Pria Thailand Ini Dijuluki Raja Kondom, Kok Bisa?

08 Juli 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Pria ini bernama Mechai Viravaidya, keturunan Thailand dan Skotlandia. Dia cukup lama menggeluti dunia politik hingga akhirnya dia fokus mengembangkan organisasi sosial kemasyarakatan dalam bidang keluarga berencana. Namun, di tengah pengabdiannya di bidang sosial dia justru mendapat julukan The King Condom. Sebenarnya apa yang dia lakukan sehingga dia mendapat julukan raja kondom?

 

Sebenarnya julukan Raja Kondom berkaitan dengan aktivitas sosialnya dalam melawan virus HIV AIDS. Banyaknya penduduk Thailand yang terkena virus tersebut telah mengusik Mechai. Ia banyak melakukan kampanye pencegahan HIV AIDS. Salah satunya dengan mensosialisasikan fungsi alat kontrasepsi ini sebagai salah satu upaya pencegah penularan virus tersebut. Bahkan dia mensosialisasikan penggunaannya hingga ke desa-desa di provinsi terpencil. 

 

Dalam melancarkan gagasannya itu, ia kerapkali membagikan kondom kepada pengendara ketika jalanan macet. Lebih nekat lagi dia datang ke sekolah-sekolah dan mengadakan lomba tiup kondom bagi para siswa. Semua itu bukanlah untuk bersenang-senang ataupun mendongkrak penjualan alat kontrasepsi ini. Ia melakukan semua itu agar semua kalangan paham apa itu HIV dan cara pencegahannya. 

 

Satu hal yang luar biasa, Mechai juga membuka sebuah restoran bernama Cabbages and Condoms. Restauran ini menyajikan makanan yang bertemakan kondom. Selain itu, restoran tersebut juga didekorasi dengan barang-barang artistik yang terbuat dari alat kontrasepsi ini. Ada bunga, boneka, bahkan patung yang dibuat dari kondom. 

 

Kini dia dikenal sebagai The King Condom 'Raja Kondom' dari Thailand. Di balik julukan yang disematkan padanya itu, dia adalah sosok pahlawan dalam peperangan melawan HIV. Mechai bahkan menjadi pembicara di forum-forum dan diundang ke berbagai talkshow di televisi. Berkat semua usahanya itu kampanye melawan AIDS menjadi semakin gencar dan mendapat banyak dukungan.

Itulah sosok Mechai Viravaidya yang mengkampanyekan gerakan anti-HIV kepada masyarakat dengan cara yang unik. Cara-cara tersebut dianggap lebih efektif untuk membangkitkan kesadaran masyarakat. Bagaimana ya jika diterapkan di Indonesia? Mungkin akan menimbulkan perdebatan yang tidak ada habisnya. Meski Thailand dan Indonesia negara bertetangga, keduanya memiliki kultur masyarakat yang berbeda.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES