Di Balik Kemewahannya, Hongkong Menyimpan Potret Menyedihkan dari Para Penduduknya yang Tinggal Dalam Kandang

03 September 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Tempat tinggal sering kali menjadi sesuatu yang lupa untuk kita syukuri. Sedari kecil, kebanyakan dari kita sudah mendapati kehidupan di bawah atap yang merupakan hasil kerja keras orang tua atau keluarga kita. Oleh karena itu, kita jadi menganggap bahwa rumah adalah sesuatu yang memang "sudah ada" dan kita mungkin tidak pernah merasakan bagaimana susahnya saat kebutuhan kita akan tempat tinggal tidak dapat terpenuhi. Biasanya, kita baru menyadari betapa pentingnya dan betapa dibutuhkannya kerja keras hanya demi mendapatkan atap untuk menaungi kepala kita saat kita memasuki usia kerja atau saat kita akan mulai membangun keluarga sendiri.

Namun, kemewahan yang kita miliki sekarang -meski hanya berupa rumah petak yang sempit dan ala kadarnya- sebenarnya merupakan sesuatu yang patut kita syukuri. Pasalnya, di Indonesia mencari tempat tinggal yang layak masih menjadi sesuatu yang dapat dilakukan dengan mudah. Meski harga tanah terus merayap naik, namun kita masih dapat menemukan rumah dengan harga yang terjangkau atau bisa juga menyewa tempat tinggal dengan harga ratusan ribu per bulannya.

Kondisi ini sangat jauh lebih baik dari yang kini terjadi di Hong Kong. Walaupun terkenal sebagai kota yang kaya dengan kehidupan mewah dan dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, memadati area pusat bisnis Cina ini, namun ternyata terdapat gambaran menyedihkan yang terjadi di samping berbagai kemewahan yang ditawarkan oleh Hong Kong. Padatnya area hunian di Hong Kong menyebabkan kota ini memiliki harga yang sangat tinggi untuk huniannya. Harga tempat tinggal yang tinggi ini lantas memaksa ribuan orang untuk tinggal di dalam "kandang" berukuran 2 x 0,5 meter. Hunian tidak layak ini disebut dengan "kandang" karena memang layaknya sebuah "kandang" yang bentuknya berupa kotak-kotak dari kawat besi yang ditumpuk-tumpuk memadati sebuah apartemen agar tiap apartemen dapat memuat lebih banyak orang.

Dalam satu ruangan apartemen dapat berisi sekitar dua hingga enam "kandang" dan mereka harus berbagi kamar mandi serta dapur. Biarpun hanya berupa "kandang", namun harga sewa "kandang" ini pun tidaklah murah. Mereka yang tinggal di tempat ini pun harus rela bertarung setiap malamnya dengan tungau kasur mengingat tempat tinggal mereka memang sangat tidak layak huni dan kotor. Berikut YuKepo berhasil mengumpulkan potret kehidupan rakyat Hong Kong yang terpaksa harus tinggal di dalam "kandang". Yuk, simak!

1. "Kandang" besi ini menjadi rumah bagi orang-orang miskin di Hong Kong

2. Meski tidak layak huni, namun harga sewa "‘kandang" ini bisa mencapai 3 juta rupiah per bulannya

3. Mereka harus tinggal seperti binatang karena harga hunian di Hong Kong terus meroket dan berada di luar kemampuan finansial mereka

4. Mulai dari kakek-kakek hingga anak muda terlihat memenuhi rumah "kandang" ini
5. Tentu saja tempat tinggal ini sangat minim privasi dan penghuninya harus belajar untuk hidup tanpa privasi

6. Bagi yang tinggal dengan keluarga, mereka lebih memilih menyewa apartemen mikro yang kondisinya tetap tidak layak huni

8. Pemerintah Hong Kong berjanji mengadakan hunian rakyat dengan harga yang tidak mencekik, namun rakyat harus menunggu hingga bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut

9. Tidak hanya itu, kondisi hunian yang sulit ini membuat rakyat Hong Kong enggan untuk menikah dan berkeluarga

10. Kini, tidak hanya berupa "kandang" dari kawat besi, bahkan terdapat "kandang" yang terbuat dari papan kayu maupun dinding besi

11. Para penghuni "kandang" pun harus pintar-pintar menyimpan barang mereka agar dapat muat di tempat tinggal mereka

12. Bahkan, beberapa apartemen mikro di Hong Kong menaruh toilet dan dapur di ruang yang sama karena tempat yang sangat terbatas

Tentu saja tempat tinggal seperti ini sangat tidak aman dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan para penghuninya. Menurut beberapa penelitian, tempat tinggal yang terlalu padat berdesakan pun memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental penghuninya. Mereka cenderung lebih rentan depresi dan merasa putus asa sehingga kondisi tempat tinggal seperti di Hong Kong ini juga menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial yang ada di sana. Hmm, semoga permasalahan ini bisa lekas terselesaikan, ya. Karena bagaimanapun, kondisi hidup seperti itu sangat tidak layak dan memiliki berbagai bahaya bagi para penghuninya serta Kota Hong Kong itu sendiri.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES