Minoritas Muslim Di Bhutan, Tetap Tegar Meski Dipandang Sebelah Mata

19 Juni 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Bhutan merupakan negara berbentuk kerajaan dengan dasar agama Budha yang mengakar kuat. Namun, bukan berarti seluruh penduduknya menganut agama Budha. Ada agama-agama lain yang juga dianut warga di sana, misalnya Hindu, Kristen termasuk juga Islam. Dilansir dari www.republika.com, jumlah muslim di Bhutan hanya mencapai 7000 orang yang merupakan satu persen dari total keseluruhan penduduk Bhutan.

Penganut muslim di sana hidup sebagaimana warga negara Bhutan lainnya. Mereka memilki kebebasan untuk mendapatkan hak-hak sebagai warga negara. Namun untuk kebebasan beragama, sayangnya mereka belum mendapatkannya. Mereka tidak diizinkan untuk mendakwahkan agama Islam. Organisasi dan sekolah Islam pun menjadi sulit dibangun di sana. 

Sebenarnya, apa yang menyebabkan muslim sulit diterima di sana? Dilansir dari www.imamreza.net, pada tahun 1627 seorang pastur pernah mempelajari sisi keagamaan orang-orang Bhutan. Hasilnya, ternyata rakyat Bhutan sangat kritis terhadap Islam. Bahkan, muslim dipandang sebagai penggambaran orang yang sangat buruk. Ditambah lagi dengan pengaruh pemberitaan media tentang Islam yang selalu dikaitkan dengan isu terorisme. Pemberitaan tersebutlah yang makin menghasut kebencian sebagian masyarakat Bhutan terhadap Islam.

 

Namun, di tengah kesulitan-kesulitan tersebut. Masyarakat Islam Bhutan masih diberi kebebasan beribadah. Mereka hidup dengan sesama muslim lainnya membentuk sebuah komunitas. Bahkan, ada sebuah masjid yang dapat dibangun di sana, yaitu Masjid Jaigaon. Masjid Jaigaon disebut-sebut sebagai masjid satu-satunya di Bhutan. Masjid tersebut letaknya justru di wilayah dekat perbatasan dengan India. 

Untuk urusan makanan, makanan halal memang sulit didapat. Kecuali, jika orang-orang muslim di sana mau membeli hewan hidup dan menyembelihnya sendiri. Muslim di sana juga dapat memakan makanan vegetarian yang banyak tersedia. Karena sebagian penganut Budha tidak mengonsumsi daging, sajian vegetarian menjadi populer di sana. 

Meski banyak pandangan buruk yang ditujukan kepada penduduk muslim di Bhutan, namun mereka tetap berusaha berpegang teguh pada ajaran agama mereka. Kalau dipikir, kondisi kita di Indonesia lebih beruntung dibandingkan mereka bukan?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES