Disiksa Bagai Binatang, Phu Quoc jadi Penjara Paling Sadis di Vietnam. Neraka Dunia!

13 Februari 2018
|Galih Wisnu Brata
108SHARES

Penjara menjadi tempat bersemayam orang-orang yang terkena kasus kriminal. Di dalam penjara, para tahanan akan dikungkung kebebasannya. Para tahanan akan berada di dalam jeruji besi untuk beberapa waktu. Kebebasan yang direnggut bagi kebanyakan orang telah menjadi siksaan. Namun, ternyata ada penjara yang siksaan jauh lebih kejam. Penjara tersebut berada di Vietnam.

Phu Quoc terletak di desa Cay Dua, Phu Quoc, Vietnam Selatan. Penjara ini dianggap sebagai neraka dunia karena saking kejamnya siksaannya. Seperti apa ya kekejaman di penjara fenomenal ini?

1. Phu Quoc dibangun oleh para penjajah Perancis

Penjara Phu Quoc dibangun oleh para penjajah Perancis. Pembangunan rumah tahanan ini dimaksudkan untuk tahanan komunis. Dibangun di atas lahan seluas 400 hektar, hal ini menjadikan Phu Quoc sebagai penjara terbesar di Vietnam. Seiring berjalannya waktu, penjara ini digunakan juga untuk menahan tawanan perang dan para penjahat politik.

2. Tahanan sudah disiksa sejak pertama masuk penjara

Penyiksaan di Phu Quoc dimulai sejak pertama kali tahanan masuk penjara. Penyiksaannya pun di luar batas kewajaran. Para tahanan akan dipukul dengan begitu kerasnya. Selain itu, tahanan juga akan dijemur hingga pingsan. Ada juga yang disulut timah panas. Kalau ada yang berani memberontak, akan dipukul bahkan ditembak.

3. Setelah masuk penjara, di sini siksa yang sesungguhnya dan bertubi-tubi dilakukan

Setelah masuk Phu Quoc, tahanan harus menyiapkan fisik dan mental. Siksaan bertubi-tubi akan menghantam para tahanan. Siksaan yang paling ringan adalah lampu yang berintensitas tinggi diarahkan langsung ke mata sehingga mata menjadi buta. Ada juga tahanan yang dimasukkan ke penjara berduri yang kemudian dipukuli. Yang paling sadis adalah ada tahanan yang dimasukkan ke karung untuk dibakar hidup-hidup.

4. Sangat menyiksa, namun tahanan tidak dapat kabur karena Phu Quoc dijaga dengan sangat ketat

Kalau kamu berpikir kenapa para tahanan tidak kabur saja, kamu harus membuang jauh-jauh pikiran tersebut. Pasalnya, penjara ini dijaga sangat ketat. Saking ketatnya, bukan hanya sipir yang berjaga, melainkan ditambah dengan 4 batalyon serdadu lengkap dengan segala jenis persenjataannya. Jumlahnya pun tak main-main, yaitu 4.000 aparat yang tersebar di seluruh wilayah Phu Quoc.

5. Melihat metode penyiksaan tersebut, terang saja Phu Quoc memakan banyak korban

Karena adanya penyiksaan yang luar biasa kejam, tentu Phu Quoc telah memakan banyak korban jiwa. Sepanjang sejarahnya, penjara ini telah menampung sebanyak puluhan ribu tahanan. Dari awal berdiri, tahun 1967, hingga tahun 1973 sebanyak 4.000 jiwa telah melayang dan puluhan ribu yang lain cacat seumur hidup.

6. Diresmikan Sebagai Museum Sejak 1993

Pada tahun 1993, Phu Quoc akhirnya resmi dialih fungsikan menjadi sebuah museum. Hal tersebut dilakukan untuk mengenang perjuangan revolusioner yang gigih dan pantang menyerah saat menjadi tahanan. Museum ini selalu ramai dikunjungi orang yang penasaran dengan kejadian masa lalu.

Sadis banget ya? Walaupun mereka yang ditahan di penjara telah melakukan kejahatan, tidak sepantasnya mereka dihukum di luar batas kewajaran. Padahal, penjara atau Lembaga Permasyarakatan itu dibentuk sebagai wadah untuk 'mendidik' ulang para penjahat agar bisa kembali menjalani kehidupan di masyarakat, lho. Kalau begitu tujuannya, jelas penyiksaan seperti di Phu Quoc tidak bisa diterima. Hm, kalau dibandingkan dengan penjara di Indonesia saat ini, rasanya jauh lebih baik penjara di Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
108SHARES