Mengenal Konstruksi Bangunan Tahan Gempa yang Ada di Jepang, Boleh Juga Nih buat Dicoba!

28 Oktober 2017
|Meidiana
Asia
0SHARES

Kita pasti tau bahwa Jepang merupakan negara yang sering terkena gempa bumi. Indonesia juga sih sebenernya karena sama-sama terletak di jalur gempa, hanya saja kekuatan gempanya lebih besar di sana. Hal tersebut membuat orang Jepang sangat pandai dalam merancang bangunan yang memberikan keamanan dari ancaman gempa. Mereka sangat tau bahwa bukan gempa yang membunuh orang, melainkan bangunan/sebagian bangunan yang runtuh pada waktu gempalah yang membunuh orang. Dengan mengembangkan rumah/gedung tahan gempa, mereka terbukti dapat menekan jumlah korban jiwa akibat gempa. Tentu saja bangunan semacam itu memiliki prinsip dasar konstruksi tahan gempa yang bisa banget buat diadaptasi di Indonesia. Wah, kira-kira apa saja ya prinsip dasarnya? Oke, yuk langsung saja kita kepoin satu-satu!

1. Pemakaian material bangunan yang ringan

Besar-tidaknya pengaruh gempa yang menimpa sebuah bangunan sangat bergantung pada berat bangunan. Jadi, alangkah baiknya jika bangunan dibangun dengan material yang lebih ringan, seperti penggunaan material kayu sebagai rangka bangunan serta penggunaan bata ringan dan rangka baja ringan.

2. Denah sederhana dan simetris

Struktur bangunan yang sederhana dan simetris ternyata dapat menahan gaya gempa lebih baik daripada yang bangunan yang bentuknya tidak beraturan. Hal itu disebabkan kekuatan gempa yang terjadi dapat terdistribusi secara merata ke semua elemen struktur. Penentuan letak-letak titik kolom dan pondasi sebagai rangka rumah juga akan lebih mudah jika denahnya sederhana dan simetris.

3. Sistem konstruksi penahan beban

Prinsip dasar konstruksi rumah tahan gempa selanjutnya adalah penyatuan struktur pondasi, kolom, balok, dan struktur atap melalui sambungan yang memadai. Untuk konstruksi kayu, diperlukan struktur menyilang dan pengikat di setiap sambungannya untuk memperkokoh bangunan.

4. Dapat dibongkar pasang (knock down)

Bangunan yang dapat dibongkar pasang memungkinkan tingkat kerusakan yang kecil karena otomatis terbuat dari material yang tidak sepermanen cor-coran. Sebut saja konstruksi dinding/sekat yang terbuat dari kayu/tripleks.

5. Pengerjaan yang lebih teliti

Pengerjaan konstruksi bangunan yang lebih teliti, misalnya, dilakukan dengan memperhitungkan struktur beton dengan tulangannya secara tepat. Sambungan antara kolom dan fondasi juga harus diperhatikan agar dapat meredam dampak guncangan.

Dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar konstruksi bangunan tahan gempa, Jepang berhasil dalam menciptakan bangunan tahan gempa yang efektif walaupun ya harganya cukup mahal juga. Keberhasilannya tersebut pun membawa Jepang menjadi yang terdepan dalam hal konstruksi bangunan tahan gempa di dunia. Tak hanya itu, prinsip-prinsip dasar konstruksi bangunan tahan gempa Jepang juga telah diadaptasi oleh negara-negara rawan gempa bumi, termasuk di Indonesia.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES