Pelecehan Gadis 8 Tahun Picu Perdebatan di India, Begini Fakta Memilukan Pemerkosaan di Sana!

www.thecitizen.in

Beberapa pekan lalu, berita mengenai pemerkosaan dan pembunuhan gadis berusia 8 tahun di India menjadi viral dan menuai banyak respon dari masyarakat India maupun dunia. Pasalnya, pemerkosaan dan pembunuhan gadis cilik yang bernama Asifa Bano ini mengangkat kembali berbagai fakta memilukan di India. Negara penghasil film Bollywood ini memang terkenal sebagai negara dengan angka kasus pelecehan seksual yang sangat tinggi, sehingga menjadi salah satu negara paling berbahaya bagi perempuan.

Asifa Bano memang bukan perempuan pertama di India yang mengalami kejahatan mengerikan ini. Berikut fakta-fakta terkait fenomena krisis perkosaan di India yang patut untuk kita ketahui dan jadikan pelajaran.

1. Kasus Asifa Bano, meski bukan yang pertama, namun sangat tragis hingga memicu berbagai reaksi

www.thesun.co.uk

Kejadian nahas yang menimpa Asifa Bano berawal dari penculikan gadis cilik ini oleh sekelompok pemuda pada 10 Januari 2018 lalu, saat ia tengah menggembalakan kuda-kuda milik keluarganya. Gadis ini diduga dibius dan disekap dalam sebuah kuil. Tidak hanya disekap, Asifa juga mengalami berbagai bentuk kekerasan, yakni diperkosa secara bergilir dan dipukul menggunakan batu hingga akhirnya meninggal akibat dicekik. Tubuh Asifa ditemukan di hutan perbatasan antara Jammu dan Kashmir, seminggu setelah hilangnya Asifa.

Terang saja kasus ini menuai kecaman dari banyak pihak dari berbagai lapisan masyarakat. Namun uniknya, bukan hanya kecaman, terdapat juga demonstrasi yang bertujuan untuk membela para pelaku. Pasalnya, kedelapan pelaku merupakan umat Hindu sedangkan Asifa adalah gadis muslim, dari komunitas muslim, dan polisi yang menangani kasusnya pun seorang muslim. Kasus Asifa Bano beralih, dari perkara kriminal, menjadi konflik antaragama.

2. Sebelum Asifa Bano, kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswi di bus kota pada tahun 2012 telah memicu reaksi keras

reviewstuff.com

Sebelum Asifa Bano, seorang gadis bernama Jyoti yang sedang berwisata ke Delhi bersama seorang temannya mengalami kisah yang tak kalah tragis pada Desember 2012 silam. Jyoti diperkosa secara beramai-ramai oleh enam orang yang ada dalam bus kota yang ditumpanginya, bahkan supir bus tersebut turut melecehkan Jyoti. Teman laki-lakinya, Alwindra, dipukuli hingga babak belur dengan menggunakan gagang besi. Gagang besi tersebut pun dimasukkan secara paksa ke dalam kelamin Jyoti hingga ia terluka parah dan akhirnya meninggal 13 hari setelah insiden mengerikan tersebut.

Kisah Jyoti memicu kemarahan masyarakat. Demonstrasi besar-besaran yang menuntut keadilan bagi Jyoti dan penegakan hukum bagi kasus-kasus serupa pun digelar di Delhi. Hal ini memicu berbagai perubahan dalam hukum di India.

3. Angka pelecehan seksual di India sangat tinggi, hingga negara ini disebut sebagai ‘Ibu Kota Pemerkosaan di Dunia’

www.graphic.com.gh

Predikat negatif ini meski memilukan, namun mengandung kebenaran. Berdasarkan data dari National Crime Records Bureau (NCRB), terdapat 34.651 laporan kasus pemerkosaan yang terjadi di India pada tahun 2015. Berarti, terdapat 1 perempuan yang dilaporkan mengalami pemerkosaan setiap 15 menit di India. Angka ini hanya meliputi kasus yang dilaporkan saja. Sedangkan kasus pemerkosaan di India yang dilaporkan, menurut NFHS, hanyalah sekitar 5,6 persen dari total. Bisa bayangkan seberapa kerapnya kejahatan ini terjadi di India?

