Heboh Trump Larang Transgender dalam Militer, Yuk Simak Perjalanan LGBTQ di Amerika!

01 Agustus 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Presiden Amerika Serikat, Trump, membuat kontroversi di negaranya lagi. Pasalnya, ia menyatakan akan melarang transgender untuk bergabung ke dalam angkatan militer Amerika Serikat. Pengumuman yang ia sampaikan melalui twitter tersebut kontan membuat komunitas LGBTQ di Amerika heboh. Mereka menganggap pernyataan Trump tersebut sebagai bentuk kemunduran dari upaya Amerika menuju kesetaraan. Padahal, terhitung hingga kini, terdapat ribuan anggota transgender dalam angkatan militer Amerika Serikat. Meski pernyataan tersebut hanya berbentuk sebuah tweet, namun pernyataan ini mengindikasikan kurangnya dukungan Trump terhadap komunitas LGBTQ di Amerika.

Untuk memahami alasan dibalik keriuhan yang terjadi akibat tweet dari Trump ini, yuk kita napak tilas seperti apa perjuangan komunitas LGBTQ di Amerika hingga dapat diakui seperti sekarang!

1. Pada 1924, organisasi pembela hak LGBTQ di Amerika pertama lahir

2. 1952, homoseksual ditetapkan oleh asosiasi psikiater Amerika sebagai kelainan kejiwaan

3. 1973, homoseksual dihapuskan dari daftar kelainan mental di Amerika Serikat

4. 1974, Elaine Noble muncul sebagai perempuan lesbian pertama yang duduk di jajaran anggota legislatif

5. 1978, Harvey Milk terpilih sebagai pengawas kota San Francisco meski ia meninggal terbunuh setelahnya
6. 1993, kebijakan Don't Ask Don't Tell diterbitkan di bawah pemerintahan Bill Clinton

7. 2011, Kebijakan Don't Ask Don't Tell dihapuskan atas arahan Obama yang sangat peduli dengan komunitas LGBTQ

8. 2015, pemerintah Amerika Serikat berupaya menghapuskan peraturan yang mendiskriminasi LGBTQ dalam pekerjaan

9. 2015, Mahkamah Agung Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis

10. 2016, Transgender di Amerika dapat bergabung dalam angkatan militer dan mengabdi untuk negaranya

Perjalanan komunitas LGBTQ di Amerika Serikat ternyata sudah dimulai sejak sebelum perang dunia kedua. Dan dengan berbagai usaha mereka sudah berhasil sampai di titik ini, dimana mereka dapat menikah secara legal di hampir seluruh negara bagian dan dapat masuk ke dalam angkatan militer. Namun perjuangan mereka untuk mendapatkan kesetaraan ke depannya mungkin akan mengalami sedikit hambatan dengan naiknya Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Bagaimanapun, melihat perjuangan komunitas LGBTQ di Amerika, rasanya kita jadi dapat memahami jika kini mereka merasa terancam dengan adanya pernyataan Trump mengenai larangan transgender dalam angkatan militer Amerika Serikat.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES