Sisters of The Valley, Sekumpulan Biarawati Menjual Ganja untuk Sembuhkan Dunia

28 September 2017
|Atik Kencana S.

Christine Meeusen atau yang biasa dipanggil dengan sebutan “Suster Kate” tumbuh dan besar di sebuah sekolah Katolik swasta dan diajar oleh para biarawati profesional. Persaudaraan dan pekerjaan terhormat para biarawati tersebut menarik sebagian besar minatnya. Akhir-akhir ini, Suster Kate yang berusia 58 tahun mendapatkan “panggilan” yang berbeda dan lebih tinggi.

Suster Kate memproklamirkan dirinya sebagai biarawati. Walaupun bukan berasal dari ordo Katolik, kini ia mendirikan sebuah perusahaan ganja untuk kepentingan medis yang beroperasi di rumahnya, Central Valley, California, Amerika Serikat. Misi utamanya adalah untuk menghapuskan stigma negatif mengenai ganja tersebut dan menciptakan lapangan kerja bagi para wanita yang percaya terhadap kekuatan penyembuhan dari ganja. Dari usaha ganja tersebut, Sisters of the Valley menghasilkan sebanyak USD 750.000 dalam selama penjualannya di tahun 2016.

Dilansir dari laman Bussines Insider, Suster Kate tidak memedulikan tentang anggapan mengenai dampak negatif ganja dalam dua puluh tahun terakhir. Ia hanya menggunakan ganja dalam urusan medis semata. Tak lebih.

Para suster dari “Sisters of the Valley” ini menumbuhkan ganja yang diklaim kaya akan unsur CBD (Cannabidiol), yakni senyawa kimia yang bisa dijadikan sebagai unsur terapi penyembuhan. Suster Kate mengatakan pada Reuters bahwa mereka menentang agama, jadi mereka bukanlah agama. Mereka menganggap diri mereka sebagai revivalis sejati. Kelompok tersebut pula mengatakan bahwa Tritunggal Mahakudus adalah ganja, terlebih rami, strain ganja yang memiliki kandungan THC (Tetrahydrocannabinol) yang sangat rendah dan senyawa psikoaktif di pabrik.

Para suster tersebut mengubah rami menjadi baslem dan salep yang berbahan dasar ganja yang dianggap memiliki kekuatan serta bisa memperbaiki kesehatan manusia. Sebanyak lebih dari 24 negara bagian AS melegalkan beberapa bentuk ganja demi penggunaan medis dan rekreasi, namun obat ini masih dilarang di tingkatan federal. California baru mengesahkan penggunaan ganja di bulan November 2016 lalu.

1. Mereka tidak berkaitan dengan agama mana pun. Mereka menanam dan memanen ganja untuk dijual sebagai obat

2. Mereka bertujuan untuk mengembalikan stigma negatif tentang ganja yang nyatanya bisa digunakan untuk medis

3. Mereka mengemas ganjanya dalam botol untuk dijadikan salep dan cairan

5. Mereka tidak memproduksi zat THC yang memabukkan, justru membuat minyak CBD untuk menyembuhkan berbagai penyakit

6. Keuntungan mereka berjualan di Etsy mencapai USD 40.000 per bulan

7. Bisnis para biarawati ini sempat ditutup akibat adanya pelarangan bertani ganja di kawasan California

Keberadaan para suster di Sisters of the Valley ini menghebohkan media internasional hingga kini. Mereka mengupayakan bahwa penggunaan ganja harusnya dilegalkan dalam lingkungan medis maupun rekreasi. Stigma negatif yang muncul dari tanaman surga ini memang sudah terlalu jauh mencapai masyarakat hingga efek positifnya dilupakan. Menurutmu gimana, guys?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
SHARES