Mirip Tradisi Tato Suku Mentawai, Tradisi Ta Moko di Selandia Baru Juga Mengesankan!

yukepo.com

Setiap tradisi dari berbagai suku bangsa di dunia selalu memiliki cara khasnya masing-masing dalam mengekspresikan identitas budayanya. Berbagai seni kreatif pun akhirnya muncul, berkembang, dan kemudian menjadi keunikan sekaligus kekayaan peradaban bagi masing-masing suku bangsa. Salah satu seni kreatif yang unik tersebut adalah Ta moko, yang hingga kini masih hidup di kalangan masyarakat suku Maori di Selandia Baru.

media.newzealand.com

Ta moko adalah seni tato yang menjadi salah satu budaya khas masyarakat Maori, suku asli penghuni Selandia Baru. Bagi laki-laki, moko (tato) biasanya diukir di wajah, paha, dan pantat, sedangkan bagi perempuan, moko biasanya diukir di bibir dan dagu. Selain di bagian tubuh tersebut, tidak sedikit juga orang Maori yang memiliki moko di leher, perut, punggung, dan betis.

Bagi masyarakat Maori, Ta moko mengandung simbol dan makna di baliknya, tidak sekadar sebagai karya seni visual saja. Ta moko berfungsi untuk menunjukkan silsilah dan sejarah pribadi seseorang. Ta moko juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenang dan terhubung dengan anggota keluarga yang telah meninggal. Kalau di zaman dulu, Ta moko adalah sebagai tanda kedudukan sosial, keahlian, dan martabat. Bagi orang yang tidak memiliki moko di tubuhnya, orang tersebut biasanya akan dianggap tidak memiliki status sosial di masyarakat.

adrianmalloch.photoshelter.com

Orang-orang Maori yang telah cukup umur biasanya akan mulai menato bagian tubuhnya. Secara tradisional, moko diukirkan ke kulit dengan menggunakan alat pahat yang terbuat dari tulang dengan pewarna yang berasal dari jelaga yang terkadang dicampur dengan damar Kauri atau jelaga dari tanaman perdu Koromiko. Setelah kedatangan para pemukim dari Eropa, Ta moko dikerjakan dengan menggunakan alat modern, yaitu mesin tato. Meskipun demikian, ada juga beberapa seniman yang memilih untuk memadukan cara tradisional dengan modern agar hasilnya lebih maksimal.

Meskipun proses pengerjaan Ta moko memerlukan waktu tidak sebentar dan menyakitkan, orang-orang Maori tidak mempermasalahkannya karena bagi mereka itu adalah tradisi turun-temurun yang harus terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai kearifan budaya suku Maori. Meskipun lebih untuk kepentingan tradisi, desain moko suku Maori ternyata ada juga yang digunakan untuk estetika belaka, yang biasa disebut sebagai kirituhi (seni lukis tubuh).

Beda motif moko, beda pula simbol dan makna yang dikandungnya. Apabila tidak bertanya langsung pada orang Maori yang bersangkutan, kita tidak akan mengetahui dengan jelas makna moko yang mereka punya. Nah, jadi tertarik untuk mempelajari seni dan makna Ta moko lebih dalam lagi? Bisa deh dateng ke Selandia Baru suatu saat nanti.

 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Jangan Remehkan Millenials, Jumlahnya Terus Meningkat dan Kelak Akan Mencapai Setengah Jumlah Penduduk Indonesia - Keepodotme

Jangan Remehkan Millenials, Jumlahnya Terus Meningkat dan Kelak Akan Mencapai Setengah Jumlah Penduduk Indonesia - Keepodotme

Menyuruh Calonnya Makan Apel Rasa Ketiak, 7 Tradisi Cari Jodoh Ini Aneh Banget!

Menyuruh Calonnya Makan Apel Rasa Ketiak, 7 Tradisi Cari Jodoh Ini Aneh Banget!

Sah! Kini Merpati Bisa Mengudara Lagi - Keepodotme

Sah! Kini Merpati Bisa Mengudara Lagi - Keepodotme

Lihai Bermain Pedang dan Strategi, 7 Samurai Jepang Ini Dikenang Sebagai Legenda. Hebat!

Lihai Bermain Pedang dan Strategi, 7 Samurai Jepang Ini Dikenang Sebagai Legenda. Hebat!

Demam ”Bohemian Rhapsody”, WargaNet Berkolaborasi Ciptakan Lyric Video Unik - Keepodotme

Demam ”Bohemian Rhapsody”, WargaNet Berkolaborasi Ciptakan Lyric Video Unik - Keepodotme

Tradisi Loy Krathong di Thailand Ini Mirip dengan Tradisi Melarung di Indonesia. Kebetulan?

Tradisi Loy Krathong di Thailand Ini Mirip dengan Tradisi Melarung di Indonesia. Kebetulan?

loading