7 Fakta Tentara Wanita Korea Utara, Dari Nggak Bisa Haid Sampai Pemerkosaan. Benarkah?

25 November 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Segala hal yang menyangkut Korea Utara memang cukup bikin penasaran. Sebagai negara yang serba tertutup, Korea Utara memiliki regulasi negara yang terbilang jauh berbeda dari negara lain pada umumnya, mulai dari peraturan politik hingga ranah militer. Salah satunya datang dari pengakuan Lee So Yeon, seorang mantan tentara wanita Korea Utara yang berhasil kabur. Ia diwawancarai oleh BBC tentang kehidupan militer yang pernah dialaminya sekitar sepuluh tahun lalu. Seperti apa kisah dan fakta yang terungkap? Simak penafsiran yang dikutip dari BBC (22/11/2017) berikut ini.

1. Kondisi tempat tinggal yang nggak layak huni dan jorok, jauh banget dari kata nyaman!

Jangan harap barak tentara di Korea Utara layak untuk ditinggali. Menurut pemaparan Lee So Yeon, kasur di barak tersebut terbuat dari kulit gabah, sehingga semua bau badan akan terserap di kasur termasuk bau keringat. Kebayang kan aromanya kayak gimana? Oleh karena itu, mereka berupaya meminimalisir keringat. Itu dilakukannya juga karena mereka sangat terbatas mendapatkan fasilitas mencuci dan mandi yang memadai. Akses air mereka datang dari air gunung yang mengalir langsung melalui selang. Nggak heran kalau mereka kadang melihat kodok atau ular yang keluar dari lubang tersebut. Duh, kasihan banget!

2. Banyak yang ingin jadi tentara semata hanya takut kelaparan

Sebagai negara dengan pasukan militer terpadat (47 orang tentara per kapita) di dunia, banyak penduduk Korea Utara yang masuk tentara bukan hanya karena semangat patriotismenya, tapi juga ada maksud lainnya. Pada tahun 1990-an, kelaparan tengah melanda negara tersebut sehingga banyak masyarakat memutuskan untuk masuk tentara karena itu merupakan cara terbaik agar bisa makan setiap hari. Ribuan pemuda-pemudi pun berlomba untuk dapat bergabung dalam pasukan militer. Setidaknya mereka dapat jaminan makan setiap hari. Hiks!

3. Kondisi yang buruk menyebabkan banyak wanita tak bisa haid

Sebenarnya porsi latihan fisik tentara wanita Korea Utara nggak sebanyak prianya. Tapi mereka ditugakan untuk melakukan pekerjaan domestik seperti bersih-bersih dan memasak karena Korea Utara masih memeluk erat budaya patriarkis dan menganggap bahwa wanita tugasnya memang begitu. Namun latihan fisik dan kesibukannya cukup keras ditambah dengan jatah makan yang minim dan tidak layak membuat banyak tentara wanita nggak bisa haid. Kurangnya gizi selama di barak membuat tentara wanita berhenti haid bahkan hingga beberapa tahun. Meski begitu, mereka justru merasa bersyukur, karena kalau lagi haid dalam kondisi yang mengenaskan seperti itu keadaan mereka bisa lebih repot dan lebih buruk lagi.

4. Terpaksa menggunakan pembalut yang sama berulang kali

Nggak ada aturan khusus di dunia tentara Korea Utara terkait haid. Tapi karena kondisi yang buruk dan serba repot kalau lagi haid, nggak jarang tentara wanita Korea Utara memilih untuk menggunakan kembali pembalut yang telah digunakan. Pembalut yang digunakan pun adalah pembalut kain katun putih yang masih tradisional banget. Pembalut tersebut harus dicuci pada malam hari agar ketika dijemur nggak kelihatan oleh tentara pria. Itu pun harus dilakukan di sela-sela tugas kemiliteran. Makanya, meski nggak sehat, tapi menstruasi yang terhenti saat dinas militer itu semacam berkah untuk para tentara wanita.

5. Regulasi tentang pembalut untuk kaum wanita

Pada tahun 2015, pemerintah Korea Utara mewajibkan semua wanita yang telah menginjak usia 18 tahun untuk ikut wajib militer. Pada saat yang sama, pemerintah negara tersebut mengumumkan kebijakan di mana mereka akan membagikan pembalut wanita yang berkualitas tinggi merek Daedong untuk sebagian besar tentara wanita. Sontak hal itu membuat para wanita merasa diperhatikan. Pembalut tersebut pun dibagikan pada wanita yang bertugas di unit penerbangan. Adanya pembalut ini merupakan bentuk dukungan terhadap visi Kim Jong-un, bahwa produk kecantikan Korea Utara juga tak kalah dengan produk global.

6. Pelecehan seksual di kalangan tentara yang terus dibungkam

Selama menjadi tentara wanita, Lee So Yeon memang nggak pernah mengalami pemerkosaan. Namun rekannya ada yang pernah menjadi korban pelecehan seksual. Itu pun nggak dibeberkan secara langsung. Banyak yang nggak mengaku kalau telah menjadi korban pemerkosaan dan justru mengatakan kalau itu dialami oleh orang lain karena merasa malu untuk mengakui hal tersebut. Melaporkan tindak pemerkosaan pun dianggap bukan jalan terbaik meski militer Korea Utara akan menghukum pelaku yang bersalah. Tapi karena banyak yang nggak mau bersaksi, baik karena malu atau karena mendapat tekanan, maka pelaku pemerkosaan umumnya dapat lolos dari jerat hukum.

Beberapa tentara wanita ditugaskan di barak kecil dadakan atau gubuk yang nggak aman sama sekali. Ada juga komandan yang datang ke kamar tentara wanita setelah jam dinas kemudian memperkosa tentara wanita bawahannya. Tragisnya, hal ini dilakukan berulang tanpa akhir. Kekerasan dalam rumah tangga juga masih dianggap normal dan nggak dilaporkan. Hal ini terjadi karena budaya patriarki di Korea Utara masih sangat kental sehingga menganggap wanita sebagai objek atau seseorang yang inferior.

7. Wanita di Korea Utara wajib militer selama minimal 7 tahun

Sejak tahun 2015, pemerintah Korea Utara mengumumkan bahwa setiap wanita yang telah berusia 18 tahun wajib militer selama tujuh tahun. Berbeda dengan pria yang wajib militer selama sepuluh tahun. Para tentara wanita tersebut sering bertugas di posisi terdepan dan sering terlihat berbaris dalam parade militer.

Miris banget ya membayangkan hidup seperti tentara wanita Korea Utara ini. Kondisi tinggal yang nggak layak hingga mengganggu kesehatan mereka, hingga menjadi korban dari budaya patriarki yang melekat erat di Korea Utara. Namun bukan berarti wanita yang nggak jadi tentara hidupnya lebih baik dari para tentara wanita ini. Karena pada umumnya memang kondisi hidup di Korea Utara mengenaskan. Semoga mereka tetap jadi wanita yang tangguh dan lebih berani untuk membela hak asasinya, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES