Siswi SMP Dibully hingga Berdarah-darah, Ternyata Begini Fakta Mengerikan Bullying di Korea Selatan!

08 September 2017
|Romlah Sundari
4SHARES

Beberapa hari ini beredar sebuah kabar di dunia maya mengenai aksi bullying yang terjadi pada seorang siswi SMP di Busan, Korea Selatan. Gadis yang masih berumur empat belas tahun dan duduk di bangku SMP ini dipukuli dengan menggunakan pipa besi, kursi, dan botol kaca. Seperti korbannya, pelaku bullying pun merupakan empat orang siswi SMP berumur 15 dan 13 tahun. Awalnya, para pelaku menggiring korban ke sebuah bangunan pabrik kosong, lalu mulai menghajar si korban dengan begitu brutalnya hingga berdarah-darah. Setelah puas memukuli korban dan mengambil gambar korban yang telah berdarah-darah, keempat gadis pelaku bullying tersebut lantas meninggalkannya begitu saja tanpa memberi pertolongan apa pun. Beruntung seorang pejalan kaki melihat gadis korban bullying ini terkapar dan nyaris meregang nyawa di pinggir jalan. Orang itu pun langsung membawa gadis tersebut ke rumah sakit.

Ibu korban yang merasa terpukul melihat kondisi anaknya yang hampir meninggal karena bullying lantas mengunggah foto anaknya ke media sosial dan menyampaikan keresahannya akan fenomena bullying yang terjadi di Korea Selatan. Menurut postingan itu, gadis yang menjadi korban bullying tersebut memang sebelumnya pernah dipukuli oleh pelaku yang sama meski tidak separah ini. Saat itu, alasan di balik bullying yang dilakukan hanyalah karena korban menerima panggilan dari pacar salah seorang pelaku. Ibu korban yang khawatir lantas melaporkannya ke polisi meskipun akhirnya kasus bullying tersebut tidak ditangani dengan serius oleh pihak kepolisian Busan. Namun ternyata, kini anaknya kembali mendapat perlakuan bullying yang jauh lebih parah karena ia melaporkan kasus bullying pertamanya. Kali ini, Ibu Korban tidak dapat tinggal diam dan memublikasikan kisah anaknya di media sosial.

Kasus bullying siswi SMP Busan ini menggambarkan kondisi miris tentang fenomena bullying di Korea Selatan. Negara Asia yang sudah dianggap maju ini ternyata masih mengalami kasus bullying yang begitu parah. Berikut YuKepo kumpulkan fakta-fakta mengerikan terkait fenomena bullying di Korea Selatan yang ternyata menyedihkan!

1. Menurut sebuah penelitian, 40% anak sekolah di Korea Selatan pernah terlibat aktivitas bullying

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal pediatrik "JAMA" menemukan bahwa angka bullying di Korea Selatan sangatlah tinggi. Dari 1750 sekolah yang menjadi sampel survey penelitian ditemukan 40% murid di Korea Selatan pernah terlibat dalam aktivitas bullying dengan pembagian 14% sebagai korban, 17% sebagai pelaku, dan 9% merupakan korban sekaligus pelaku. 

2. Metode bullying yang paling umum adalah eksklusi sosial dan kekerasan verbal. Namun, terdapat cukup banyak kasus bullying yang melibatkan kekerasan fisik dan pemerasan juga

Di Korea Selatan, bullying dilakukan dengan berbagai cara. Namun, yang paling umum adalah eksklusi sosial terhadap mereka yang dianggap sebagai wangtta atau pecundang. Biasanya, para pelaku bully akan memilih satu orang sebagai wangtta dan semua orang harus mengacuhkannya karena jika ada yang berbicara atau berteman dengannya, maka ia akan dicap sebagai wangtta juga. Selain eksklusi sosial, bullying juga dilakukan dengan cara melakukan kekerasan, baik fisik maupun verbal dan pemerasan.