Lebih nahasnya lagi, 98 persen pelaku pemerkosaan telah mengenal korbannya. Hubungannya bisa beragam, dari tetangga hingga orang tua dan anak.

4. Pemerintah India mulai memperhatikan kasus ini dan merancang undang-undang yang lebih baik
www.asiaone.com

Fakta miris ini bukannya dilewatkan begitu saja oleh pemerintah India. Mereka berupaya untuk mempertegas peraturan terkait pelecehan seksual di India dengan memperluas definisi pemerkosaan. Selain itu, amandemen yang dilakukan pada tahun 2013 juga meningkatkan ganjaran hukuman pelaku pemerkosaan serta mengubah batasan usia anak di bawah umur dari 16 tahun menjadi 18 tahun.

5. Akan tetapi respon positif pemerintah, masih belum didukung oleh pengentasan budaya patriarkhis yang sudah mendarah daging di India
news.sky.com

Kalau pemerintah sudah memperbaiki hukum yang berlaku, lantas kenapa angka pemerkosaan masih tinggi? Hal ini disebabkan karena kebijakan pemerintah tidak dibarengi dengan upaya pengentasan pola pikir masyarakat yang cenderung menempatkan perempuan di bawah laki-laki. Hierarki gender ini membuat kekerasan terhadap perempuan di India begitu kerap terjadi dan begitu dimaklumi oleh mayoritas masyarakat India.

Dilansir dari wawancara yang dilakukan oleh The New York Times, pria India kerap menyalahkan waktu dan perempuan sebagai penyebab dari maraknya kasus pemerkosaan. Pilihan pakaian, makanan yang dikonsumsi, hingga tempat yang dikunjungi oleh perempuan tersebut merupakan penyebab pemerkosaan terjadi. Cara pandang ini tak pelak memperburuk perlakuan terhadap perempuan India, dan pada akhirnya berimbas pula pada tingginya angka kekerasan dan pemerkosaan.

Fakta-fakta memilukan di atas baiknya kita tanggapi sebagai bentuk pembelajaran, bahwa cara pandang yang salah, dapat memunculkan fenomena yang juga salah dan mengerikan. Karena itu, yuk kita introspeksi diri lagi, adakah pola pikir maupun kebiasaan kita yang justru melanggengkan hierarki gender dalam masyarakat? Atau secara tidak sadar dan tidak langsung, kita justru telah melakukan pelecehan seksual? Jangan sampai kita turut melestarikan dan mendukung pola pikir yang seperti itu, ya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
5 Hal yang Harus Dilakukan Scorpio Agar Bulan Ini Lebih Membahagiakan - Keepodotme

5 Hal yang Harus Dilakukan Scorpio Agar Bulan Ini Lebih Membahagiakan - Keepodotme

Jadi Simbol Perdamaian di Meja Makan, Begini Asal-Usul Sumpit di Tanah Tiongkok!

Jadi Simbol Perdamaian di Meja Makan, Begini Asal-Usul Sumpit di Tanah Tiongkok!

Di Sosial Media Ribut Soal Receh, Kampanye Capres Masih Jauh Dari Pendidikan Politik - Keepodotme

Di Sosial Media Ribut Soal Receh, Kampanye Capres Masih Jauh Dari Pendidikan Politik - Keepodotme

Bisa Berendam Pakai Emas Permata, Begini Gaya Hidup Putra Mahkota Arab Saudi. Bikin Dengki!

Bisa Berendam Pakai Emas Permata, Begini Gaya Hidup Putra Mahkota Arab Saudi. Bikin Dengki!

Seberapa Besar Keberhasilan Hubungan LDR? Ini Fakta Ilmiahnya! - Keepodotme

Seberapa Besar Keberhasilan Hubungan LDR? Ini Fakta Ilmiahnya! - Keepodotme

Jadi Sasaran Hujatan, Berikut 5 Negara yang Memiliki Paling Banyak Haters di Dunia!

Jadi Sasaran Hujatan, Berikut 5 Negara yang Memiliki Paling Banyak Haters di Dunia!

loading