Suka Menguliti Anggotanya yang Sudah Meninggal, 10 Fakta Yakuza Jepang Ini Bikin Meringis!

17 Januari 2018
|Anggar Shandy
0SHARES

Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan penangkapan mantan bos geng Yakuza Jepang di Thailand. Shigeharu Shirai telah sempat buron selama 14 tahun sebelum akhirnya ditangkap kepolisian Thailand saat sedang berbelanja di salah satu pasar. Shirai menjadi buron setelah terlibat kasus penembakan yang menewaskan kelompok rivalnya yang terjadi pada tahun 2003.

Selama ini ia berhasil hidup dengan damai di tempat pelariannya di Thailand dan bahkan telah menikah dengan wanita setempat. Namun, semua itu berubah ketika foto unggahan seorang warga lokal yang menunjukkan dirinya dengan tato di sekujur tubuhnya menjadi viral. Yakuza sendiri sebenarnya merupakan nama sindikat organisasi di Jepang. Tak jarang, Yakuza Jepang dianggap sebagai mafia karena kesamaan bentuk organisasinya dengan mafia Italia. Terdapat beberapa fakta menarik mengenai mafia Jepang tersebut. Apa saja fakta menarik tersebut? Berikut 10 fakta menarik mengenai Yakuza Jepang.

1. Telah ada sejak tahun 1612

Yakuza Jepang pertama kali dibentuk pada tahun 1612 oleh keluarga Shogun Tokugawa yang memerintah Jepang di Zaman Edo. Awalnya mereka adalah sekumpulan sindikat penjual barang terlarang, barang curian dan para penjudi (bakuto).

2. Tato di sekujur tubuhnya

Anggota Yakuza identik dengan tato yang memenuhi sekujur tubuhnya. Tato Yakuza disebut dengan irezumi. Irezumi dibuat dengan cara yang tradisional. Proses pembuatannya sangat mahal, menyakitkan dan bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

3. Sangat dekat dengan Sumo

Selama ini, Yakuza memiliki hubungan yang erat dengan Sumo. Biasanya para pegulat Sumo yang gagal dalam kariernya bergabung dengan Yakuza. Bahkan beberapa bos petinggi Yakuza adalah mantan pegulat Sumo. 

4. Geng terkaya di dunia

Menurut Departemen Keuangan Amerika Serikat, Yamaguchi-gumi salah satu sindikat Yakuza terbesar di Jepang memiliki kekayaan sebesar 80 miliar dolar Amerika Serikat. Hal tersebut menjadikannya geng terkaya di dunia.

5. Pernah merepotkan militer Amerika Serikat

Pasca Perang Dunia II, jumlah anggota Yakuza meingkat hingga mencapai 184.000 anggota dan merupakan yang paling besar sepanjang sejarah. Militer Amerika Serikat yang menduduki Jepang saat itu sering direpotkan oleh perlawanan-perlawanan mereka.

6. Kulit mereka sering diperjual-belikan

Anggota Yakuza yang telah meninggal tak luput juga dari sasaran. Tubuh mereka yang penuh tato kerap dikuliti dan dijual di pasar-pasar gelap dan bahkan sering dipamerkan di galeri-galeri. 

7. Yakuza juga ada yang perempuan

Mayoritas anggota Yakuza Jepang merupakan laki-laki. Namun dari sekian banyak anggota laki-laki ini, terdapat beberapa perempuan. Yakuza perempuan sering disebut ane-san yang berarti kakak perempuan.

8. Nggak asal rekrut, bahkan ada ujian masuk anggotanya!

Pada tahun 2009, Yamahuchi-gumi memberlakukan ujian masuk bagi para calon anggotanya. Tes tersebut ditujukan agar para anggotanya paham undang-undang.

9. Ritual penyambutan anggota baru

Ritual penyambutan anggota baru Yakuza disebut dengan sakazukigoto. Sakazukigoto merupakan upacara minum sake untuk membangun hubungan kekeluargaan.

10. Tradisi potong jari

Anggota Yakuza yang melakukan kesalahan harus menebusnya dengan memotong jari kelingking kiri mereka satu ruas. Tradisi ini dikenal dengan nama yubitsume.   

Meskipun selama ini Yakuza Jepang lekat dengan aktivitas-aktivitas negatif, tapi Yakuza juga sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan amal lho. Misalnya pada saat tsunami melanda Jepang pada tahun 2011. Bahkan Yakuza termasuk yang pertama menuju ke daerah bencana dengan bantuan, lebih sigap dari pemerintah Jepang. Mungkin mereka bisa bertindak seperti itu karena selama ini mereka merasa sebagai orang-orang yang terbuang dan kerap dikucilkan di masyarakat. Jadi, gimana pandanganmu kini akan kelompok sindikat yakuza Jepang?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Anggar Shandy
"Ini quote, ojo ngeyel!"
0SHARES