Menyimpan Koleksi Mayat Berkelainan Genetik, The Mutter Museum Ini Ingin Menumbuhkan Empati Pengunjungnya!

06 Maret 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Museum merupakan tempat yang digunakan untuk memajang suatu benda, baik benda sejarah, seni, maupun benda yang berhubungan dengan suatu keilmuan. Namun, ada juga museum yang memajang benda-benda yang bisa dibilang tidak lumrah. Salah satunya adalah The Mutter Museum. Emang apa ya yang dipajang di museum ini?

Museum Mutter merupakan museum yang memasang mayat-mayat berkelainan genetik yang diawetkan. Museum ini terletak di Philadelphia, Amerika Serikat. Museum ini sengaja didirikan agar mahasiswa kedokteran dapat belajar berempati dari mayat yang dipajang.

Koleksi dalam Mutter Museum bukan didapat melalui transaksi jual beli, melainkan sumbangan dari berbagai pihak. Museum ini pernah menerima sebanyak 670 irisan dan segmen otak yang ditanam di akrilik dari Rumah Sakit St. Vincent, New York. Pemberian tersebut dilakukan tepat saat Rumah Sakit St. Vincent ditutup. Sumbangan dari koleksi pribadi para dokter juga sering diterima Mutter Museum. Beberapa dokter menjelang masa pensiun memutuskan untuk menyumbangkan koleksi spesimennya ke Mutter Museum.

Ada beberapa koleksi di Museum Mutter yang menarik perhatian pengunjung. Potongan otak Eisntein adalah salah satunya. Selain itu, ada juga The Soap Lady, mayat seorang gadis yang berubah menyerupai sabun. Koleksi tengkorak Dr. Hyrtel yang mencapai 139 buah juga menarik para pengunjung di Museum ini. Ada juga kerangka Harry Eastlack yang tulang belulangnya tetap menyatu dan usus besar milik seorang pekerja sirkus.

J. Natan Bazzel, Direktur Komunikasi dari College of Physicians of Philadelphia, mengatakan bahwa semua spesimen yang dipajang di Mutter Museum memiliki cerita yang bermakna. Dr. Mutter, yang memberikan seluruh koleksinya ke perguruan tinggi ini, memang bertujuan agar mahasiswa kedokteran dapat mengembangkan rasa empatinya.

Hingga saat ini, Mutter Museum telah memiliki sekitar 20.000 koleksi. Namun, dari sekian banyak koleksi tersebut yang dipajang di museum hanya sekitar 13%.

Tertarik berkunjung? Kamu harus siap melihat berbagai bentuk kelainan fisik yang dialami oleh manusia. Semoga saja, para pengunjung museum ini jadi bisa memiliki rasa empati terhadap makhluk Tuhan yang spesial ini. Dan mungkin, mempelajari lebih mengenai kelainan genetik yang pernah terjadi di dunia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES