Bukan Hanya Sewa Barang, di Thailand Tersedia Jasa Sewa Istri. Duh, Miris Banget!

10 Februari 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Bisnis persewaan memanglah sangat membantu kehidupan manusia. Sewa barang maupun jasa telah biasa terdengar di masyarakat. Ada sewa peralatan elektronik, sewa alat transportasi, sewa jasa ketik, hingga sewa jasa pengacara. Bahkan, kabarnya ada loh sewa jasa pacar. Membantu banget kan buat para jomblo. Kalau di Thailand bukan sekadar pacar yang disewakan, melainkan istri. Weh, bagaimana mungkin?

Di Negara Gajah Putih ini sewa istri dianggap sebagai hal lumrah. Para gadis bekerja sebagai istri sewaan adalah hal yang biasa. Kebanyakan profesi istri sewaan ini digeluti oleh para gadis belia yang berumur kurang dari 20 tahun. Para istri sewaan ini disebut black pearl.

Klien dari para istri sewaan ini kebanyakan adalah pria asing. Mereka menggunakan jasa sewa istri selama seminggu, sebulan bahkan setahun. Para istri sewaan ini akan melayani suami mereka layaknya seorang istri pada umumnya. Memasak, mencuci pakaian, setrika, bersih-bersih, dan melayani semua kebutuhan suami adalah tugas istri sewaan. Para gadis tersebut akan menerima bayaran berupa uang, mobil bahkan rumah. Tak jarang, gadis-gadis tersebut mendapat bonus anak dari sang suami. Duuh gimana tuh kalau si anak tanya siapa bapaknya?

Jika kliennya merasa puas, klien akan datang lagi ke Thailand dan menjadikan kembali gadis-gadis tersebut sebagai istri sewaan. Kalau beruntung, status istri sewaan bisa saja berubah menjadi istri sebenarnya. Namun, kebanyakan hubungan suami istri turut berakhir saat kontrak penyewaan juga berakhir.

Pekerjaan ini diambil oleh para gadis Thailand karena mereka merasa tidak punya pilihan lain. Masalah ekonomi menjadi alasan utamanya. Kebanyakan yang bekerja sebagai istri sewaan berasal dari keluarga miskin. Selain itu, mereka juga tidak memiliki keterampilan lain sehingga memutuskan untuk jadi istri sewaan.

Untuk menjadi istri sewaan, para gadis Thailand akan belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Mereka juga akan berlatih cara menarik perhatian lawan jenis dan cara berkencan. Nggak nyangka ya, ada pelatihannya juga.

Miris banget ya! Gadis belia harus rela menjadi istri sewaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hmm, kalau menurut kalian gimana fenomena sewa istri ini? Apakah sama dengan fenomena kawin kontrak di Indonesia? Dan apakah yang seperti ini menjadi solusi bagi kebutuhan hidup, atau justru menambah persoalan?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES