11 Alasan Ini Menjadi Bukti Bahwa Tingkat Bunuh Diri di Korea Selatan Paling Tinggi di Dunia

06 Oktober 2017
|Atik Kencana S.

Seiring masuknya segala aspek mengenai Korea Selatan (Korsel), baik dari segi manufaktur, teknologi, bisnis, musik, hingga drama, tanpa disadari beberapa orang Indonesia mulai terpengaruh terhadap hal tersebut. Suka tidak suka, mungkin bisa dikatakan kini Indonesia memasuki fase “Korselisasi” setelah sebelumnya terkena arus “westernisasi” dan “arabisasi”. Setuju?

Pecinta hal-hal yang berhubungan dengan Korsel mungkin secara tanpa sadar suka membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang-orang Korea Selatan. Terlalu banyak menonton drama korea membuat semakin tipisnya batas antara kehidupan nyata dan khayalan. Kalau menurutmu kehidupan di Korsel itu menyenangkan, beberapa hal di bawah ini bikin kamu berubah pikiran!

1. Meski tidak separah di Rusia, musim dingin di Korsel juga bisa dikatakan cukup parah, apalagi disertai debu kuning dari Mongol, badai dan angin kencang juga ikut mewarnai musim ini

2. Penduduk Korsel memang sudah terbiasa serba cepat, kalau mengunjungi subway bisa ditemukan banyak orang berlari karena hidupnya dikejar waktu

3. Bullying menjadi hal yang masih banyak ditemukan di Korsel, apalagi di sekolah dan kampus. Usia menentukan segalanya, yang muda harus siap ditindas

4. Perlakuan yang tidak menyenangkan sering dialami oleh mereka yang jelek, makanya banyak orang Korsel yang terobsesi dengan kecantikan atau ketampanan dengan operasi sana-sini
5. Tuntutan belajar menjadi salah satu yang paling berat. Anak sekolah di Korsel tak akan pulang sebelum jam 10 malam, les menjadi kewajiban, kehidupan mereka digadaikan dengan nilai pelajaran

6. Orang Korsel memang bersikap sangat kompetitif terhadap apa pun, terutama dalam bidang akademik. Tak heran banyak siswa yang hanya memerhatikan nilai, yang penting orang lain nilainya lebih jelek

7. Kesenjangan sosial juga masih banyak di Korsel. Orang yang berada di kelas bawah harus siap apabila di-bully oleh orang yang tingkat sosialnya lebih tinggi

8. Kesenjangan juga terjadi dalam hal pendapatan. Walaupun negara ini terbilang maju, namun kekayaan tak menjangkau seluruh rakyatnya

9. Walaupun demokratis, masyarakat Korsel masih banyak yang tertutup dan kolot, apalagi dalam hal berpendapat. Mereka yang tingkat sosialnya rendah lebih memilih untuk diam

10. Penduduk Korsel hingga kini masih berjaga-jaga akan adanya serangan dari Korut. Oleh karena itu, mereka mewajibkan seluruh pria untuk ikut wajib militer selama 18 bulan

11. Korsel menempati posisi pertama tingkat bunuh diri paling tinggi di dunia. Hal tersebut karena penduduknya mengalami stres akibat semua hal di atas

Nah, itulah tadi beberapa kehidupan nyata yang dialami oleh para penduduk Korsel. Walaupun kebanyakan hal di atas sudah dijelaskan dalam drama-drama Korea, namun tentu saja yang membekas dalam hati para penontonnya adalah mengenai kisah manisnya saja. Belum lagi dengan kejamnya dunia K-Pop hingga menyebabkan beberapa orang bunuh diri karena tak kuat menghadapi tekanan. Jadi, gimana menurutmu?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
SHARES