Begini Mirisnya Tradisi Chhaupadi yang Mengasingkan Wanita Haid di Nepal. Duh, Nggak Manusiawi!

16 Desember 2017
|Median
22SHARES

Haid atau menstruasi merupakan siklus biologis bulanan yang dialami oleh wanita yang berada dalam masa reproduksi, yang umumnya dimulai pada usia 10 hingga 14 tahun dan akan berhenti pada wanita berusia 40-an atau 50-an tahun. Buat sebagian wanita, peristiwa haidnya sih alami saja, tapi kadang nyeri atau dismenorea-nya yang cukup mengganggu. Cuma bisa bilang sabar buat kamu para cewek yang suka bad mood dengan dismenorea di setiap kali datang bulan.

Bawa santai aja karena bad mood-mu itu ternyata nggak ada apa-apanya lho dengan bad mood-nya wanita di Nepal sana. Bayangkan saja, selain mungkin harus menahan dismenorea, setiap lagi haid, mereka ternyata juga harus rela diasingkan sampai siklus haidnya selesai. Kok bisa?

Di beberapa wilayah di Nepal, penduduk masih memegang teguh salah satu tradisi Hindu kuno yang praktiknya sangat menyengsarakan perempuan dewasa. Tradisi tersebut adalah Chhaupadi, yaitu tradisi mengasingkan wanita yang sedang dalam masa haid. Penduduk sangat percaya bahwa wanita yang sedang haid adalah pembawa sial dan malapetaka bagi lingkungannya sehingga wanita tersebut harus diasingkan.

Oleh karena tradisi turun-temurun tersebut, para wanita pun harus rela hidup terasing di setiap kali mereka sedang haid. Mereka setiap bulan harus rela tinggal di gubuk yang dingin, gudang yang pengap, atau kandang hewan yang bau. Nggak cukup sampai di situ, selama masih dalam masa haid mereka dilarang menyentuh suami dan saudara laki-laki, masuk kuil, menghadiri pernikahan, menyentuh hewan ternak, dan parahnya lagi dilarang untuk makan makanan bergizi seperti sayuran, buah, daging, dan susu. Kurang sengsara apa lagi coba?

Sebuah survei di sana menunjukkan bahwa sekitar 19% wanita Nepal yang berusia 15—49 tahun masih mengalami pengasingan ketika sedang berada dalam masa haid. Tradisi yang sudah berumur ratusan tahun tersebut ternyata juga berlaku bagi wanita yang baru melahirkan. Tega banget ya.

Tradisi Chhaupadi ini ternyata juga nggak hanya ada di Nepal, tetapi juga ada di beberapa wilayah di Bangladesh dan India, lho. Akibat tradisi satu ini, cukup banyak wanita di Nepal yang mengalami depresi. Bahkan, di antara mereka sampai ada yang meninggal dunia ketika berada di tempat pengasingan. Ada yang meninggal karena kekurangan oksigen, digigit ular, atau penyakit lainnya.

Sebenarnya, pemerintah Nepal telah melarang praktik tradisi Chhaupadi sejak tahun 2005, tetapi pelarangan tersebut tidak berefek banyak. Dikutip dari tirto.id, belum lama ini, pemerintah Nepal akhirnya mengeluarkan undang-undang yang menetapkan tradisi Chhaupadi sebagai praktik tindakan kriminal. Akan tetapi, Chhaupadi nyatanya masih saja sulit untuk dihapuskan karena regulasi yang masih rendah dan masyarakat penganutnya pun takut melanggar tradisi. Pemerintah dan para aktivis bahkan sampai kewalahan untuk mengubah pandangan masyarakat, terutama  orang-orang tua, yang masih memegang kuat tradisi Chhaupadi. Akhirnya, program penghapusan tradisi Chhaupadi lebih difokuskan kepada generasi muda sebagai pembuat perubahan dan orang tua di masa depan.

Tradisi memang menjadi ciri khas dan warna tersendiri bagi suatu daerah atau wilayah, tetapi bukan berarti semua tradisi di dunia ini harus terus dilestarikan oleh masyarakat pendukungnya. Kalau tradisi tersebut sangat merugikan pihak tertentu, seperti tradisi Chhaupadi yang merugikan dan menyengsarakan kaum wanita ini, sudah barang tentu harus segera dihapus dari peredaran. Semoga upaya pemerintah Nepal segera berhasil deh ya. Kasihan kaum wanita di sana kalau terus-menerus harus menjadi korban. Setuju?

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
22SHARES