Menengok Betapa Kejamnya Perlakuan Klinik Homoseksual di Ekuador

27 Juni 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Pertama kalinya seorang fotografer, Paola Peredes menarik perhatian media massa. Perhatian itu ia dapat dengan merilis foto berserinya yang berjudul “Unveiled” saat ia mendokumentasikan saat-saat ia mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia adalah seorang homoseksual. Tak sampai disitu, ia melangkah lebih jauh dengan kembali mengeluarkan foto berserinya yang berjudul ‘Until You Change”, ia kembali menghidupkan kembali beragam rangkuman kejadian mengerikan tiap harinya di panti rehabilitasi “menyembuhkan” homoseksual dengan cara yang paling kejam.

Klinik rehabilitasi tersebut Peredes ketahui dari temannya. Peredes juga mendapatkan informasi mengenai metode penyembuhan homoseksual tersebut menggunakan cara penyiksaan seperti metode kelaparan, pelecehan dan bahkan perkosaan. Klinik ini merupakan klinik terselubung yang disediakan oleh klinik pengobatan ketergantungan obat dan alkohol yang mematok harga USD 500 hingga USD 800.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Paredes harus menyamar. Melakukan pergerakan bawah tanah. Menggunakan microphone yang disembunyikan di balik bra-nya. Namun apa yang ditemukannya pada saat itu? Saat Peredes menemukan beberapa sosok gadis yang dipaksa untuk menggunakan make-up dengan riasan bibir merah, pipi yang merah muda dan warna biru untuk eye shadow-nya.

Hal tersebut menginspirasi Peredes untuk membuat beberapa foto tersebut tergambar dalam foto seri yang bertujuan untuk memberi tahu masyarakat mengenai situasi mengerikan ini yang tidak hanya terjadi di Ekuador, namun juga di Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Selatan. Penasaran dengan foto seri karya Paola Peredes tersebut? Yuk langsung aja kita kepoin!

1. Selama 4 hingga 7 menit ia dibiarkan mandi sendiri, setelah sebelumnya ia mendengarkan suara musik Katolik selama bejam-jam untuk menyembuhkan homoseksualitasnya

2. Salah satu pasien wanita mengatakan bahwa ia sempat diperkosa oleh salah satu pegawai klinik dan berdalih hal itu termasuk program penyembuhan

3. Dalam tatapan terapis pria, para pasien wanita dipaksa berdandan, berpakaian, dan bergaya ala wanita sesungguhnya

4. Seorang pasien wanita ketahuan berbicara dengan pasien lain, ia dimasukkan ke ruang terapi sambil diputarkan musik yang keras, lalu terapis masuk dan memukulnya di dada

5. Menolak makan berarti menyatakan perang, salah satu pasien didorong ke sudut ruangan sambil ditendang untuk memberi contoh pada yang lain

6. Di Ekuador, sekiranya ada 200 fasilitas untuk "mengobati" homoseksual baik pria, wanita maupun transeksual

7. Seorang pasien sedang diamati oleh terapis dalam cara memakai make-up dengan benar

8. Olahraga di klinik ini dilakukan tak kenal pagi, siang maupun malam, gak jarang terapisnya menambahkan adegan kekerasan

9. Minumannya bahkan lebih buruk, minuman tersebut memiliki kandungan klorin, kopi pahit dan air toilet, minuman bagi semua yang membangkang

10. Keseharian di klinik tersebut memang dihiasi kemalangan, seperti tidak lagi ada harapan

11. Pasien yang dicambuk menggunakan kabel TV hanya karena menjatuhkan tas dari kursi

12. Diikat di kamar mandi sepanjang malam merupakan pengalaman yang hampir selalu terjadi

13. Para pasien menghabiskan waktunya untuk membersihkan klinik, namun tetap saja para staf tidak pernah puas dengan kinerjanya, akhirnya dipukuli lagi

14. Berdoa selalu dilakukan saat pagi, siang dan malam

15. Tidak ada kata lain yang terucap di meja makan selain "buen provecho" atau selamat makan

Begitulah penggambaran klinik rehabilitasi homoseksual ilegal yang ada di Ekuador. Biar bagaimanapun mereka juga manusia. Bukan harus diperlakukan dengan demikian. Manusia kadang suka tidak memanusiakan manusia. Kalau memang mau disembuhkan, gunakanlah cara manusia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES