Inilah 5 Dosa Terbesar Amerika Serikat, Mulai dari Tragedi 11 September hingga Penembakan John F. Kennedy

13 November 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Amerika Serikat adalah negara yang termasuk ke dalam negara adidaya karena pengaruhnya yang sangat besar bagi perkembangan negara-negara lain. Selain itu, negara ini juga nyatanya menyimpan konspirasi politik yang sangat besar bagi dunia. Konspirasi ini lahir dari keengganan serta ketakutan mereka terhadap segala sesuatu yang mereka anggap dapat membahayakan reputasi mereka dalam percaturan dunia. Konspirasi atau kebohongan seperti apa yang telah disembunyikan oleh Amerika? Berikut lima dosa terbesar Amerika Serikat untuk dunia. Yuk, kepo!

1. Teori konspirasi tragedi 11 September

Tanggal 11 September menjadi tanggal yang sangat menyedihkan untuk warga Amerika Serikat. Pasalnya, pada tanggal tersebut, telah terjadi tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa. Tragedi itu pun disebut sebagai tragedi 11 September. Seperti yang telah diketahui, pada tanggal tersebut, dua menara kembar yang berada di Kota New York, yakni menara World Trade Center (WTC) luluh lantah diterjang oleh dua pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan American Airlines. Pihak pemerintah mengklaim bahwa serangan tersebut didalangi oleh para teroris yang tergabung ke dalam kelompok Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. 

Nah, usut punya usut, kedua menara kembar tersebut nyata masuk ke dalam salah satu bangunan yang memiliki teknologi termutakhir kala itu karena dibangun dengan baja serta berton yang berkualitas tinggi. Jadi, rasanya mustahil bila kedua menara tersebut bisa rata dengan tanah hanya karena diterjang oleh pesawat. Seorang fisikawan bernama Steven Jones pun menyatakan bahwa kehancuran gedung WTC yang sampai rata dengan tanah itu sepertinya hanya bisa dilakukan dengan cara menanam peledak di dalam gedung itu sendiri seperti yang dilakukan oleh perusahan Perubuh Gedung (Demolition Building). 

Hal yang lebih mengherankan lagi adalah runtuhnya gedung WTC-7 secara tiba-tiba. Padahal, gedung tersebut sama sekali tidak ditabrak oleh kedua pesawat teroris tersebut dan hanya mengalami kebakaran kecil di beberapa lantai. Kemungkinan yang masuk akal adalah terdapatnya bom berdaya ledak tinggi yang telah ditanam di dalam gedung tersebut, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain selain dari pemerintah Amerika Serikat itu sendiri. Jika demikian adanya, lantas apa yang menyebabkan pemerintah AS berani mempertaruhkan nyawa dari warga negaranya sendiri? Hal itu tak lain adalah karena uang. Dengan mengambinghitamkan kelompok teroris Al Qaeda, pemerintah AS pun menyerang Afganistan untuk mencari Osama bin Laden sebagai pemimpin kelompok tersebut. Dengan begitu, AS akan menguasai sumber minyak di negara tersebut. Selain itu, banyak dari negara-negara lain memesan persenjataan antiteror milik AS karena takut akan menjadi sasaran balas dendam dari kelompok Al Qaeda tersebut. Tentunya itu merupakan bisnis yang sangat menguntungkan untuk Amerika Serikat. 

2. Pembunuhan John. F. Kennedy

Mantan Presiden Amerika Serikat, yakni John F. Kennedy ditembak oleh seorang penembak jitu yang bernama Lee Harvey Oswald. Banyak orang yang meyakini bahwa Lee merupakan tokoh tunggal di balik kematian Kennedy. Namun, beberapa fakta menunjukkan bahwa terdapat kejanggalan ketika insiden tragis itu terjadi. Pasalnya, posisi gedung tempat Lee menembak dengan posisi dari Kennedy pada saat itu memiliki sudut yang hampir mustahil bisa ditembus oleh peluru. Selain itu, tidak mungkin juga peluru tersebut dapat berbelok sampai sejauh itu. Satu kemungkinan yang paling masuk akal adalah adanya orang dengan posisi terdekat yang melakukan penembakan tersebut. Hal itu dikuatkan dengan banyaknya pihak yang tidak menyukai kinerja Kennedy, terutama pihak dari pemerintahnya itu sendiri karena menganggap aksi dari Kennedy banyak yang kontroversial dan sering membuat keputusan yang tidak sejalan dengan keinginan pihak gedung putih. Dengan kata lain, pihak intelijen Amerika sendiri atau yang biasa dikenal CIA terlibat di dalamnya. Hal itu dikuatkan dengan beberapa dokumen dari Lee yang menyebutkan bahwa ia merupakan salah satu anggota dari badan intelijen tersebut. Namun, dokumen tersebut nyatanya segera dimusnahkan oleh pihak tertentu. 

