan syarat pertunangan resminya harus ditunda hingga Elizabeth berusia 21 tahun saat bulan April berikutnya. Orang tua Elizabeth menganggap ia masih terlalu muda untuk menikah dan merasa kecewa dengan keinginan putrinya yang ingin menikahi lelaki yang pertama kali ditemuinya. So sweet gitu, ya?

Akhirnya mereka resmi bertunangan pada Juli 1947, namun tersiar kabar bahwa Philip merupakan orang Jerman. Maka dari itu, banyak penasihat kerajaan yang menganggap bahwa Philip nggak pantas untuk Elizabeth karena Philip lahir di luar negeri, nggak punya harta yang banyak, dan ketiga saudara perempuannya menikah dengan pangeran-pangeran dari Jerman (beberapa terikat dengan Nazi). Namun cinta mereka nggak tergusur begitu aja karena kabar tersebut. Salut!

4. Phillip rela meninggalkan gelarnya sebelum menikah

Terlahir dengan gelar kerajaan, “Prince Philip of Greece and Denmark”, Philip meninggalkan gelar tersebut pada tahun 1947 dalam upaya untuk dapat terlihat baik di media dan berbaur secara perlahan ke dalam keluarga tunangannya. Philip memakai nama dengan gelar Letnan Philip Mountbatten, mengadopsi nama keluarga ibunya yang berasal dari keluarga Inggris. Ia juga beralih dari Ortodoksi Yunani ke Anglikanisme. Demi cintanya pada Elizabeth, apapun akan dilakukan, sampai gelar kehormatan pun direlakan!

5. Beberapa anggota keluarga nggak diundang ke pernikahan mereka

Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II akhirnya menikah di Westminster Abbey pada 20 November 1947. Berhubung pernikahan tersebut terjadi dua tahun setelah PD II berakhir, jadi agak sungkan untuk mengundang keluarga Philip yang dari Jerman untuk ke pernikahannya. Selain itu, pamannya Elizabeth, Raja Edward VIII, yang telah turun tahta pada Desember tahun 1936 juga nggak termasuk dalam daftar undangan. Tapi itu semua nggak mengganggu khidmatnya janji suci yang mereka ucapkan di altar pernikahan.

6. Mereka memiliki anak nggak lama setelah menikah

Buah hati mereka hadir tak lama setelah menikah. Elizabeth dan Philip dikaruniai seorang putra, yaitu Pangeran Charles pada 14 November 1948. Artinya 6 hari menjelang ulang tahun pernikahan mereka yang pertama, keluarga mereka diramaikan oleh kehadiran seorang anak. Dua tahun kemudian, Elizabeth  dan Philip melahirkan anak kedua mereka yaitu Putri Anne. Sejak saat itu, keluarga mereka terasa lengkap. Meski pernah beberapa bulan Elizabeth dan Philip tinggal berlainan tempat dengan anak-anak mereka karena Elizabeth menemani Philip yang ditugaskan di Malta sebagai perwira Angkatan Laut Kerajaan.

7. Sebenarnya Pangeran Phillip agak gimana gitu saat Elizabeth menjadi ratu

Setelah meninggalnya Raja George, Elizabeth naik tahta menjadi Ratu Elizabeth II. Banyak kabar yang beredar bahwa Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip sempat berargumen tentang nama belakang anak-anaknya kelak. Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan nenek Elizabeth, Ratu Mary, memilih untuk menjaga nama keluarga sebagai House of Windsor (bukan House of Mountbatten). Pangeran Philip pun pernah dikabarkan merasa kesal karena ia merasa bahwa ia nggak punya hak untuk memberikan nama pada anak-anaknya sendiri. Setelah meninggalnya Ratu Mary, akhirnya diputuskanlah nama belakang Mountbatten-Windsor untuk nama belakang anak laki-laki mereka yang tak bergelar kerajaan. Agak rumit sih tapi mereka berhasil melalui semua itu!

Kisah cinta mereka memang seperti di negeri dongeng. Keduanya merupakan figur yang patut dicontoh dalam hubungan. Nggak peduli sekuat apapun badai menerjang, cinta mereka tetap solid dan terus ada bahkan setelah 70 tahun pernikahan. Relationship goal abis!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES