Inilah 5 Kartun Propaganda Disney Selama Masa Perang Dunia II

05 November 2017
|Meidiana
0SHARES

Dari anak-anak sampai orang dewasa di seluruh dunia rasanya tidak ada yang tidak menyukai kartun-kartun ciptaan The Walt Disney Company. Kartu-kartunnya bisa dinikmati oleh semua kalangan dan di dalamnya mengandung nilai-nilai kekeluargaan pula. Yakin, pasti kamu juga termasuk salah satu penyukanya. Tapi, tau nggak, ternyata dulu kartun-kartun Disney pernah menjadi media propagandanya Amerika Serikat dan Kanada semasa Perang Dunia II, lho. Nggak usah pakai lama, ini dia lima dari sekian banyak judul kartun propaganda Disney yang informasinya disarikan dari https://listverse.com/. Cheers and Check these out! . Yuk, kepo!

1. All Together

Kartun pendek yang menampilkan beragam tokoh dari kartun-kartun Disney ini dibuat untuk mengiklankan obligasi perang pada tahun 1941. Di tengah Perang II yang sedang berkecamuk, AS dan Kanada mengajak rakyat untuk membantu dalam membiayai perang dengan cara membeli obligasi senilai $25 dengan harga $18.75 saja. Dengan ikut membeli, berarti dapat berinvestasi, memperoleh keuntungan, dan sekaligus membantu negara dalam satu waktu. Itulah pesan penting yang disampaikan melalui All Together. Tokoh-tokoh kartun Disney yang ditampilkan di antaranya adalah Snow White, Pinocchio, dan tokoh klasik semacam Mickey dan Goofy. Mereka sebagai “All Together” berparade dengan memegang berbagai banner untuk mengajak penonton membantu memenangkan perang, ya dengan membeli obligasi perang itu tadi.

2. Der Fuehrer's Face

Der Fuehrer’s Face atau 'Wajah Sang Jenderal' merupakan kartun yang dibuat pada tahun 1943 dan pada tahun yang sama juga memenangkan penghargaan Academy Award untuk kategori film animasi pendek terbaik. Ceritanya sendiri berfokus pada Donald Duck yang tiba-tiba terbangun di sebuah dunia yang dikuasai oleh Nazi. Dia memulai harinya dengan bangun di waktu subuh, mengenakan seragam Nazi, lalu sarapan. Donald melanjutkan harinya dengan bekerja di pabrik di bawah pengawasan yang ketat untuk memastikan dirinya mengucapkan “Heil Hitler” dengan cukup dan tidak pernah mengeluh. Pistol pernah sekali ditodongkan ke kepalanya dan membuatnya merasa gila hidup di bawah tekanan. Pada akhirnya, Donald bangun di AS dan menyadari bahwa semua itu hanya mimpi. Dia pun sangat bahagia menjadi warga negara AS.  

3. Donald’s Decision

Satu lagi iklan yang dibuat untuk ikut membiayai perang. Dalam film kartun ini, Donald belajar berinvestasi. Dia berpikir bahwa berinvestasi adalah hal yang bagus, tetapi di sisi lain dia ingin menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang. Kemudian muncullah malaikat dan setan di masing-masing bahunya, sebuah skenario klasik yang menunjukkan keadaan sedang perangnya pikiran antara iya dan tidak. Pada akhirnya, si malaikat membunuh si setan dan Donald pun membawa tabungannya ke kantor pos untuk diinvestasikannya ke dalam obligasi perang. Karena jika tidak, itu sama saja berinvestasi untuk Nazi. Pada akhir film, ditayangkan teks yang yang mengatakan, “Bayar lebih sedikit, beli lebih banyak".

4. The Old Army Game

Kartun Disney yang satu ini merupakan kartun antiperang. Kartun ini menceritakan Pete yang berperan sebagai seorang sersan. Pada suatu malam ketika berdinas, Pete mengetahui Donald kabur dari barak. Dia lalu berbaring di tempat tidur Donald untuk menunggunya kembali. Setelah kembali, Donald langsung mencoba untuk kabur dari Pete. Donald pun lalu dilempar ke pagar kawat berduri. Saat mengira bahwa kakinya telah putus, Donald meraih pistol Pete dan berniat untuk bunuh diri. Pete setuju asalkan Donald melakukannya di tempat yang tidak bisa dilihatnya. Setelah mulai merangkak, Donald sadar bahwa kakinya tidak putus, tapi hanya masuk ke lubang tanah. Kartun pun berakhir dengan Pete yang terus mengejar Donald. Melalui kartun ini, Disney mencoba untuk menunjukkan sisi gelap perang dengan contoh orang-orang yang kehilangan kakinya dan akhirnya merasa bahwa hidup mereka tidak berguna lagi.

5. Education For Death: The Making Of A Nazi

Kartun pendek ini menggambarkan situasi kehidupan di Jerman yang berada di bawah kekuasaan Nazi. Kartun dimulai dengan kelahiran Hans. Hans adalah anak polos yang sering sakit sewaktu SD sehingga ibunya khawatir anaknya akan dipaksa mati. Para guru Nazi di sekolah selalu mengecam kelemahan Hans sehingga seiring berjalannya waktu, Hans menjadi orang keras dan mulai bisa bertahan hidup. Hans pun lalu tumbuh menjadi tentara Nazi yang tunduk seutuhnya. Melalui film ini, Disney ingin mengingatkan bahwa meskipun orang-orang Jerman adalah musuh, itu bukanlah salah mereka karena mereka hanya para pemuda yang telah dicuci otaknya. Disney juga mengingatkan bahwa mereka juga manusia, sama seperti kita. Menuju akhir kartun, ditampilkan makam ribuan tentara Nazi. Kartun diakhiri dengan ucapan bahwa pendidikan mereka pada akhirnya hanya mengantarkan mereka sebagai barisan boneka menuju kematian.

Pasti ampuh banget nih dulu dampaknya kalau kartun-kartun Disney digunakan sebagai media propaganda begini. Ya, tidak murni media propagandanya AS dan Kanada juga sih karena pihak Disney sendiri sebenernya juga tidak menyukai perang. Well, di antara kelima kartun Disney di atas, sudah ada yang pernah kamu tonton belum, nih?  


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES