Begini Perayaan Chuseok, Hari Raya Tradisional Terbesarnya Korea

20 Oktober 2017
|Meidiana
0SHARES

Setiap negara pasti memiliki budaya dan adatnya sendiri-sendiri, seperti peribahasa, "Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya". Begitu pula dengan Korea Selatan. Budaya di negara yang industri hiburannya paling berkibar di Asia ini merupakan salah satu poin penting yang membuat banyak orang di dunia semakin tertarik dengan Korea Selatan. Meskipun hidup di zaman modern, sebagian besar masyarakat di sana masih melestarikan serta memegang tradisi dan nilai-nilai budaya tradisional. Salah satunya terlihat dari kegegap-gempitaan mereka dalam merayakan hari raya tradisional di setiap tahunnya, seperti Chuseok. Buat kamu yang menyukai dunia hiburan Korea, pasti tidak asing lagi dengan Chuseok. Tapi, sebenernya apa sih Chuseok dan seberapa penting makna di balik Chuseok bagi orang Korea? Daripada penasaran, mending langsung kita cari tau bareng-bareng aja, yuk.

Menurut artinya, Chuseok berarti ‘hari bulan purnama’. Chuseok yang disebut juga Hangawi, yakni ‘hari besar di tengah-tengah musim gugur’, jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8 kalender Imlek di setiap tahunnya. Pada tahun ini, Chuseok jatuh pada tanggal 3—5 Oktober kemarin yang hari libur nasionalnya dimulai dari tanggal 30 September — 9 Oktober. Apabila diartikan secara umum, Chuseok berarti 'festival bulan purnama musim gugur menurut penanggalan Imlek'. Nah, pada hari libur festival tradisional ini, semua orang Korea akan memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi yang merantau, Chuseok merupakan momen untuk mudik ke kampung halaman. Nah, kalau di Indonesia pada mudiknya pas Lebaran, kalau di Korea adalah pas Chuseok. Bisa dibilang Chuseok adalah Lebaran versi Korea. Chuseok merupakan hari tradisional yang memiliki berbagai makna, seperti untuk merayakan hasil panen yang melimpah dan mengucapkan terima kasih kepada nenek moyang. Itulah alasan Chuseok disebut sebagai hari untuk mengucapkan syukur/ terima kasih. Di hari Chuseok, masyarakat akan berbagi hasil panen dengan sanak saudara, teman, tetangga, dan orang-orang yang kurang beruntung.   

Chuseok atau Hangawi sudah dikenal sejak masa Kerajaan Silla, dua ribu tahun yang lalu. Hal-hal yang dilakukan pada masa-masa Chuseok, seperti yang dikutip dari laman http://world.kbs.co.kr/ di antaranya adalah berkumpul bersama keluarga, melakukan upacara ritual untuk leluhur (charye) dengan menyajikan buah-buahan dan hasil panen lainnya, membagi makanan antar-anggota keluarga, ziarah ke makam leluhur, dan membagi hasil panen. Pada hari Chuseok, orang-orang Korea biasanya akan menggunakan hanbok (pakaian tradisional Korea). Di masa sekarang, bagi kebanyakan orang, Chuseok tidak harus dirayakan dengan mengenakan hanbok. Di masa sekarang pun makna yang terbesar hari Chuseok adalah reuni keluarga. Meskipun demikian, makna di balik Chuseok secara keseluruhan tidak berubah, yaitu masih tetap bermakna cinta pada keluarga, rasa terima kasih, dan berbagi rezeki.

Walaupun zaman terus berubah, ramainya perayaan Chuseok di Korea Selatan tetap nggak ada matinya. Festival-festival khas Chuseok-nya juga luar biasa. Salut deh. Gimana, jadi pingin ngerasain langsung ramainya perayaan Chuseok di sana?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES