Tradisi Pernikahan Hantu di China ini Romantis, Tapi Juga Mengerikan

08 Juli 2017
|Romlah Sundari
157SHARES

Cina memang negara yang mengejutkan dengan berbagai hal-hal ajaib yang hanya dapat ditemukan di negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia ini. Mulai dari kulinernya yang ajaib seperti telur yang direbus dalam air seni bocah laki-laki perjaka, hingga tradisi-tradisi ajaib lainnya seperti menguburkan mayat dengan uang dan perhiasan sebagai bekal untuk hidup di alam lain. Tradisi terkait kematian seorang anggota keluarga di Cina ternyata tidak hanya berhenti disitu. Selain turut menguburkan harta benda dan benda-benda kesayangan sang jenazah, ternyata terdapat tradisi untuk mencarikan pasangan bagi mereka yang meninggal saat masih belum menikah. Tradisi ini banyak dikenal sebagai pernikahan hantu.

Pernikahan hantu merupakan tradisi menikahkan dua mayat atau menikahkan seorang perempuan hidup dengan mayat laki-laki. Tradisi ini sudah ada di Cina sejak zaman dahulu kala. Masyarakat Cina percaya bahwa mencarikan pasangan untuk anggota keluarganya yang meninggal saat masih lajang merupakan bagian dari tanggung jawab pihak keluarga. Selain itu, terdapat juga kepercayaan bahwa jika anggota keluarga yang meninggal tidak dipenuhi semua keinginannya, maka akan membawa ketidakberuntungan bagi pihak keluarga.

Karena kepercayaan-kepercayaan ini, maka keluarga di Cina akan rela melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan banyak uang demi menemukan pasangan bagi anggota keluarganya yang sudah meninggal. Praktik pernikahan hantu ini terkadang juga dilakukan demi alasan-alasan lain seperti memastikan anak perempuan yang sudah meninggal dapat memiliki garis keturunan, atau memastikan bahwa seorang anak laki-laki tidak menikah lebih dulu dari kakak laki-lakinya yang meninggal saat masih bujangan.

Namun untuk menemukan seorang perempuan hidup yang mau menikahi mayat laki-laki, ataupun mayat perempuan yang masih lajang, bukanlah perkara mudah. Karena tradisi ini, Cina mengalami banyak pencurian kuburan dan bahkan sempat terjadi beberapa kasus pembunuhan perempuan di Cina untuk dijual mayatnya demi melengkapi tradisi pernikahan hantu ini.

Tradisi pernikahan hantu sebenarnya sudah dilarang praktiknya sejak tahun 1949 oleh  Presiden Cina, Mao Zedong. Setelah pelarangan tersebut, keluarga menggunakan boneka atau figur perempuan dari tanah liat untuk melengkapi tradisi pernikahan hantu. Namun seiring dengan meningkatnya kesejahteraan dan kekayaan masyarakat di pedesaan Cina, mereka kembali melaksanakan tradisi pernikahan hantu dengan mayat asli.

Bisnis perdagangan mayat menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di Cina. Satu buah mayat yang masih segar dan belum terurai dapat dijual seharga belasan juta. Bahkan mayat yang tinggal berupa tulang masih dapat dijual dengan harga jutaan. Tidak hanya menikahkan anggota keluarga dengan orang asing, mereka juga dapat menikahi kekasih mereka yang telah meninggal juga melalui upacara pernikahan hantu ini. Bagi laki-laki hidup yang menikahi mayat perempuan, ia masih dapat kembali menikah dengan perempuan lain yang masih hidup di kemudian hari. Namun bagi perempuan yang menikahi mayat laki-laki, ia harus bersumpah menjadi perawan seumur hidup dan tinggal bersama dengan keluarga dari pihak laki-laki.

Bagaimanapun, tradisi dari Cina ini kini dinilai sudah tidak sesuai dengan norma dan moral yang berkembang dalam masyarakat. Masyarakat Cina modern juga  sudah tidak menjalankan tradisi pernikahan hantu. Akan tetapi tradisi ini, terlepas dari betapa mengerikan praktiknya di masyarakat Cina, sebenarnya mengandung nilai yang baik seperti kesetiaan dan keabadian cinta. Jadi, maukah kamu menikahi pacarmu meski dalam kubur?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
157SHARES