Nauru, Negara Kecil yang 95% Warganya Menderita Obesitas. Duh, Kok Bisa Ya?

07 Februari 2018
|Pandu Rijal Pasa

Pernah mendengar sebuah negara bernama Republik Nauru? Rasanya, jarang sekali orang yang mengetahui keberadaan negara ini, karena memang Nauru merupakan negara yang sangat kecil yang terdiri hanya dari satu pulau. Sebelumnya negara ini dikenal sebagai Pulau Pleasant, yang merupakan negara kepulauan di wilayah Mikronesia. Meskipun negaranya kecil, ternyata Nauru memiliki hal yang cukup unik berkaitan dengan penduduknya. Tercatat bahwa, Nauru adalah negara yang memiliki penduduk gemuk terbanyak di dunia. Kok bisa, ya?

Pulau yang awalnya ditemukan oleh orang Eropa pada 1798 ini telah banyak mengalami pendudukan demi pendudukan negara lain sebelum akhirnya merdeka. Awalnya Nauru diklaim sebagai koloni oleh Kekaisaran Jerman di akhir abad ke-19. Usai Perang Dunia I, negara ini beralih untuk dikelola Liga Bangsa-Bangsa yang dikelola oleh Australia, Selandia Baru dan Inggris. Perang Dunia II pun tidak melewatkan Nauru sebagai jalur pasukan sekutu di wilayah pasifik serta sempat diduduki Jepang. Baru setelah perang berakhir, negara ini masuk ke dalam perwalian PBB dan merdeka di tahun 1968.

Ternyata, yang membuat para penjajah begitu tertarik dengan pulau ini, selain lokasinya yang strategis adalah tambang fosfat yang dimilikinya. Nauru memiliki tambang fosfat yang melimpah di tingkat yang tidak terlalu dalam yang bisa memudahkan penambangannya. Sehingga, begitu merdeka, Nauru bisa mengelola sendiri tambang fosfat yang mereka miliki secara maksimal. Hasilnya, pada 1980, Nauru menjadi negara paling kaya di dunia jika dihitung berdasarkan pendapatan per kapita warganya.

Kekayaan yang melimpah ternyata merubah gaya hidup mereka dan membuat penduduk Nauru menjadi sangat konsumtif. Ikan serta buah yang sebelunya merupakan makanan favorit, tergeser oleh makanan cepat saji impor. Makanya, tidak heran rasanya kalau WHO merilis bahwa sekitar 95% warga negara tersebut menderita obesitas hingga diabetes akibat dari konsumsi makanan impor yang berlemak serta dengan kandungan gula yang tinggi.

Efek dari ledakan obesitas ini membuat pemerintah Nauru harus bekerja keras untuk menyelamatkan warganya dari resiko penyakit yang mengikuti obesitas. Program yang dilaksanakan tersebut berupa kelas senam gratis, olahraga, seminar-seminar tentang gizi hingga kontes penurunan berat badan. Meskipun di Indonesia saat ini banyak tempat makan impor, jangan sampai kita mengulangi hal yang sama seperti yang terjadi di Nauru, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pandu Rijal Pasa
"Be The Best Version of You"
SHARES