Bukan Patung atau Kisah Dongeng Belaka, Kuda Emas Asal Turkmenistan Ini Beneran Ada!

20 Januari 2018
|Galih Wisnu Brata
75SHARES

Kuda menjadi salah satu hewan yang dekat dengan kehidupan manusia. Dahulu, sebelum ada kendaraan bermotor, kuda sering digunakan sebagai alat transportasi. Kuda ditunggangi atau digunakan untuk menarik kereta. Selain itu, kuda juga dimanfaatkan untuk membantu petani dalam mengolah lahannya.

Pada saat ini, fungsi kuda mengalami perubahan. Kuda masih digunakan sebagai alat transportasi, tetapi hanya merupakan bagian dari wisata. Kekuatan kuda juga dimanfaatkan dalam sebuah pertandingan olahraga, pacuan kuda. Tak hanya kekuatannya saja, daging kuda pun sering diolah sebagai makanan yang katanya bisa menambah stamina bagi lelaki.

Nah, berbicara tentang kuda, ada ras kuda yang unik nih. Akhal-Teke; begitulah ras kuda tersebut dinamai. Akhal-Teke dikatakan unik karena memiliki warna bulu yang berbeda dengan kuda pada umumnya. Bila pada umumnya, bulu kuda berwarna hitam, cokelat, abu-abu, atau putih, Akhal-Teke memiliki bulu berwarna emas.

Karena bulu emasnya tersebut, kuda keturunan Turkmenistan ini dianggap sebagai kuda tercantik di dunia. Tak hanya dinobatkan sebagai kuda tercantik, konon Akhal-Teke juga menjadi kuda termahal sedunia. Harga yang harus dikeluarkan untuk memelihara si kuda emas ini adalah 300 ribu dolar Amerika Serikat. Mahal bukan?

Soal kekuatan, jangan ditanya. Akhal-Teke memiliki kekuatan yang luar biasa. Tubuhnya tampak atletis dan ototnya pun kuat. Larinya pun terbilang cepat. Akhal-Teke juga memiliki daya tahan yang hebat sehingga bisa bertahan di medan yang berat. Bukti ketangguhan dari kuda yang bermassa sekitar 450 kg ini, antara lain, turut berlaga dalam ajang Grand Prix de Dressage di Olimpiade 1960 di Roma dan berlaga di Olimpiade tahun 1964. Bahkan, kuda ini mampu memberikan kemenangan bagi tim Soviet di Olimpiade 1960 yang diadakan di Meksiko.

Cerita asal-usul Akhal-Teke memiliki beberapa versi. Versi pertama mengatakan bahwa kuda emas ini telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, keberadaannya disembunyikan oleh suku terpencil yang hidup di gurun Kara Kum. Versi kedua mengungkapkan bahwa Akhal-Teke sudah digunakan oleh Mongol saat menjadi penguasa di abad ketiga belas dan keempat belas.

Populasi si kuda emas saat ini bisa dikategorikan sangat memprihatinkan. Kabarnya, kuda emas ini hanya tersisa sekitar 3.500 ekor di seluruh dunia. Untuk mengatasi kepunahan, berbagai pihak mulai melestarikan dengan mengawinsilangkan kuda ini dengan ras lain.

Sangat disayangkan ya, semoga upaya pelestariannya berhasil sehingga si kuda cantik, kuat, hebat nan mahal ini masih bisa berlenggak-lenggok di atas bumi.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
75SHARES