Inilah Orang-orang yang Nyaris Mati Pada Peristiwa 9/11

09 Juli 2017
|Monica Petra

Tahukah kamu bahwa ada sekumpulan selebriti yang lolos dari kematian pada peristiwa 9/11? Serangan teroris yang terjadi pada 11 September 2001, menewaskan lebih dari 3.000 orang di New York City, Washington D.C., dan Shanksville, PA. Mereka yang meninggal pada pagi hari September itu dipuji sebagai pahlawan, orang suci, dan orang Amerika sejati. Untungnya, ada banyak cerita tentang orang-orang yang lolos dari kematian pada 9/11. Beberapa selebriti, koki, pramugari, musisi, dan karyawan di World Trade Center berhasil menghindari kematian saat mereka gagal naik salah satu penerbangan yang disandera pagi itu, atau ketika mereka gagal bekerja di Menara Kembar hari itu.

Baik orang biasa maupun selebriti sama-sama membuat keputusan kecil pagi itu yang akhirnya menjadi perbedaan besar antara hidup dan mati. Beberapa perubahan yang tampaknya tidak signifikan terhadap rutinitas mereka termasuk penundaan kereta api, kesempatan bertemu dengan Gwyneth Paltrow, kebutuhan menit terakhir untuk perbaikan kacamata, dan yang lainnya. Jika orang-orang ini tidak membuat pilihan tepat pagi itu, rasanya tidak mungkin mereka masih menghirup udara bebas sampai hari ini. Bergabunglah sejenak mengingat peristiwa 11 September 2001 untuk menghormati para pahlawan yang meninggal dalam serangan hari itu, dan juga mereka yang hidup untuk menceritakan kisah mereka. 

1. Mark Wahlberg

Mark Wahlberg seharusnya naik American Airlines Flight 11, bersama dengan Seth MacFarlane. Sebagai gantinya, ia diundang untuk menghadiri festival film di Toronto, dan memutuskan untuk menyewa jet dengan beberapa temannya. Wahlberg menimbulkan sedikit kontroversi di tahun-tahun berikutnya dengan mengklaim bahwa jika dia berada dalam penerbangan itu, dia akan menghentikan serangan tersebut terjadi. Dia kemudian meminta maaf atas komentarnya yang tidak peka kepada keluarga korban dari mereka yang benar-benar menaiki pesawat pagi itu.

2. Laura Lindstrom

Jika Laura Lindstrom Clarke tidak bertemu Gwyneth Paltrow pada pagi hari tanggal 11 September, mungkin dia berada di kantornya di lantai 77 Menara Selatan hari itu. Paltrow pulang dari kelas yoga saat Clarke berjalan di depan mobilnya. Clarke menyadari bahwa itu adalah Paltrow, dan keduanya berhenti sejenak, masing-masing menunggu untuk bergerak lebih dulu. Clarke ketinggalan kereta di stasiun Christopher St., dan harus menunggu kereta berikutnya. Ketika dia keluar dari stasiun kereta bawah tanah pada pukul 8:47 pagi, pesawat pertama menabrak Menara Utara.

3. Chef Michael Lomonaco

Penglihatan buruk Chef Michael Lomonaco menyelamatkannya hari itu. Dia dikenal karena mengawasi tiga restoran Manhattan yang populer, termasuk restoran Windows of the World yang terkenal di lantai 106 di lantai 107 dari 1 World Trade. Hari itu dia ada janji untuk memperbaiki kacamatanya pada siang hari di Lens Crafters di lobi. Dia memutuskan untuk ngecek apakah dia bisa datang lebih awal. Sekitar pukul 08.15, Lomonaco sudah berangkat. Dia menunggu selama setengah jam sampai kacamatanya selesai. Saat dia menuju kembali ke restoran, dia mendengar gemuruh serangan itu.

4. Daniel Belardinelli

Artis Daniel Belardinelli dijadwalkan terbang dari Newark ke San Francisco dengan Flight 93. Dia telah menggunakan memesan tiket perjalanan, dan berencana membawa pamannya berlibur ke Yosemite. Seminggu sebelum 9/11, Belardinelli memutuskan untuk membatalkan tiketnya, dan memberitahu pamannya tahu bahwa dia tidak jadi ikut dalam penerbangan. Sayangnya, pamannya sedang onboard saat pesawat tersebut dibajak oleh teroris.

5. Elise O'Kane

Sebuah kesalahan dalam teknologi menyelamatkan pramugari United Airlines Elise O'Kane dari peristiwa 9/11 di Flight 175. O'Kane mencoba memesan tiket untuk dirinya pada penerbangan itu, namun sistem komputernya nge-hang, dan dia tidak dapat menyelesaikan transaksi tersebut. Ketika akhirnya bisa log-in kembali keesokan harinya, Penerbangan 175 benar-benar penuh. Dia kesal karena rekan kerja lainnya naik pesawat terbang itu, padahal dia selalu ingin terbang ke California. Dia terpaksa memesan penerbangan lain hari itu, yang akhirnya menyelamatkan nyawanya.

Kisah-kisah di atas menjadi pengingat bagi kita, bahwa terkadang apa yang kita pikir buruk sebenarnya adalah rencana Tuhan untuk mendatangkan kebaikan. Terkadang kita nggak ngerti kenapa yang kita minta tidak kita dapatkan. Kita terlalu fokus pada kesenangan kita dan melupakan bahwa ada hal-hal baik yang Tuhan sediakan di balik semua itu. Jangan lupa untuk bersyukur.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
SHARES