Duh, Buku Pelajaran di Negara-negara Ini Dinilai Meremehkan Perempuan!

22 Oktober 2017
|Indana Putri
0SHARES

Buku adalah jendela dunia. Melalui buku, kita dapat mengetahui banyak hal tanpa perlu melihatnya secara langsung. Namun, justru hal ini menjadi masalah ketika apa yang kita baca nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi jika kita tidak melihat sendiri.

Hal semacam ini kerap terjadi. Bahkan, karena ketidaktahuan tersebut, buku sangat mudah dijadikan sebagai media untuk mengelabui seseorang atau siapa pun yang membacanya. Seperti yang kerap terjadi di negara berkembang. Buku sebagai sarana untuk menambah ilmu, nyatanya malah terkontaminasi dengan beberapa hal yang tidak menyenangkan, seperti isu seksis dan meremehkan wanita sebagai masyarakat tingkat kedua.

Maksud dari masyarakat tingkat kedua di sini adalah peran wanita yang seolah tidak begitu penting jika dibandingkan dengan peran kaum lelaki yang digambarkan dapat mengatur segalanya. Jika buku yang dijadikan jendela dunia malah menampilkan tentang pembiasan gender yang nantinya malah merugikan kaum perempuan karena dipandang sebelah mata, lalu harus bagaimana menyikapinya?

UNESCO menemukan fakta bahwa Perilaku seksis "banyak" ditemukan di buku pelajaran sekolah yang digunakan di negara berkembang. Badan pendidikan dan kebudayaan PBB mengatakan bahwa stereotip negatif meremehkan pendidikan perempuan. Menurut mereka, dalam buku pelajaran tersebut, figur perempuan terlalu sering ditunjukkan sebagai orang yang melakukan pekerjaan mengasuh rumah tangga, sedangkan lelakilah yang pergi bekerja dan memiliki profesi berbagai macam rupa. Hal ini dikemukakan dalam peringatan Hari Perempuan Internasional.

Manos Antoninis dari UNESCO berpendapat bahwa itu sebagai "kesulitan tersembunyi" dalam kesetaraan gender. Laporan ini sekaligus menyoroti karakter perempuan yang sering muncul dalam peran sekunder di buku pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah dan memperingatkan bahwa hal tersebut bisa membatasi harapan karir anak-anak perempuan.

Dikutip dari bbc.com, inilah buku pelajaran dari berbagai negara yang meremehkan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Amerika

Perempuan digambarkan melakukan pekerjaan yang mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga, seperti menjadi seorang guru, pelayan, penjaga lift, kasir, dan tukang ketik. Sementara lelaki digambarkan memiliki pekerjaan yang lebih membutuhkan nyali dan tenaga, seperti menjadi seorang polisi, pemadam kebakaran, pengantar surat, pengantar susi, dan sales.

2. Haiti

Di sekolah dasar di Haiti, siswa-siswi belajar bahwa ibu-ibu “merawat anak-anak dan menyiapkan makanan,” sementara ayah bekerja “di kantor”.

3. Italia

Di Negeri Spaghetti ini, suatu buku teks bahasa Italia memberikan contoh mencolok dalam sebuah bab yang mengajarkan perbendaharaan kata untuk berbagai pekerjaan, dengan sepuluh pilihan berbeda untuk pria, dari petugas pemadam kebakaran sampai dokter gigi; tak ada perempuan seorang pun di dalamnya. Sementara itu, perempuan dalam buku tersebut digambarkan dengan tugas rumah tangga, mulai dari memasak dan mencuci hingga merawat anak-anak dan orang tua.

4. Kongo

Dalam buku teks di Kongo, sosok perempuan digambarkan hanya melakukan pekerjaan dapur seperti memasak.

5. Nigeria

Di Nigeria, terdapat buku teks yang menggambarkan peran perempuan di bidang pekerjaan ringan, seperti menjadi tukang ketik atau pekerjaan yang berhubungan dengan kasih sayang dan merawat orang sakit, sedangkan laki-laki digambarkan menjadi seorang supir atau polisi.

6. Pakistan

Di Pakistan terdapat buku pelajaran yang membedakan tugas ayah dan ibu. Di sana terpapar tugas seorang ibu untuk mengurus rumah dan menyajikan segalanya, sedangkan tugas ayah hanya bersantai membaca koran, mendengarkan musik, makan, menulis, lalu menonton tv, dan tidur.

7. Tanzania

Di Tanzania terdapat gambar perbedaan laki-laki dan perempuan. Laki-laki digambarkan sebagai sosok berotot yang kuat, sedangkan perempuan digambarkan sebagai sosok yang lembut dan cantik.

8. Tunisia

Pada buku pelajaran di Tunisia terdapat gambar perempuan yang bertugas memasak di dapur serta membersihkan rumah.

9. Turki

Di Turki, dalam sebuah kartun, seorang anak laki-laki digambarkan bermimpi menjadi dokter. Sementara itu, seorang gadis membayangkan dirinya sebagai calon pengantin perempuan dengan gaun putih.

Untungnya, UNESCO menyadari bahwa buku-buku yang membahayakan ini sudah ketinggalan zaman sehingga perlu dilakukan upgrade mengenai kesetaraan pada tugas serta pekerjaan pria dan wanita di buku-buku pelajaran di negara-negara seluruh dunia. Hingga saat ini, beberapa negara seperti Cina, India, dan Vietnam telah mengubah ilustrasi di buku pelajarannya menjadi lebih beragam sehingga tak meremehkan peran penting perempuan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Indana Putri
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES