Beli Telur Seharga Miliaran? Nilai Mata Uang 7 Negara Ini Hampir Tak Berharga!

30 November 2017
|Olphi Disya
396SHARES

Pernah kebayang gimana rasanya harus membawa uang ratusan lembar saat pergi ke warung? Bukan, bukan tentang orang kaya raya yang uangnya banyak. Tapi justru Yukepo mau membahas tentang mata uang yang hampir tak berharga nilainya karena inflasi yang gila-gilaan di negara pemilik mata uang tersebut. karena inflasi dan nilai mata uangnya rendah banget, maka jangan heran kalau sobat miskin aja bisa membawa uang ratusan lembar hanya untuk jajan! Waduh, penasaran kan? Yuk, kepoin!

1. Zimbabwe

Akibat tingkat hiperinflasi yang mencapai 250,00.000% pada level terburuknya, pada tahun 2009 dolar Zimbabwe jadi “nggak laku” karena nilainya amat sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, orang Zimbabwe harus pakai gerobak dorong untuk membawa uang kertas sebanyak Z$ 100 triliun yang dicetak untuk berbelanja. Uang sebanyak itu bukan karena mereka tajir melintir, tapi justru karena nilai mata uangnya jatuh banget. Konon kalau mau beli telur aja, harus ditukarkan dengan uang seharga miliaran dolar Zimbabwe yang dibawa lebih dari segepok uang!

 

Z$ 100 triliun = 4 Sen USD = Rp 5.400 = satu bungkus roti

2. Somalia

Hampir sama kayak warga Zimbabwe, penduduk Somalia pun banyak yang harus menenteng uang mereka dengan koper, troli belanja, dan gerobak dorong. Hal ini disebabkan oleh pertukaran mata uang yang dilakukan di agen non resmi. Nah, agen non resmi inilah yang melipatgandakan nilai mata uang Shilling sehingga nilainya jatuh banget dan hampir tak berharga. Nilai nominal tertinggi yang tertera di uang kertasnya adalah 5000 shilling, padahal nyatanya saat ini nominal tersebut belum setara dengan 1 USD, lho!

 

6000 Somalian Shilling = 1 USD = Rp 13 ribuan

3. Vietnam

Beralih ke negara tetangga kita, Vietnam. Kembali pada tahun 1980, dong Vietnam diperdagangkan dengan nilai 2,05 per 1 USD. Tapi pada bulan Mei 2017 dan tingkat pertukaran mengejutkan terjadi sehingga dong Vietnam menjadi 22.689 per 1 USD. Dan akhirnya harus menelan pil pahit mengenai nilai mata uangnya yang dianggap tak begitu berharga. Nilai nominal terendah yang tertera di uang kertasnya adalah 200 dong Vietnam, yang bahkan nggak setara sama 1 sen dollar Amerika Serikat. Waduh!

 

22.689 dong Vietnam = 1 USD = Rp 13 ribuan

4. Iran

Sejak revolusi, Iran secara bertahap kehilangan nilai mata uang saat ini yang setara dengan 32.444 per 1 USD. Uang kertas denominasi tertinggi sekarang bernilai hanya $ 3. Inflasi terus meningkat di negara ini. Nilai mata uangnya bergantung dengan kondisi ekonomi di negara besar seperti Amerika Serikat. Kebijakan Trump yang bermusuhan dengan negara ini cenderung membuat mata uang tersebut bahkan hampir nggak berguna lagi di tahun-tahun mendatang. Rial di Iran benar-benar jatuh kayak terjun bebas setelah revolusi!

 

32.444 rial Iran = 1 USD = Rp 13 ribuan

5. Venezuela

Venezuela lagi krisis politik, sosial dan ekonomi yang parah sehingga nilai mata uangnya terjun bebas. Harga minyak yang jadi pendapatan negara jatuh, dan kebijakan ekonomi yang salah arah hampir aja bikin bangkrut negara ini. Banyak warganya yang jatuh miskin. Pada tahun 2012, nilai tukar resmi bolívar per dolar AS berada di 2 bolívars per dolar AS. Sekarang telah meroket ke 10 bolívars per dolar AS dan 3.000 bolivar per dolar AS di pasar gelap. Inflasinya diperkirakan naik jadi 2000% tahun depan menurut IMF. Gila!

 

3.000 bolivar Venezuela = 1 USD = Rp 13 ribuan

6. Sao Tomean and Principe

Negara kepulauan São Tomé dan Príncipe di Afrika telah berhasil menstabilkan mata uangnya dalam beberapa tahun terakhir dengan bergabung bersama euro. Tapi negara ini pernah mengalami inflasi gila-gilaan selama tahun 1990an dan 2000an. Inflasi mencapai puncaknya pada 86,8% di akhir tahun 1990an dan mencapai 37% di tahun 2008. Tahun ini, satu dolar setara dengan 21,846 dobras yang bisa dibilang cukup mengkhawatirkan. Dan diramalkan nilai mata uang tersebut akan terus memburuk.

 

21.486 dobras São Tomé dan Príncipe = 1 USD = Rp 13 ribuan

7. Uzbekistan

Dulunya sih mata uang So’m dianggap sebagai salah satu mata uang paling berharga di dunia. Tapi inflasi yang merajalela telah melemahkan nilainya. Parahnya,  pemerintah Uzbekistan menyangkal selama bertahun-tahun dan dengan gigih menolak mengeluarkan uang kertas denominasi yang lebih tinggi. Akhirnya orang-orang Uzbek sering menggunakan plastik besar untuk membawa uang kertas ke sana ke mari. Karena nilai mata uang yang berkurang, koin denominasi terkecil, 1 tiyin, hanya bernilai 0.000003 USD sekarang. Sontak hal itu membuat koinnya orang Uzbek jadi koin paling nggak berharga di planet bumi. Waduh!

 

10.000 So’m Uzbekistan = 2,62 USD = Rp 30 ribuan

Pssst… sebenarnya Indonesia bisa dibilang juga memiliki nilai mata uang yang nggak begitu tinggi. Bayangin aja, 1 USD di kita sekarang udah 13 ribuan. Semoga kondisi ekonomi kita semakin maju dan wacana denominasi dengan tujuan yang baik bisa berjalan dengan lancar. Semangat Indonesia!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
396SHARES