3. Bullying di sekolah-sekolah Korea sering kali disebabkan oleh sistem pendidikan yang sangat kompetitif dan berat

Menurut berbagai pihak, bullying di sekolah-sekolah yang ada di Korea Selatan menjadi begitu buruk karena sistem pendidikan di sana yang mendukung untuk bullying terjadi. Jam sekolah yang panjang membuat anak-anak di Korea Selatan harus menghabiskan enam belas jam waktunya dalam ruang kelas yang sama bersama anak-anak yang sama. Oleh karena itu, rentan terjadi konflik antarmurid dan jika seseorang sudah mendapat cap sebagai wangtta atau sudah menjadi target bullying, maka intensitas bullying yang ia terima akan lebih parah. Terlebih lingkungan di sekolah yang kompetitif dan penuh tekanan membuat anak-anak menjadi lebih mudah melakukan kekerasan sebagai bentuk pelampiasan.

4. Selain itu, sangat mudah untuk menjadi korban bullying di Korea Selatan. Karena apa pun yang dirasa "berbeda" dan "mencolok" akan menjadi sasaran bullying

Menjadi korban bullying di Korea Selatan tidaklah sulit karena masyarakat Korea Selatan menaruh perhatian khusus terhadap konformitas atau keseragaman sehingga mereka yang terlihat berbeda dan mencolok akan menjadi korban bullying. Bahkan, ketika seseorang mencolok di bidang yang positif seperti di bidang akademik, tetap saja akan dijadikan target bullying.

5. Salah satu kasus bullying yang paling terkenal adalah kasus "Miryang Gang Rape" yang terjadi di Miryang

Kasus bullying yang paling terkenal dan mengerikan adalah kasus "Miryang Gang Rape" yang terjadi pada tahun 2004 silam. Dalam kasus ini, sekelompok siswa SMA telah memerkosa beberapa siswi yang masih berumur belasan tahun dan merekamnya. Rekaman tersebut lalu digunakan untuk memeras korban-korban mereka yang berjumlah lima orang. Awalnya, seorang gadis empat belas tahun dipancing untuk bertemu dengan salah satu dari kelompok siswa SMA tersebut. Saat korban menemui kelompok itu, ia lalu diperkosa secara beramai-ramai dan direkam oleh mereka. Tidak berhenti disitu, si korban juga dipaksa membawa adiknya dan sepupunya kepada mereka dan kedua saudara korban tersebut mendapat pelecehan seksual yang sama dari kelompok siswa tersebut. Selain ketiga bersaudara itu, terdapat dua orang gadis lain yang menjadi korban pelecehan seksual oleh mereka. Sedihnya, saat kasus bullying tersebut dilaporkan ke polisi, aparat keamanan tidak menindaklanjuti kasus "Miryang Gang Rape" ini dengan baik dan malah menyalahkan korban sehingga membuat trauma lanjutan bagi para korban.

6. Bullying juga merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka bunuh diri siswa di Korea Selatan

Bullying dan bunuh diri memang dua fenomena yang saling berkaitan. Korea Selatan dikenal sebagai negara Asia dengan tingkat bunuh diri murid sekolahan yang tinggi. Selain karena besarnya tekanan akademis dan sosial yang dialami oleh para murid di Korea Selatan, bullying juga turut andil dalam menjadi penyebab siswa-siswi di Korea mengakhiri hidupnya. Dilansir dari CNN, sebanyak 30% korban bullying di Korea Selatan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Meski fenomena bullying cukup marak dan telah memakan banyak korban, namun pemerintah Korea Selatan dan aparat keamanan belum menangani fenomena tersebut dengan serius. Hingga kini tidak banyak hal yang berubah pada sistem pendidikan Korea yang terbukti memiliki andil besar dalam tingginya tingkat bullying di sana. Pihak kepolisian pun sering kali tidak menangani kasus bullying dengan baik dan sering menganggapnya sebagai kenakalan remaja biasa. Sedih, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
4SHARES