Skandal Kebocoran Data Facebook Berlanjut, Ini 5 Poin Penting Kesaksian Mark Zuckerberg!

www.voaindonesia.com

Baru-baru ini, pendiri sekaligus CEO dari jejaring sosial raksasa facebook harus menghadapi cercaan pertanyaan-pertanyaan para senator Amerika Serikat di Capitol Hill atas kasus skandal penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica. Tak main-main data yang bocor dan dialami facebook ini berjumlah 87 juta data pengguna yang bocor dan dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica. Skandal ini menjadi lebih hangat karena data yang bocor ini kemudian dimanfaatkan oleh konsultan politik Donald Trump Presiden Amerika saat ini, untuk kepentingan kampanye pilpres Amerika Serikat beberapa saat yang lalu.

Kasus yang menjadi sorotan hukum dan publik ini setidaknya membuat harta Zuckerberg turun 4,9 juta Dollar AS atau sekitar 67,5 Trilliun Rupiah dalam sehari. Skandal Cambridge Analytica ini juga menjadi salah satu kasus penyalahgunaan data terbesar yang pernah terjadi sampai saat ini. Bagaimana tidak, Cambridge Analytica telah mengambil data pengguna facebook tanpa terdeteksi dan kemudian membantu merancang perangkat lunak (software) dalam memprediksi dan memengaruhi pilihan politik warga Amerika Serikat saat pemilihan Presiden AS pada 2016. Sederhananya adalah dengan memetakan kepribadian pengguna dengan apa yang mereka sukai di facebook, dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menargetkan audiens dengan iklan digital.

Tentu saja, atas hal ini facebook harus bertanggung jawab karena dari 87 juta data pengguna yang bocor, 70 juta diantaranya adalah pengguna asal Amerika Serikat. Bahkan angka ini adalah seperempat dari penduduk AS yang sudah memiliki hak pilih. Atas hal itulah Marck Zuckerberg harus memenuhi panggilan kongres di Amerika Serikat terkait skandal ini, untuk memberikan klarifikasi sekaligus jawaban dari pertanyaan para senator. Dari klarifikasinya, inilah 5 poin penting yang disampaikan oleh Marck Zuckerberg.

1. Apa sebenarnya facebook itu

pesek404.blogspot.co.id

Seseorang senator dari partai republik bernama Greg Walden bertanya tentang apakah facebook merupakan perusahaan teknologi atau perusahaan media? Maka CEO Facebook menjawab, bahwa Facebook merupakan perusahaan teknologi karena fokusnya pada perekrutan insinyur untuk membangun alat seperti perangkat lunak. Namun facebook juga harus lebih bertanggung jawab terhadap konten pengguna. Untuk itu, jika ada yang bertanya apakah facebook adalah perusahaan media? Maka jawabannya bisa juga demikian.

2. Perlindungan data

www.gogirl.id

Marck Zuckerberg dicecar pertanyaan oleh anggota Kongres AS soal perlindungan data para pengguna Facebook yang jumlahnya sekitar 2,2 Miliar pengguna aktif perbulan. Zuckerberg sendiri mengungkapkan bahwa privasi pengguna juga menjadi fokus utamanya. Hanya saja, dia tak menampik adanya kebocoran data yang kemudian diperjualbelikan pihak ketiga. Bahkan Zuckerberg juga mengaku jika datanya juga diperjualbelikan pihak yang tak bertanggung jawab.

3. Monopoli sosial media

www.gogirl.id

Salah satu kritik kepada facebook yang diberikan oleh kongres AS adalah mengenai monopoli media sosial. Hal ini dapat membuat pintu yang terbuka bagi penyelidikan anti-trust yang potensial. Sementara Zuckerberg mengungkapkan jika Facebook bersaing secara agresif untuk mendapatkan perhatian para pengguna secara online, dan tak merasa bahwa Facebook memonopoli sosial media.

4. Sensor
www.voaindonesia.com

Joe Barton salah satu politikus dari Partai Republik juga mengungkapkan bahwa Zuckerberg menekan pandangan konservatif dan agama di Facebook. Hal ini dicontohkan dengan kasus tokoh sosial media, Diamond dan Silk. Dua pendukung Donald Trump keturunan Afrika-Amerika yang mengatakan Facebook membatasi lalu lintas ke konten mereka pada tahun lalu setelah menganggapnya “tidak aman bagi masyarakat”. Untuk hal ini Zuckerberg meminta maaf dan mengakui kesalahannya dan mengaku telah mengembalikan akun kedua orang itu.

5. Pemilihan Presiden AS
www.liputan6.com

Facebook juga terperangkap dalam penyelidikan penasihat khusus Robert Muller tentang kemungkinan terjadinya kolusi Rusia dengan tim kampanye Donald Trump selama pemilihan presiden 2016. Zuckerberg sendiri mengungkapkan bahwa perusahaannya telah menerima panggilan dari jaksa, dan menyatakan bersedia bekerja sama dengan penyelidikan. Hanya saja Zuckerberg tidak bisa mengungkapkan proses penyelidikannya ke kongres karena bersifat rahasia.

 

Pada akhirnya Zuckerberg meminta maaf dan menyesali keamanan jejaring sosial buatannya yang mengalami kebobolan dan membuat data para penggunanya disalahgunakan tanpa izin. Atas kelalaian itu Zuckerberg meminta maaf pada kongres Amerika Serikat. Permintaan maaf dan kesanggupan Zuckerberg untuk bekerja sama dalam proses penyidikan ini patut dicontoh. Ia dan perusahaannya mau bertanggung jawab atas kesalahan mereka tanpa menimpakannya ke pihak lain.

 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Tak Pernah Mengaku Muslim, Ini Jawaban Zayn Malik Soal Keyakinannya - Keepodotme

Tak Pernah Mengaku Muslim, Ini Jawaban Zayn Malik Soal Keyakinannya - Keepodotme

Gokil Abis, Inilah Pulau Berpenghuni Terkecil di Dunia Menurut Guinness Book of World Record!

Gokil Abis, Inilah Pulau Berpenghuni Terkecil di Dunia Menurut Guinness Book of World Record!

Sakit Tapi Tak Berdarah! Baru Ambil Uang Rp 47 Juta dari Bank, nggak Lama Uang Ini Raib Digondol Maling. Nyesek!  - Keepodotme

Sakit Tapi Tak Berdarah! Baru Ambil Uang Rp 47 Juta dari Bank, nggak Lama Uang Ini Raib Digondol Maling. Nyesek! - Keepodotme

9 Negara Ini Punya Angka Kasus Pembunuhan Tertinggi di Dunia, Indonesia Termasuk Nggak ya?

9 Negara Ini Punya Angka Kasus Pembunuhan Tertinggi di Dunia, Indonesia Termasuk Nggak ya?

Selain Bekas Jerawat, Inilah 5 Hal “Membekas” yang Sulit Dihilangkan - Keepodotme

Selain Bekas Jerawat, Inilah 5 Hal “Membekas” yang Sulit Dihilangkan - Keepodotme

Memerkosa Pria Demi Punya Keturunan, Begini Legenda Suku Amazon! Beneran Ada Nggak ya?

Memerkosa Pria Demi Punya Keturunan, Begini Legenda Suku Amazon! Beneran Ada Nggak ya?

loading