Miris! 7 Suku Dunia Ini Terancam Punah. Jumlahnya Nggak Sebanyak Jumlah Anggota RW-mu!

18 November 2017
|Olphi Disya
7SHARES

Kalau di sekitar kita ada suku Jawa yang jumlahnya berjuta-juta atau suku yang ada di pedalaman Indonesia, mungkin kita merasa bahwa keberadaan suatu suku itu lestari dan akan bertahan sepanjang masa. Namun tahukah kamu bahwa ada beberapa suku dunia yang terancam punah? Ternyata nggak semua suku dunia ini bisa bertahan selamanya lho. Beberapa suku-suku dunia di bawah ini ternyata jumlah anggotanya cuma segelintir, bahkan mungkin lebih sedikit dari jumlah anggota RW-mu! Yuk kepoin beberapa suku di dunia yang sedang menghadapi kepunahan!

1. Suku Akuntsu di Brazil

Diperkirakan hanya tersisa 5 orang warga suku asli Akuntsu di Brazil. Dulunya, suku dunia ini merupakan korban kekejaman dan pembunuhan masal. Hingga pada tahun 1980, suku ini menetap di Rondonia di sebelah barat laut Brazil dan hidup tentram dengan berburu dan bercocok tanam di kebun kecil mereka. Namun setelah itu, kawasan tempat tinggal mereka dibuka untuk pengembangan wilayah. Meski kawasan tersebut dilindungi pemerintah, namun banyak oknum yang ingin mengeksploitasi kawasan tersebut sehingga terjadilah pembunuhan massal suku Akuntsu sekitar tahun 1990. Dari kejadian tersebut, hanya tersisa 7 orang dan kini tinggal 5 orang Akuntsu. Berhubung suku Akuntsu melarang pernikahan dengan suku lain, maka kemungkinan besar suku ini akan menghadapi kepunahan.

2. Suku Jarawa di India

Saat ini, jumlah populasi suku Jarawa diperkirakan hanya ada 200-300 orang. Dalam bahasa Andaman, Aka-Bea, Jarawa berarti "orang asing".  Satu dari 4 suku asli di kepulauan Andaman adalah Jarawa yang menutup diri dari dunia modern hingga 1998. Mereka hidup di hutan belantara dan tidak ramah akan kehadiran orang di luar sukunya. Namun, pemerintah India pernah membuat Great Andaman Trunk Road yang memfasilitasi turis untuk melihat suku dunia tersebut lebih dekat dan mengambil foto mereka. Tapi setelah beredarnya video nyaris telanjang orang suku Jarawa yang diminta turis Barat untuk menari di Youtube, kini pemerintah India membuat jalur baru untuk membantu melindungi suku dunia tersebut agar tidak mudah diakses turis.

3. Suku Livonians di Latvia

Diketahui saat ini populasi suku Livonian hanya ada 200-an orang. Suku nelayan Latvia ini hidup di sebelah timur Baltic sejak 4000 tahun yang lalu dan menamai diri mereka dengan Raandalist yaitu penghuni pesisir. Namun setelah beberapa abad terjadi perang dan asimilasi paksa, daratan tempat tinggal mereka pun tenggelam dan banyak penduduk Latvia di desa pesisir, Mazirbe, tersisa 147 orang saja. Meskipun saat ini pesisir Livonian dilindungi oleh pemerintah Latvia, namun semakin lama penduduk suku dunia ini semakin berkurang. Untuk melestarikannya, pemerintah Latvia mencoba untuk mengajarkan bahasa Livonian di tingkat universitas.

4. Suku Nukak di Kolombia

Dikabarkan hanya tersisa sekitar 420 orang suku Nukak yang tinggal di Kolombia. Nukak merupakan satu dari 32 suku asli di Kolombia yang menurut PBB sedang menghadapi anacaman kepunahan. Hal ini disebabkan oleh adanya koloni bersenjata, perdagangan narkoba, dan konflik militer antara kawanan pemberontak dan pemerintah yang membuat bagian selatan hutan hujan Kolombia tempat tinggalnya suku Nukak menjadi tempat yang paling berbahaya.

Ratusan penduduk suku Nukak saat ini tinggal di kamp pengungsian. Kalaupun mereka akan dipindahkan ke suatu tempat, imunitas mereka nggak akan mampu untuk beradaptasi. Survival International pernah mengabarkan bahwa sekitar 50% penduduk suku dunia ini meninggal setelah melakukan kontak dengan dunia luar tahun 1988.

5. Suku El Molo di Kenya

Tercatat masih ada sekitar 800 orang warga suku El Molo di Kenya yang hidup dalam kelompok etnis di sebelah tenggara pinggir Danau Turkana. Setelah bertahun-tahun mengalami konflik dengan kelompok etnis yang lain, mereka menutup diri. Saat ini Danau Turkana semakin berevaporasi dan meningkatkan polusi, menyebabkan adanya wabah penyakit kolera. Tanda kepunahan suku dunia yang satu ini ditandai dengan punahnya bahasa asli El Molo karena banyak anak-anak yang diajari bahasa asing dan hanya beberapa orang tua yang menggunakan bahasa asli, itupun kebanyakan menggunakan bahasa Maa atau Swahili. Hanya sektor turisme dari hasil penjualan kerajinan tangan yang membuat ekonomi suku El Molo agak stabil.

6. Suku S’aoch di Kamboja

Hanya tersisa kurang lebih 110 orang penduduk, suku S’aoch populasinya semakin menipis di bawah kekuasaan Khmer Rouge yang melakukan genosida. Pembunuhan massal ini dilakukan pada suku S’aoch karena suku tersebut dituding hanya berbicara dalam bahasa aslinya sendiri. Dalam gejolak kekerasan yang menimpa Kamboja pada akhir 1970-an, S'aoch kehilangan tanah air pesisir mereka dan sekarang tinggal di Samrong Loeu, sebuah desa di barat daya Kamboja di mana hanya sepuluh tetua yang masih berbicara dalam bahasa tersebut. Akhirnya penduduk suku S’aoch pun memilih untuk belajar bahasa Khmer agar bisa berdagang dan bertahan hidup.

7. Suku Batak di Filipina

Kalau suku Batak di Indonesia jumlahnya banyak dan termasuk ke dalam suku dengan populasi yang cukup banyak, namun suku Batak di Filipina justru terancam punah karena terdata hanya ada 300 orang di suku tersebut. ratusan tahun yang lalu, suku Batak berkelana dan menetap di sebelah utara Palawan, Filipina, untuk berburu, beternak dan menangkap ikan.

Kebutuhan utama orang Batak di sana hanyalah makanan. Namun, hasil panen padi telah menurun drastis sejak tahun 1994, ketika sistem pertanian mereka melanggar peraturan pemerintah. Penderitaan dari tingkat kelahiran rendah, kematian bayi yang tinggi dan gizi buruk, orang Batak hanya bisa bertahan jika mereka mendapatkan hak legal untuk tinggal di tanah mereka dengan cara tradisional mereka.

Jadi itulah tadi beberapa suku dunia yang saat ini sedang terancam kelangsungan hidupnya. Semoga nggak beneran punah, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
7SHARES