Wajar di Negara Lain, Beberapa Hal Ini Justru Dilarang Keras di Arab Saudi

05 Oktober 2017
|Atik Kencana S.
Asia
0SHARES

Belakangan ini kabar gembira diterima oleh warga Arab Saudi, terutama perempuan. Pasalnya, setelah sekian lama perempuan dilarang untuk menyetir kendaraan, larangan tersebut dicabut oleh pemeritahan setempat. Pencabutan larangan tersebut diakibatkan protes keras kaum perempuan atas batasan-batasan yang ada di negara tersebut. Ke depannya, hak-hak perempuan akan lebih ditingkatkan. Mulai dari masuk stadion olahraga dan lainnya.

Namun, terlepas dari satu larangan yang sudah berhasil dicabut, masih ada beberapa hal yang dilarang di Arab Saudi. Padahal, hal-hal tersebut dianggap wajar apabila dilakukan di negara lain. Apa saja, ya? Yuk, kepoin bareng YuKepo!

1. Hari Valentine

Setiap tanggal 14 Februari, baik toko bunga maupun toko suvenir dilarang untuk menjual bunga mawar merah atau apa pun yang berbentuk hati. Larangan tersebut dikeluarkan oleh Committee for The Promotion of Virtue and the Prevention of Vice (CPVPV) atau yang lebih dikenal sebagai polisi agama. Apabila melanggar, hukumannya akan mengarah pada penutupan toko. Selain itu, di hari Valentine tersebut, orang-orang terutama anak sekolah tidak diperkenankan menggunakan sesuatu yang berunsur warna merah. Alasannya adalah untuk mencegah orang-orang merayakan hari Valentine karena bukan termasuk dalam perayaan umat Islam.

2. Bioskop

Keberadaan bioskop di negara ini sangat dilarang. Sekalipun ada, bioskop hanya ada pada perumahan swasta, seperti di Kamp Saudi Aramco. Alasan pelarangan salah satu situs hiburan ini adalah untu mencegah pria dan wanita berbaur tanpa pengawasan yang akan merujuk pada tindakan amoral. Bahkan, banyak orang Arab Saudi yang pergi ke Negara Bahrain untuk sekedar menonton film.

3. Sekolah Musik

Musik merupakan hal yang legal di negara ini pada industri musik aktif. Musik dianggap ilegal pada sekolah formal untuk mengajar seni musik. Di negara ini, banyak imam besar yang melarang peredaran musik. Selain itu, toko-toko di negara ini juga tidak memainkan musik supaya tidak menyinggung para pelanggannya. Gak heran kalau di sekolah maupun universitas tidak ada yang mengajarkan musik karena kurikulumnya haris sesuai dengan hukum Islam. Biasanya, warga Arab Saudi yang mahir dalam musik belajar secara otodidak atau belajar di luar negeri. 

4. Wanita berpergian tanpa dampingan

Di negara yang kaya raya ini, perempuan tidak dibenarkan melakukan perjalanan sendiri tanpa disertai formulir khusus. Larangan ini baru akan dicabut ketika wanita sudah berumur 45 tahun. Di bawah usia tersebut, wanita harus berpergian dengan didampingi oleh ayah atau suami yang memegang formulir yang ditandatangani oleh wali laki-laki. Hal tersebut disebabkan masyarakat memandang mobilitas perempuan dapat mengundang tindakan amoral. 

5. Larang perempuan jalan-jalan ke taman

Negara Arab Saudi melarang para perempuan untuk berekreasi di taman-taman. Larangan ini berlaku bagi perempuan yang usianya di atas dua belas tahun. Larangan ini dikeluarkan oleh Badan Amar Makruf Nahi Munkar. Jika larangan ini dilanggar, badan tersebut akan ditutup selamanya atau membayar sejumlah denda.

6. Melarang gay dan perempuan tomboy untuk bersekolah

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan bagi para gay dan perempuan tomboy untuk menempuh pendidikan, baik di sekolah maupun di universitas, sampai mereka mengubah perilaku dan penampilan. Pemerintah juga sudah menginstruksikan seluruh sekolah dan universitas untuk tidak menerima murid gay dan perempuan tomboy. Hal tersebut menjadi salah satu cara Arab Saudi untuk memerangi fenomena LGBT yang sedang marak di dunia.

7. Da’i dilarang jadi bintang iklan

Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan larangan mengenai da’i atau pemuka agama menjadi model iklan perusahaan penyelenggara haji atau umroh. Kementerian tersebut memberikan peringatan bahwa perusahaan penyelenggara yang melanggar aturan akan dilarang memberikan akomodasi pada jamaah haji di sekitar Masjidil Haram dan tempat lainnya. Perusahaan penyelenggara boleh saja menunjuk da’i terkemuka untuk menjadi pembimbing haji, bukan sebagai daya tarik untuk kegiatan berhaji atau umroh.

Nah, itulah tadi beberapa larangan yang diberlakukan di Arab Saudi, namun dianggap wajar di negara lain. Beberapa peraturan di atas memang kebanyakan untuk mengatur perempuan untuk tidak melakukan hal-hal yang dapet melanggar norma. Kalau peraturan di atas diberlakukan di Indonesia, kamu bakalan siap gak?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES