Disebut Ganas dan Menakutkan, Ada Apa Sebenarnya di Pulau Tiburon, Meksiko? Ini Jawabannya!

26 Januari 2018
|Galih Wisnu Brata

Meksiko dikenal oleh dunia sebagai salah satu negara yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Banyak hutan dan pantai yang membuat mata menjadi puas. Selain itu, ada beberapa pulau juga yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Tiburon. Namun, menurut kabar yang beredar, Pulau Tiburon merupakan pulau di Meksiko yang ganas dan menakutkan. Kira-kira kenapa ya?

Pulau Tiburon adalah pulau terbesar yang ada di Meksiko. Pulau yang terletak di teluk California ini memiliki luas 1.200 kilometer persegi. Tak hanya pemandangan yang luar biasa indah, kabarnya pulau ini juga menyimpan kekayaan alam berupa emas.

Karena masih menjadi bagian Gurun Sobaran, kondisi tanah di Pulau Tiburon kering, gersang, berkerikil, dan berpasir. Iklimnya pun mengikuti iklim gurun.

Pulau Tiburon dihuni masyarakat yang disebut Suku Seri. Suku Seri diketahui masih menjalani hidup primitif dan memakan makanan mentah. Ada rumor yang mengatakan bahwa Suku Seri adalah suku kanibal. Rumor itu mencuat setelah 3 orang pencari logam mulia di Pulau Tiburon menghilang secara misterius. Bahkan, setelah beberapa tahun, pecarian jasad ketiganya pun tidak membuahkan hasil.

Thomas F. Grindell bersama 3 orang lainnya melakukan penjelajahan di Pulau Tiburon untuk menemukan emas. Sebelumnya, Grindell telah mengunjungi pulau tersebut di tahun 1903 hingga 1904. Pada saat itu, Grindell hanya mengitari tepian pulau. Barulah pada 10 Juni 1905, bersama 3 orang rekannya, Grindell berekspedisi di Pulau Tiburon. Nahas, ekspedisi tersebut berujung petaka. Grindell dan dua orang rekannya menghilang tanpa jejak.

Hoffman adalah satu-satunya orang yang selamat dalam ekspedisi itu. Hoffman memilih memisahkan diri dari kelompok karena adanya perbedaan argumen. Hoffman bertahan hidup dengan memakan hewan dan minum air yang disuling. Pada akhirnya, Hoffman pun berupaya untuk bertemu lagi dengan 3 rekannya. Sayangnya, keinginannya tidak bisa terwujud. Ketiga temannya hilang.

Pada bulan September, adik dari Thomas Grindell, Edward Grindell, menuju pulau Tiburon karena mendapati saudaranya tak kunjung pulang. Sebelum berangkat, Thomas Grindell berjanji akan pulang pada bulan Juli, tetapi hingga September batang hidungnya tak tampak. Selain itu, Edward juga mendengar kabar bahwa sang kakak telah tewas dihabisi Suku Seri. Setibanya di Pulau Tiburon, Edward menemukan tangan yang diikatkan ke pohon. Tangan tersebut diduga milik Thomas yang teridentifikasi lewat tali kamera yang digunakan untuk mengikatnya. Dua tahun berselang ditemukan tumpukan tulang yang diduga tulang Thomas Grindell dan kedua rekannya.

Setengah abad kemudian dikirim sekelompok orang untuk menyelidiki dan mengenal orang asli Pulau Tiburon. Sekelompok orang tersebut juga menanyakan perihal kanibalisme. Jawaban mengejutkan muncul dari Suku Seri. Mereka mengatakan bahwa mereka menyukai daging manusia karena rasanya lebih enak daripada daging hewan. Melihat hasil penyelidikan tersebut, pemerintah Meksiko mengambil tindakan dengan membatasi aktivitas Suku Seri dan mengancam hukuman mati jika mereka mengganggu para pelancong.

Di balik rumor mengerikan itu, Pulau Tiburon memang memiliki keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Pulau ini juga telah dijadikan cagar alam sejak tahun 1963, bagi salah satu spesies hewan yang menakjubkan yakni domba bertanduk besar. Gimana? Nggak salah kan pulau ini disebut sebagai pulau yang ganas dan mengerikan?

Tertarik ke Pulau Tiburon? Kalau iya kalian harus mendapatkan dua izin agar bisa memasuki wilayah Pulau Tiburon, yaitu izin dari Pemerintah Meksiko dan izin dari Suku Seri. Selain itu, harus juga menyiapkan biaya masuk sebesar 75 ribu dolar jika ingin berburu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memento mori"
SHARES