Kodokushi, Tren Mati Karena Kesepian di Jepang Ini Bikin Jomblo Abadi Was-Was!

04 Februari 2018
|Lulu Lukyani
1.7 KSHARES

Jepang memang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Selalu ada yang baru dari Jepang. Mulai dari daruma, boneka keberuntungan masyarakat Jepang, tisu toilet khas Jepang, inovasi-inovasi Jepang, dan masih banyak hal lain yang tidak ditemukan di negara lain.

Kali ini, Yukepo akan membahas mengenai Kodokushi, fenomena seseorang meninggal dalam kondisi kesepian. Peristiwa ini sedang marak terjadi di Jepang. Seperti yang diketahui, masyarakat Jepang memang gila kerja, disiplin, dan sangat tekun. Mungkin karena hal itu, masyarakat Jepang cenderung memikirkan diri sendiri sehingga ada orang-orang yang merasa kesepian hingga akhir hayatnya. Nah, mau tau kelanjutannya? Langsung aja deh kepoin!

Pada tanggal 30 November 2017, petugas kebersihan Hidemitsu Ohshima, masuk ke sebuah apartemen di Tokyo, tempat seorang pria berusia 50 tahun ditemukan meninggal dalam kesendirian di tengah kota yang berpenduduk lebih dari 10 juta orang. Pria tersebut meninggal tiga pekan yang lalu tanpa ada orang yang mengetahuinya.

Pria tersebut menjadi korban kodokushi, yakni mati dalam kesendirian yang menjadi sebuah tren di Jepang. Kodokushi menjadi masalah serius di Jepang. Sekitar 27,7% dari populasi penduduk berusia 65 tahun, dan banyak yang menyerah untuk mencari pasangan hidup di usia paruh baya

Tidak ada angka resmi mengenai jumlah korban kodokushi, namun kebanyakan ahli menyatakan sekitar 30.000 mati dalam kesepian setiap tahunnya. Para ahli juga mengatakan bahwa kombinasi antara budaya Jepang yang unik, kondisi sosial, dan faktor demografi yang bergabung inilah yang menjadikan kodokushi masalah serius.

Menurut Kasuhiko Fujimori, kepala riset Institut Informasi dan Penelitian Mizuho, di Jepang keluarga adalah fondasi sosial. Kondisi tersebut berubah sejak banyak orang yang memilih untuk tidak menikah dan hidup sendiri. Satu dari empat pria berusia 50 tahun di Jepang tidak pernah menikah. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat pada tahun 2030.

Akibatnya, 15 persen lansia di Jepang hidup sendiri. Mereka bahkan hanya berbincang dengan orang lain satu kali dalam satu minggu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan angka lansia yang hidup sendiri di negara  Swedia, Amerika Serikat, dan Jerman yang sekitar 6-8 persen.

Itu dia fenomena Kodokushi yang sedang menjadi keresahan masyarakat Jepang. Kita sebagai manusia penting sekali untuk saling memperhatikan orang-orang di sekitar kita agar tidak mati kesepian. Ketika orang lain tidak kesepian karena ada kita, kita pun tidak akan kesepian karena orang itu ada untuk kita. Jadi, sudah menghubungi orang-orang terkasihmu hari ini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
1.7 KSHARES