Tradisi Loy Krathong di Thailand Ini Mirip dengan Tradisi Melarung di Indonesia. Kebetulan?

28 Januari 2018
|Median
361SHARES

Di Thailand, ada tradisi yang hampir serupa dengan yang ada di Indonesia, yaitu melarung. Bedanya, tradisi melarung di Thailand yang dikenal dengan sebutan Loy Krathong ini lebih ramai dan seru karena dijadikan festival besar yang dirayakan oleh seluruh masyarakat Thailand di setiap tahunnya. Tidak hanya sekadar perayaan tanpa makna, tetapi tradisi ini juga sarat akan nilai-nilai luhur kearifan lokal masyarakat Thailand. Sebenarnya apa sih arti dan makna dilaksanakannya tradisi Loy Krathong?

Loy Krathong adalah tradisi ‘menghanyutkan keranjang’. Keranjang tersebut dapat pula berupa pelepah/daun pisang yang dibentuk dengan berbagai rupa. Di atasnya berisi sesaji yang berupa bunga-bunga segar, dupa, dan lilin. Setelah menghanyutkannya di sungai, danau, atau kolam, orang-orang akan memanjatkan doa dan permohonan.

Bagi masyarakat Thailand, Loy Krathong adalah cara sekaligus simbol untuk membuang sial dan hal-hal negatif yang ada dalam dirinya. Bagi sebagian kalangan, tradisi ini adalah bentuk persembahan dan rasa terima kasih kepada dewi air, Phra Mae Khongkha. Setiap tahunnya, tradisi ini dilaksanakan setiap bulan purnama di bulan kedua belas menurut kalender tradisional Thailand. Konon, tradisi ini adalah festival kaum Brahmana yang kemudian diadaptasi oleh umat Buddha di Thailand untuk menghormati sang Buddha, Siddhartha Gautama.

Malam pelaksanaan Loy Krathong adalah malam tahun baru bagi masyarakat Thailand. Di pusat-pusat kota, pelaksanaan Loy Krathong lebih ramai lagi karena biasanya akan diadakan festival Loy Krathong yang sangat meriah. Setelah menghanyutkan krathong di sungai kota, acara dilanjutkan dengan menerbangkan lampion massal yang dipimpin oleh para biksu.

Festival juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari-tarian tradisional,  berbagai hiburan lainnya, dan pesta kembang api. Benar-benar seru, sampai turis saja selalu datang untuk ikut meramaikan. Tidak hanya untuk masyarakat lokal, tetapi tradisi Loy Krathong juga boleh diikuti oleh turis. Di tempat-tempat perayaan festival, biasanya dijual juga krathong-krathong dan berbagai macam lampion.

Sampai sekarang, tradisi Loy Krathong tidak ada matinya dan malah berkembang menjadi festival besar tahunan yang dapat menarik banyak wisatawan dari luar negeri. Nah, apakah kamu termasuk salah satu wisatawan yang tertarik untuk menyaksikannya?

 

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
361SHARES