3. Eksperimen Sifilis

Eksperimen Sifilis merupakan salah satu bentuk eksperimen tersadis dalam dunia medis. Bagaimana tidak, selama empat puluh tahun lebih, warga Alabama telah dibohongi oleh pemerintah Amerika dengan kedok membantu warga Alabama memerangi penyakit menular seksual ini. Penyakit ini mulai mewabah di wilayah Alabama pada tahun 1930-an akibat infeksi bakteri Triponema Pallidum dan juga pola kehidupan seks yang buruk. Wabah ini kemudian dengan cepat menyebar dan menginfeksi warga Alabama yang hampir sebagain besar merupakan keturuan Afrika-Amerika. Bukannya segera bertindak, pemerintah AS malah mengirim para peneliti untuk meneliti sejauh mana dampak dari infeksi ini apabila tidak segera ditangani. Warga Alabama yang mengira peneliti tersebut adalah dokter menurut saja dengan segala permintaan yang diajukan oleh mereka. Selama empat puluh tahun lebih, warga Alabama hanya diberikan Penicilin (semacam antiobiotik) yang tentunya tidak akan memberikan efek apa pun terhadap penderita Sifilis.

4. Kekuasaan penuh atas media

Tidak dapat dipungkiri bahwa media menjadi salah satu alat propaganda yang paling ampuh untuk para penguasa. Hal itu pun terjadi di Amerika Serikat. Contohnya saja ketika pemilu yang mempertemukan Donald Trump dengan Hillary Clinton. Banyak dari media menggunakan headline yang hampir sebagian besar memojokkan Trump dan tidak menginginkan ia untuk menjadi orang nomor satu Amerika. Namun, tampaknya setelah semuanya usai, kekuatan Trump dan teman-temannya jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan Hillary dan penguasaannya terhadap media. 

5. Program rahasia Prism

Apa itu program rahasia Prism? Program ini adalah salah satu bentuk mata-mata yang dilakukan oleh pemerintah AS. Melalui program yang dikembangkan oleh NSA (National Security Agency) ini, seluruh aktivitas warga negara AS dan bahkan dunia dapat diketahui oleh pemerintah AS. Pada awalnya, pemerintah AS bersikeras menolak adanya program rahasia tersebut. Namun, setelah salah seorang mantan agen CIA dan juga kontraktor NSA bernama Edward Snowden membeberkan hal tersebut pada awak media seperti The Guardian dan The Times, akhirnya pemerintah AS tak bisa berkelik. Tentu saja pembocoran rahasia ini membuat pemerintah AS geram terhadap Snowden. Tindakan dari Snowden sempat membuat AS bersitegang dengan beberapa negara di Eropa seperti Perancis dan Jerman yang dijadikan oleh Snowden sebagai tempat berlindung. Saat ini, Snowden berada di bawah suaka dan perlindungan dari pemerintah Rusia dengan syarat tidak lagi membocorkan rahasia milik pemerintah AS pada publik dunia. 

Itulah lima dosa besar pemerintah Amerika Serikat yang harus diketahui oleh publik dunia. Ya, bagaimanapun kita tidak bisa memungkiri bahwa pemerintah AS memegang peranan penting dalam roda percaturan dunia. Dengan segala kekuatan serta kedigdayaan yang dimilikinya, wajar bila pemerintah AS dapat menyembunyikan berbagai rahasia ini selama berpuluh-puluh tahun lamanya. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES