Pulau Okinoshima di Jepang Ini Terlarang Untuk Perempuan. Emang Ada Apa di Sana?

21 Februari 2018
|Galih Wisnu Brata
431SHARES

Jepang terkenal sebagai negara yang modern. Berbagai teknologi canggih bahkan dibuat di Negeri Sakura. Walaupun dipenuhi dengan berbagai hal modern, Jepang masih mempertahankan tradisinya. Salah satunya adalah tradisi atau lebih tepatnya aturan yang ada di pulau Okinoshima. Di pulau tersebut, perempuan dilarang berkunjung. Kenapa ya? Lantas pengunjungnya laki-laki semua?

Larangan perempuan berkunjung ke pulau Okinoshima dianggap kontroversial oleh sebagian orang. Meski demikian, aturan tersebut tetap ditegakkan. Pulau Okinoshima dianggap sebagai pulau suci. Penghuninya adalah para pendeta Shinto yang bertugas memelihara kuil Okitsu.

Tidak diketahui alasan yang jelas mengapa perempuan tidak diperbolehkan berkunjung ke pulau tersebut. Alasan yang paling masuk akal adalah wanita bisa mengalami menstruasi. Darah haid merupakan najis menurut kepercayaan Shinto. Najisnya darah haid dianggap akan mengotori situs suci itu.

Walaupun hanya perempuan yang dilarang, bukan berarti laki-laki bebas keluar masuk pulau Okinoshima. Laki-laki yang ingin masuk Okinoshima harus melewati beberapa persyaratan. Mereka harus melepas semua pakaian dan menjalani ritual pembersihan diri. Para lelaki calon pengunjung Okinoshima harus membersihkan diri dengan mandi telanjang di laut. Tak cukup dengan memenuhi persyaratan, jumlahnya pun dibatasi hanya 200 orang dan hanya dalam waktu satu hari di tanggal 27 Mei. Hmm, ketat sekali ya? Oh iya, mereka juga nggak dibolehkan membawa apapun dari pulau itu walaupun hanya kerikil atau rumput.

Sejak dulu, pulau ini telah digunakan untuk menjalankan serangkaian ritual. Dahulu, para pelaut yang melintasi pulau tersebut akan berdoa meminta perlindungan dengan memberikan persembahan. Persembahan yang diberikan biasanya berupa manik-manik, cermin, pedang, dan cincin.

Walau memiliki aturan aneh, ternyata UNESCO melirik Okinoshima untuk dijadikan sebagai Warisan Dunia. Pada akhirnya, status tersebut diberikan oleh UNESCO kepada Okinoshima. Mungkin salah satu alasan pemberian status tersebut adalah terdapatnya 80.000 pernak-pernik yang dianggap sebagai harta nasional.

Meski telah menjadi warisan dunia, larangan anehnya tidak dihapuskan. Takayuki Ashizu, kepala pendeta di pulau tersebut, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa aturan tidak akan berubah meski telah menjadi situs warisan dunia.

Unik ya, pulau yang satu ini. Bikin penasaran apa saja isinya sampai pengunjungnya harus menaati peraturan seketat itu. Tapi penerapan aturan ini sebenarnya adalah bentuk contoh betapa Jepang berupaya menjaga tradisi dan budayanya agar tidak sampai tergerus oleh zaman. Meski kalau aturan yang satu ini sih kontroversial, ya. Salut buat Jepang dan pendiriannya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
431SHARES