Menjadi Rumah Bagi 27.000 Orang PSK, Pattaya Dijuluki Kota Soddom dan Gomorrah Modern!

26 Maret 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Thailand menjadi sorotan dunia karena memiliki keunikan terkait pariwisata dan industri seks yang menjamur. Baru-baru ini, pengakuan 18 gender di Thailand pun telah mengejutkan publik dunia. Beberapa media asing tak henti menyoroti Thailand terkait seks. Salah satunya adalah Daily Mirror yang mengangkat judul Inside The World's Sex Capital: City Dubbed Modern Day Soddom and Gomorrah with Highest Number of Prostitutes Anywhere. Artikel ini muncul pasalnya, di Kota Pattaya, Thailand, bisnis prostitusi merebak tak terkendali.

Setiap tahunnya, Kota Pattaya dikunjungi lebih dari satu juta wisatawan. Diduga kuat, kunjungan wisatawan tersebut disebabkan banyaknya penjaja seks di kota itu. Jumlah pekerja seks komersial di Pattaya tercatat sekitar 27.000 orang. Karena saking banyaknya jumlah pekerja seks komersial, tak heran jika Pattaya mendapat julukan Soddom dan Gomorrah Modern. Soddom dan Gomorrah adalah kota yang dalam kisah di kitab-kitab, dimusnahkan Tuhan karena penduduknya melakukan penyimpangan aktivitas seks.

Dengan jumlah 27.000 PSK dapat dikatakan bahwa dari lima wanita di Pattaya salah satunya adalah seorang PSK. Kota ini juga memiliki souvenir yang tak kalah menghebohkan. Yaitu sebuah kaos bertuliskan Good guys go to Heaven, Bad boys go to Pattaya yang menjadi oleh-oleh khas Pattaya.

Pattaya memang layak disebut sebagai kota wisata seks. Lebih dari 1.000 bar, panti pijat, dan situs prostitusi menjamur di kota tersebut. Para wanita Thailand yang berpakaian minim berjejer di pinggir jalan siap untuk mencari klien atau konsumen jasa yang mereka jajakan. Lampu neon yang beraneka ragam menambah semarak suasana jalanan dan pusat prostitusi di Pattaya. Para turis akan digoda dengan berbagai cara agar mampir ke bar dan menggunakan jasa PSK.

Menurut para pelakunya, perdagangan seks memberi keuntungan terhadap perekonomian negara karena telah mendatangkan banyak wisatawan. Namun sayangnya, bisnis seks di kota ini memiliki masa depan yang tak pasti. Menteri Pariwisata Thailand berjanji akan menghentikan wisata seks dan mengembalikan Pattaya sebagai kota wisata yang aman.

Baru-baru ini polisi juga telah melakukan penggerebekan di sebuah rumah bordil. Petugas keamanan negara ini telah meningkatkan pengawasan terhadap rumah bordil karena adanya kekhawatiran perdagangan manusia dan pekerja seks di bawah umur.

The Human Help Network Foundation Thailand juga telah mengingatkan bahwa perdagangan manusia adalah ancaman nyata. Terutama bagi anak-anak dan tunawisma. Persoalan maraknya industri dan wisata seks di Thailand ini memang membutuhkan pengawasan dari Pemerintah karena sangat rawan bagi kesejahteraan rakyat Thailand sendiri. Hm, semoga di Indonesia tidak sampai seperti ini, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES