Fakta Miris Jutaan Anak Migran Tiongkok yang Terpaksa Tumbuh Tanpa Orang Tua

20 Oktober 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Negara Tiongkok nyatanya memiliki sejuta rahasia di balik megahnya kelap-kelip lampu ibu kota dan surga bagi industri apa pun. Mulai dari pakaian hingga elektronik, Tiongkok bisa dikatakan salah satu raja dunia. Jelas saja negara ini bisa berkembang dengan cukup pesat, sebagian besar penduduknya memang bekerja sebagai buruh di beberapa perusahaan maupun pabrik raksasa.

Dengan segala kemajuan industrinya, terdapat satu fakta mencengangkan mengenai para anak migran Tiongkok ini. Para anak usia sekolah ini terpaksa bertumbuh kembang tanpa didampingi oleh orang tua kandungnya. Mereka justru diasuh oleh kakek atau neneknya di pedesaan yang jauh dari kata sejahtera.

Berikut ini beberapa fakta yang sudah YuKepo siapkan mengenai nasib jutaan anak migran yang hidup jauh dari orang tua. Penasaran? Yuk, kepoin aja bareng YuKepo!

1. Kota Anshun merupakan bekas kawasan industri yang kumuh. Salah seorang kakek yang miskin dan penyakitan terpaksa merawat empat cucunya karena ditinggal merantau orang tua di kota

2. Keluarga Luo menjadi satu dari 55 juta penduduk di Tiongkok yang berpenghasilan kurang dari Rp 5,6 juta pertahun

3. Anak-anak dari keluarga Luo memang mendapatkan pendidikan gratis, namun untuk tiap perlengkapan sekolah harus ditebus dengan harga yang tinggi

4. Karena tinggal di lingkungan miskin, belajar di rumah menjadi kesulitan tersendiri. Apalagi saat musim dingin menerpa, penerangan dari senter dinyatakan sudah cukup
5. Sepulang sekolah anak-anak ini masih harus bekerja. Para orang tua mengharapkan anaknya mendapatkan pendidikan di universitas, namun tampaknya kemungkinan itu sangat tipis

6. Umumnya para anak pekerja migran tidak bisa masuk sekolah di kota tempat orang tua bekerja karena direpotkan oleh sistem pendataan yang ada

7. Satu dari tiga anak di Tiongkok merupakan anak dari 260 juta buruh migran, umumnya mereka kurang memiliki keterampilan

8. Beberapa lembaga pernah membangun sekolah untuk para anak migran, hanya saja upaya ini gagal karena tak mendapat persetujuan pemerintah

9. Mayoritas anak migran tidak memiliki pilihan lain selain tinggal dan tumbuh di pedesaan tanpa adanya orang tua

Itu hanya sebagian fakta mencengangkan yang terjadi pada jutaan anak para migran di Tiongkok. Mereka tak memiliki pilihan lain selain tinggal terpisah dari orang tua. Sesungguhnya tumbuh kembang anak sangat membutuhkan peran para orang tua. Belum lagi dengan segala kesusahannya yang dialami saat tinggal di desa.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES