Berulah Lagi, ISIS Menculik Guru Berkebangsaan Cina di Pakistan

15 Juni 2017
|Chandra W.
287SHARES

Serangan kelompok teroris ISIS di berbagai belahan dunia sudah sangat sering terjadi. Dari negara-negara di Timur Tengah, Amerika, Filipina, bahkan Indonesia pun pernah merasakan kekejian serangan teror dari kelompok ini. Terakhir kita mendengar kabar dari London Bridge di mana sekelompok laki-laki menyerang pejalan kaki dengan menggunakan pisau. Biasanya, setelah ada suatu peristiwa penyerangan terjadi, salah satu anggota ISIS muncul dan menyatakan bahwa organisasinya bertanggung jawab atas serangan yang telah terjadi. Belum genap sebulan setelah penyerangan terakhir di London Bridge, kini ISIS kembali menyedot perhatian masyarakat internasional dengan menculik guru berkebangsaan China di Pakistan. Hari ini, guru tersebut diperkirakan telah meninggal.

Penculikan terjadi di Quetta, Ibu Kota Provinsi Balochistan terhadap dua orang guru yang kabarnya juga merupakan sepasang kekasih oleh dua orang yang menyamar sebagai polisi setempat. Mereka diculik pada tanggal 24 Mei 2017 lalu di daerah di mana Cina tengah membangun proyek “One Belt and Road”, sebuah proyek insfrastruktur masif yang termasuk dalam kerangka kerja sama ekonomi Cina dengan Pakistan. Peristiwa ini dituding telah mencoreng nama Islamabad di negeri Cina. Padahal, sejak Cina meresmikan kerangka kerja sama ekonomi tersebut, secara berbondong-bondong penduduk Pakistan mulai belajar bahasa Mandarin dan ini semakin menguatkan perasaan akrab di antara dua negara tersebut.

Pemerintah Pakistan mengaku sudah berupaya untuk menemukan guru berkebangsaan Cina tersebut, namun belum membuahkan hasil. Di Cina, terkuaknya peristiwa ini oleh media setempat mengakibatkan sentimen atas muslim meningkat. Sebelum penculikan ini dilakukan, ISIS juga telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Deputi Senat di Balochistan yang menewaskan 25 orang pada bulan lalu. Cina dan Pakistan hingga saat ini masih bersepakat untuk melawan apa pun yang berkaitan dengan terorisme. Pakistan berencana menambah keamanan di wilayah yang sepi. Untuk Balochistan sendiri sebenarnya termasuk wilayah yang aman, namun terkadang ada beberapa kelompok separatis yang melakukan serangan. Kelompok-kelompok ini menganggap bahwa proyek insfrastruktur yang sedang dikerjakan hanyalah sebuah ancaman terhadap kelestarian alam sekitar.

Serem ya, guys. Serangan terorisme memang sudah menjadi momok yang nyata-nyata ada dan mengancam kehidupan kita sehari-hari. Tapi, kita nggak boleh takut. Yang perlu diterapkan adalah sikap waspada sepanjang waktu biar nggak sampai jadi korban serangan terorisme.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
287SHARES