Selain Nggak Boleh Pakai Mobil Hitam, Ini Peraturan Aneh Lainnya di Turkmenistan. Gila!

11 Januari 2018
|Pandu Rijal Pasa
45SHARES

Negara-negara yang ada di Asia Tengah memang cukup unik, selain karena kebanyakan negaranya merupakan pecahan dari Uni Sovyet, juga karena letak geografisnya membuat budaya yang ada di negara-negara tersebut mayoritas merupakan campuran dari budaya Rusia, Tiongkok serta Timur Tengah. Salah satunya adalah Turkmenistan yang secara harfiah berarti ‘Tanah orang Turkmen’. Banyak peraturan-peraturan aneh yang diterapkan di negara ini. Apa sajakah peraturan-peraturan yang tidak umum tersebut? Yuk, simak!

1. Larangan Mobil Hitam

Negara ini melarang warganya untuk membeli mobil dengan warna hitam. Alasan utamanya memang aura negatif yang disimbolkan oleh warna hitam, sehingga pemerintah menganjurkan untuk membeli mobil berwarna putih karena warna disebut dinilai sebagai sumber keberuntungan. Larangan ini resmi diterapkan ketika sang presiden melakukan konvoi menggunakan mobil limusin putih ke acara publik.

2. Harus punya anak, tapi tidak harus punya suami

Anak merupakan anugrah yang paling besar bagi setiap pasangan, begitu pula dengan warga Turkmenistan. Namun bagi warga negara ini, kehadiran anak memang suatu keharusan meski tidak dengan kehadiran suami. Wanita-wanita Turkmen, terutama di daerah perkotaan, sudah sampai pada tahap tidak peduli dengan adanya pasangan atau tidak. Bahkan sebagian dari mereka memilih untuk tidak bersuami.

3. Larangan memotret sembarangan

Saat sedang berada di negara ini, sangat tidak disarankan untuk memotret di sembarang tempat, terutama di gedung pemerintah serta di dalam bazar. Ada juga area-area yang memang diperbolehkan memotret namun harus menggunakan ijin. Meskipun begitu, seperti orang Indonesia, warga Turkmenistan memang senang berfoto dengan wisatawan asing. Untuk kondisi yang seperti ini, anda diperbolehkan untuk mengabadikan momen dengan penduduk lokal.

4. Wajib menyapa wisatawan

Warga Turkmenistan sering sekali mengucapkan ‘Khosh geldiniz!’ yang berarti ‘senang bertemu dengan anda’ kepada wisatawan asing. Ini adalah salah satu bentuk kesopanan terhadap pendatang dan penduduk lokal melakukan ini sebagai wujud dari ajaran agama. Sebagaimana yang umum diketahui bahwa mayoritas penduduk Turkmenistan adalah muslim sehingga mereka mengimplementasikan ajaran untuk menghormati tamu dengan baik, dan umumnya dengan menggunakan ucapan tersebut.

5. Tekanan bagi istri yang tidak punya anak

Ketika melakuka pernikahan, harapan yang tertanam bagi yang menyelenggarakannya adalah untuk memiliki anak. Harapan itu tidak hanya tersemat kepada pasangan yang menikah saja, akan tetapi juga tertanam di keluarga besar dari kedua belah pihak. Namun, di Turkmenistan, tuntutan dari keluarga akan sangat berat bagi wanita yang tidak bisa melahirkan seorang bayi di tahun pertamanya. Yang paling ekstrim, sang mertua bisa saja meminta anaknya untuk menceraikan sang istri tersebut.

6. Ruang gerak terbatas bagi wisatawan

Mendapatkan visa untuk mengunjungi Turkmenistan cukuplah sulit. Cara pertama adalah dengan cara mendaftar ke agen tur yang mahal dan terbatas. Cara kedua adalah dengan transit visa yang berlaku tiga sampai lima hari saja. Sudah begitu, semua turis yang berkunjung ke negara ini sangat dibatasi ruang geraknya mulai dari memotret seperti yang sudah dijelaskan di atas, hingga untuk urusan memilih guide.

7. Kontrol penuh media

Presiden Turkmenistan memegang kontrol penuh atas media-media yang ada di negaranya, apapun jenis medianya. Sehingga hampir tidak pernah ada berita buruk yang dituliskan media kaitannya dengan pemerintah. Padahal kenyataan yang ada di lapangan tentu berbeda dengan apa yang diberitakan oleh media yang disetir pemerintah tersebut.

8. Akses internet terbatas

Tidak jauh berbeda dengan Korea Utara, negara ini juga membatasi warga dalam hal akses internet. Internet secara bebas hanya dapat digunakan di kantor pemerintahan saja. Penggunaannya pun dibatasi hanya untuk situs-situs tertentu. Selain itu, setiap keburukan tentang presiden ataupun pemerintahan yang dilontarkan oleh warganet dapat membuat pemerintah menghukumnya melalui hukum pidana Turkmenistan.

Memang pemerintah membuat sebuah peraturan supaya kehidupan masyarakatnya lebih baik dan lebih tertata. Namun, jika peraturan yang ada justru mengekang kebebasan masyarakat di luar batas, bisa jadi justru akan membuat hidup rakyat menjadi tidak nyaman. Sehingga sebagai rakyat, kita tidak boleh apatis dalam penyelenggaraan pemerintahan supaya kebijakan pemerintah pun tetap terawasi dan tidak semena-mena.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pandu Rijal Pasa
Gak Punya Quote Nih!
45SHARES