Nggak Cuma Indonesia, Anak Sekolah di Berbagai Negara Ini Juga Harus Menempuh Kondisi Ekstrem!

29 September 2017
|Romlah Sundari
352SHARES

Di Indonesia, kita sering melihat foto anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai dengan jembatan yang sudah rusak demi berangkat ke sekolah atau foto mereka yang untuk ke sekolah harus mendayung rakit yang sudah bobrok. Kita pasti merasa miris dan sedih saat melihat foto-foto tersebut, melihat perjuangan seorang anak demi menuntut ilmu yang harus melewati medan tempuh yang begitu berat. Beberapa dari kita mungkin justru merutuki pemerintah dan mempertanyakan kinerja mereka karena tidak tersedianya jalan atau kendaraan yang memadai bagi anak-anak ini sehingga perjalanan mereka ke sekolah diwarnai dengan berbagai bahaya seperti itu.

Namun pada kenyataannya, Indonesia bukanlah satu-satunya negara di mana anak sekolahnya harus menempuh kondisi ekstrim demi dapat menuntut ilmu. Negara-negara lain pun banyak yang mengalami situasi yang sama di berbagai daerah pelosok mereka. Beberapa bahkan harus menaiki tebing dan gunung demi bersekolah. Penderitaan karena infrastruktur yang kurang memadai untuk menuju ke sekolah ternyata tidak hanya dirasakan oleh Indonesia dan permasalahan ini menjadi masalah bagi banyak negara, bahkan beberapa negara maju sekalipun. Penasaran seperti apa susahnya anak sekolah di berbagai negara untuk berangkat sekolah? Yuk, kepo!

1. Anak-anak di Kairo, Mesir, harus menumpangi angkutan yang penuh sesak dengan bergelantungan di pintu belakang angkutan demi berangkat ke sekolah

2. Di Kota Galle, Sri Lanka, gadis-gadis ini harus menyeberangi sela-sela di antara dinding benteng tua dengan papan kayu kecil untuk ke sekolah

3. Bukan hanya di negara berkembang, di Jepang yang sudah maju, tepatnya di Fukushima, anak-anak sekolah berkeliaran dan menjalani kegiatan belajar mengajar di tempat yang terkena radiasi nuklir dan bahkan terdapat mesin pendeteksi nuklir yang berdetik di de

4. Di Jepang juga, tepatnya di Tokyo yang rawan gempa, beberapa sekolah mewajibkan orang tua untuk mengenakan alat pengaman kepala kepada anak mereka yang akan berangkat sekolah untuk melindungi mereka dari runtuhan bangunan jika gempa terjadi
5. Anak-anak di Provinsi Henan, Cina, yang sedang mengalami pembangunan pesat harus berjalan di area bangunan yang sedang diruntuhkan untuk pergi ke sekolah

6. Sementara itu di Kota Jiangxi, Cina, yang sering banjir, anak-anak harus mengandalkan orang tua mereka untuk menyeberangkan mereka saat jalanan terendam air yang cukup tinggi

8. Di Filipina pula, tepatnya Provinsi Rizal, anak-anak harus menaiki rakit kecil untuk menyeberangi sungai menuju ke sekolah mereka

9. Berbeda lagi dengan di Kashmir, India, anak-anak tidak menyeberang dengan rakit, melainkan menggunakan jembatan kayu kecil yang sudah rusak dan berbahaya demi menuntut ilmu

10. Di Cina, tepatnya di Provinsi Liangshan Shicuan, anak sekolah harus memanjat tebing dengan menggunakan tangga besi selama dua jam untuk sampai ke sekolah

11. Masih di Cina, Provinsi Guizhou, untuk ke sekolah, anak-anak harus berjalan menyusuri jalan setapak di tebing

12. DI negara semaju Arab Saudi, yaitu di Kota Jazan, anak-anak harus menaiki Gunung Fifa dengan menggunakan tangga buatan untuk mencapai sekolah mereka

Ternyata, bukan cuma Indonesia yang mengalami permasalahan ini. Negara-negara lain juga mengalami kondisi ekstrem di beberapa wilayahnya. Bagaimanapun, hal ini memang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Memang dibutuhkan tanggapan cepat dari pemerintah untuk mengatasi hal ini agar anak-anak tidak harus mempertaruhkan nyawanya untuk mengenyam pendidikan. Semoga pemerintah lekas menanggapi, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
352SHARES