Perempuan Suku Miao Kerap Menggunakan Rambut Palsu Bentuk Tanduk yang Unik. Kenapa Ya?

25 Januari 2018
|Galih Wisnu Brata
473SHARES

Setiap wanita selalu ingin tampil cantik. Terkadang untuk menunjang penampilan, ada beberapa wanita yang mengenakan rambut palsu. Perempuan Suku Miao juga gemar memakai wig atau rambut palsu. Tapi, jangan bayangkan wig yang dipakai perempuan Suku Miao adalah wig pada umumnya. Wig milik perempuan Suku Miao berbentuk seperti tanduk yang besar. Wah, gimana ya buatnya? Kalau dipakai berat nggak ya?

Suku Miao adalah golongan minoritas yang mendiami Suojia, Liupanshui, Tiongkok. Sama halnya dengan berbagai suku di seluruh penjuru dunia, Suku Miao juga memiliki tradisi yang tetap dipertahankan. Salah satunya adalah perempuan Suku Miao yang memakai rambut palsu berbentuk tanduk.

Wig tersebut dibuat dari rontokan rambut para perempuan yang bermula dari nenek moyangnya. Saat perempuan Suku Miao menyisir rambut dan ada yang rontok, rambut yang rontok tersebut tidak dibuang. Rambut yang rontok dikumpulkan dan dijalin satu dengan lainnya. Dengan penyangga tanduk sapi atau kayu yang dibuat menyerupai tanduk sapi, rambut tersebut disulam. Maka dari itu, wujud wig Suku Miao mirip dengan tanduk sapi.

Wig ini dipakai oleh para gadis muda dalam acara tertentu, seperti pernikahan atau acara adat. Wig tersebut dipakai sebagai perwujudan dari penghormatan terhadap para leluhur. Bentuk yang menyerupai tanduk sapi menandakan bahwa Suku Miao menghormati sapi sebagai hewan sakral.

Kedua penyataan tersebut diperkuat oleh seorang ahli budaya Cina bernama Shu Tu. Shu Tu mengatakan bahwa suatu kebanggaan bagi perempuan Miao menggunakan wig tersebut sebagai penghormatan terhadap leluhur. Ia juga menambahkan bahwa tanduk sapi digunakan sebagai penyangga karena sapi menjadi hewan sakral untuk masyarakat Miao. Tak hanya itu, wig tersebut juga menjadi lambang kehormatan keluarga.

Dulunya, wig super berat ini tidak hanya dipakai oleh kaum perempuan, kaum lelaki pun memakainya. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi, hanya kaum perempuan lah yang tetap memakainya. Selain itu, aksesori rambut yang berat tersebut juga membuat para pria tidak leluasa dalam beraktivitas.

Kalau kamu harus menjalankan tradisi itu gimana? Kuat nggak? Kalau para gadis Suku Miao sih kuat karena jumlah mereka yang katanya tinggal 5.000 orang, harus teguh mempertahankan budaya supaya tidak lenyap. Nah kalau kamu, apa tradisi yang kamu upayakan agar lestari?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
473SHARES