Miris, Murid Berprestasi di Amerika Ini Tidak Bisa Ikut Wisuda Karena Salah Kostum

12 Juni 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Jika biasanya seorang murid berprestasi dengan nilai yang hampir sempurna akan mendapat tempat istimewa saat wisuda, hal yang justru berlawanan terjadi di Hickory Ridge High School. SMA yang berada di Harrisburg, North Carolina, Amerika Serikat ini malah melarang seorang murid yang sangat berprestasi untuk datang ke acara wisudanya sendiri.

Summer adalah seorang murid berprestasi dengan IPK 4,4. Ia juga telah mendapat beberapa tawaran beasiswa dari berbagai universitas di Amerika. Masa depan terlihat cerah bagi Summer. Akan tetapi satu kesalahan membuatnya di-skors selama 10 hari dan dilarang untuk hadir di semua acara akhir tahun, termasuk acara wisudanya sendiri.

Kesalahan yang dibuat Summer sangat sepele, Ia menggunakan blus sabrina yang memperlihatkan bahunya dan sebagian punggungnya. Kepala sekolah Hickory Ridge High School, Michelle Cline, mendatangi Summer di kantin saat makan siang dan menegurnya. Dengan patuh, Summer lantas mengenakan jaket untuk menutupi bahunya.

Namun ternyata aksi Summer tidaklah cukup. Cline meminta Summer untuk mengganti bajunya di ruang kontrol meski ia telah menggunakan jaket yang tertutup. Summer menolak dengan alasan ia ingin Cline menelepon ibunya terlebih dahulu dan menjelaskan duduk perkaranya. Hal ini diminta oleh Summer karena kasus terdahulunya dengan Cline membuatnya ingin lebih berhati-hati.

Situasi menjadi semakin panas saat pertemuan umum yang diadakan di aula sekolah. Cline membubarkan semua orang dalam pertemuan tersebut kecuali Summer. Didampingi oleh petugas keamanan, Cline memberi ultimatum kepada Summer untuk mengganti bajunya. Jika Summer tidak mengindahkan perintah tersebut, Cline berkata akan meminta petugas keamanan untuk menahannya. Summer lantas mencoba menghubungi ibunya kembali, dan beruntung, ibu Summer menelepon kembali sebelum Summer ditahan oleh petugas keamanan.

Meski Summer akhirnya mengganti bajunya sesuai dengan perintah Cline, Summer masih mendapatkan hukuman berupa skors selama 10 hari dan larangan untuk mengikuti acara wisudanya sendiri. Kejadian ini mencoreng catatan baik Summer di sekolah dan berpotensi menggugurkan tawaran beasiswa yang telah diterimanya.

“Aku telah bekerja keras selama 4 tahun untuk berjalan di atas panggung wisuda itu. Kami punya pengedar narkoba berjalan di atas panggung itu, seorang pelaku pelecehan seksual juga berjalan di atas panggung itu. Tapi seorang murid dengan IPK 4,4 yang memperlihatkan bahunya tidak dapat berjalan di atas panggung itu.” Keluh Summer saat diwawancara oleh sebuah saluran berita. Tidak berhenti disitu, Summer bahkan terancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Ternyata, persoalan yang terkesan sepele seperti aturan dalam berpakaian tidak dapat dianggap remeh. Aturan berpakaian tidak semata mengenai kesopanan namun juga nilai yang dijunjung dalam sebuah institusi. Meski kasus Summer ini tergolong ekstrem, namun aturan berpakaian memang diterapkan dengan ketat di berbagai institusi.

Seperti di Indonesia yang menerapkan aturan ketat mengenai seragam di sekolah negeri. Seragam bukan hanya menandakan identitas diri. Penggunaan seragam juga mengandung nilai solidaritas dan kesetaraan. Karena itu, janganlah main-main dengan seragam, mengubahnya hingga terlalu ketat atau memotongnya hingga terlalu pendek agar trendy. Percayalah, seragam ada untuk alasan-alasan yang baik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES